Jumat, 3 Jul 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Rupiah Bangkit! Data Buruh Amerika Bikin Dolar Tersungkur

Rupiah Bangkit! Data Buruh Amerika Bikin Dolar Tersungkur

  • account_circle -
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Setelah beberapa hari berada di bawah tekanan, nilai tukar rupiah akhirnya bangkit. Mata uang Indonesia berhasil menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (3/7/2026), didorong melemahnya data ketenagakerjaan Negeri Paman Sam yang jauh dari ekspektasi pasar.

Pada perdagangan Jumat pagi, rupiah terapresiasi 45 poin atau 0,25 persen ke level Rp17.950 per dolar AS, dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di Rp17.995 per dolar AS.

Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menjelaskan bahwa penguatan rupiah dipicu oleh rilis data pasar tenaga kerja Amerika Serikat yang mengecewakan. Kondisi tersebut langsung memicu pelemahan dolar AS di pasar global sehingga memberi ruang bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, untuk menguat.

“Penambahan Non-Farm Payrolls (NFP) hanya mencapai 57 ribu pada Juni 2026, turun dari 129 ribu pada bulan sebelumnya dan jauh di bawah konsensus pasar yang memperkirakan 113 ribu,” ujar Josua dikutip dari Antara.

Menurutnya, perlambatan penciptaan lapangan kerja di AS menjadi sinyal bahwa aktivitas ekonomi mulai kehilangan momentum. Hal ini meningkatkan ekspektasi pelaku pasar bahwa bank sentral AS, Federal Reserve, berpotensi mengambil kebijakan moneter yang lebih longgar apabila tren pelemahan ekonomi terus berlanjut.

Ekspektasi tersebut membuat dolar AS kehilangan tenaga terhadap berbagai mata uang dunia. Rupiah pun ikut menikmati sentimen positif yang mendorong penguatan pada awal perdagangan.

Sementara itu, tingkat pengangguran turun tipis menjadi 4,2 persen dari 4,3 persen, lebih baik dibandingkan ekspektasi pasar yang sebesar 4,3 persen.

Pelaku pasar disebut lebih menitikberatkan pada lemahnya data NFP, sehingga mendorong mundurnya ekspektasi waktu kenaikan suku bunga The Fed dari September 2026 menjadi Oktober 2026.

Di sisi lain, ia mengatakan terdapat kekhawatiran investor terhadap ketahanan sektor eksternal Indonesia, setelah mencatat defisit neraca perdagangan bulanan pertama dalam enam tahun terakhir.

Sentimen negatif semakin diperkuat oleh proyeksi Fitch yang memperkirakan cadangan devisa Indonesia akan turun menjadi setara 4,9 bulan pembayaran eksternal pada akhir 2026, lebih rendah dibandingkan median negara berperingkat BBB yang sebesar 5,0 bulan pembayaran eksternal.

“Perkembangan tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap potensi pelebaran defisit transaksi berjalan serta menekan sentimen investor terhadap rupiah,” ujar dia Josua.(*)

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Purbaya Minta Kementerian dan Pemda Segera Habiskan Anggaran 2025

    Purbaya Minta Kementerian dan Pemda Segera Habiskan Anggaran 2025

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta maaf kepada sejumlah kementerian/lembaga (K/L) dan pemerintah daerah (Pemda) yang merasa tersinggung atas pernyataannya terkait lambatnya realisasi belanja daerah. Namun, ia menegaskan bahwa pesan utamanya tetap sama: anggaran harus dihabiskan agar ekonomi nasional bergerak optimal. “Kalau ada yang tersinggung, saya mohon maaf. Tapi yang benar lah, habiskan […]

  • Bappenas: Sawit Dorong Ekonomi Hijau dan Ketahanan Pangan 2045

    Bappenas: Sawit Dorong Ekonomi Hijau dan Ketahanan Pangan 2045

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan bahwa minyak sawit memiliki peran sentral dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Indonesia, sebagai salah satu produsen dan pengekspor sawit terbesar dunia, dinilai memiliki posisi strategis dalam memperkuat ketahanan pangan global, transisi energi, dan pengembangan industri hijau. Dalam sambutannya pada Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) […]

  • Dewan Pers Godok Dana Jurnalisme, Skema Dana Abadi untuk Selamatkan Industri Media

    Dewan Pers Godok Dana Jurnalisme, Skema Dana Abadi untuk Selamatkan Industri Media

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Dewan Pers mempercepat pembahasan Rancangan Peraturan Dana Jurnalisme yang saat ini masih dalam tahap uji publik.Regulasi ini disiapkan sebagai instrumen pendanaan jangka panjang guna menopang keberlanjutan industri media yang tengah tertekan akibat disrupsi digital dan menurunnya pendapatan iklan. Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, menegaskan bahwa skema dana abadi akan menjadi tulang punggung kebijakan […]

  • Dukung Asta Cita, PTPN IV Regional 4 Mulai Tanam Perdana Sawit Program PSR

    Dukung Asta Cita, PTPN IV Regional 4 Mulai Tanam Perdana Sawit Program PSR

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV Regional 4 terus menunjukkan komitmen dalam mendukung visi pembangunan nasional Asta Cita Presiden Prabowo Subianto melalui percepatan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Implementasi program ini kini memasuki tahap penting dengan dilakukannya penanaman perdana kelapa sawit hasil PSR bersama Gapoktan Jaya Makmur. Penanaman perdana bibit kelapa sawit tersebut dilakukan […]

  • Kontrak Diperpanjang, Freeport Lepas 12 Persen Saham ke Indonesia Mulai 2041

    Kontrak Diperpanjang, Freeport Lepas 12 Persen Saham ke Indonesia Mulai 2041

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Perusahaan tambang global Freeport-McMoRan Inc. sepakat melepas 12 persen saham di PT Freeport Indonesia (PTFI) kepada Pemerintah Indonesia pada 2041, menyusul perpanjangan hak operasi tambang di distrik mineral Grasberg, Papua. Kesepakatan tersebut tertuang dalam Nota Kesepahaman (MoU) antara Freeport dan Pemerintah Indonesia yang ditandatangani pada Rabu (18/2/2026). Dalam kesepakatan itu, pelepasan saham dilakukan […]

  • Ternyata Ini Bank Pertama di Jambi, Berdiri Sejak 1909

    Ternyata Ini Bank Pertama di Jambi, Berdiri Sejak 1909

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Perkembangan sektor perbankan di Provinsi Jambi menunjukkan pertumbuhan yang cukup pesat dalam beberapa tahun terakhir. Namun, sejarah keberadaan bank di daerah ini ternyata telah dimulai sejak lebih dari satu abad lalu. Blogger Jambi, Deddy Rachmawan, dalam tulisannya menyebutkan bahwa hingga triwulan I tahun lalu, terdapat 32 bank umum dengan total 352 kantor bank […]

expand_less