Bukan Cuma Lulusan SMA, Sarjana di Jambi Juga Banyak Menganggur, TPT Capai 5,14 Persen
- account_circle say say
- calendar_month 33 menit yang lalu
- print Cetak

Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Mei 2026 yang dirilis BPS Provinsi Jambi pada 5 Agustus 2026, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) lulusan universitas mencapai 5,14 persen.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Gelar sarjana ternyata belum menjadi jaminan mudah mendapatkan pekerjaan di Provinsi Jambi. Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan masih ada cukup banyak lulusan perguruan tinggi yang masuk kategori pengangguran.
Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Mei 2026 yang dirilis BPS Provinsi Jambi pada 5 Agustus 2026, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) lulusan universitas mencapai 5,14 persen.
Angka tersebut memang masih lebih rendah dibandingkan TPT lulusan SMA dan SMK. Namun, data ini menunjukkan bahwa pendidikan tinggi belum sepenuhnya menjamin lulusan langsung terserap pasar kerja.
Secara keseluruhan, TPT Provinsi Jambi pada Mei 2026 mencapai 4,10 persen, naik 0,12 persen poin dibandingkan Februari 2026 yang berada di angka 3,99 persen.
Jika dilihat berdasarkan tingkat pendidikan, TPT tertinggi justru berasal dari lulusan SMA sebesar 6,93 persen. Berikutnya lulusan SMK 6,54 persen, universitas 5,14 persen, Diploma I/II/III 4,79 persen, SMP 3 persen, serta SD ke bawah 1,72 persen. BPS Jambi dalam data terbaru tersebut belum mempublikasikan TPT berdasarkan jurusan atau program studi perguruan tinggi.
Artinya, belum tersedia data resmi terbaru yang dapat menyebut jurusan ekonomi, hukum, pendidikan, teknik, manajemen atau jurusan lainnya sebagai jurusan dengan tingkat pengangguran paling tinggi di Jambi.
Yang tersedia adalah data berdasarkan jenjang pendidikan. Dari data tersebut, lulusan universitas memiliki TPT 5,14 persen. Angka ini juga lebih tinggi dibandingkan TPT lulusan universitas pada Februari 2026 yang berada di 4,31 persen, atau meningkat 0,83 persen poin. Persoalan penyerapan tenaga kerja lulusan perguruan tinggi juga perlu dilihat dari struktur ekonomi Jambi.
Pada Mei 2026, sektor yang menyerap tenaga kerja terbesar adalah Pertanian, Kehutanan dan Perikanan, yakni 42,98 persen. Berikutnya perdagangan sebesar 16,16 persen dan industri pengolahan 6,76 persen. Sementara itu, penduduk bekerja dengan pendidikan universitas hanya mencapai 11,36 persen dari total penduduk bekerja.
BACA JUGA : Pengangguran Jambi Naik Jadi 4,10 Persen, Pekerja Informal Makin Dominan
Kondisi tersebut menunjukkan adanya tantangan dalam mempertemukan kompetensi lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja. Di sisi lain, pasar kerja Jambi masih didominasi sektor yang membutuhkan tenaga kerja dengan karakteristik dan keterampilan tertentu. BPS juga mencatat jumlah pekerja informal mencapai 1,01 juta orang atau 55,84 persen, sedangkan pekerja formal hanya 800,28 ribu orang atau 44,16 persen.
Data tersebut menjadi sinyal bahwa tantangan lulusan perguruan tinggi bukan hanya mendapatkan pekerjaan, tetapi juga memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan pendidikan, kompetensi dan memberikan kepastian kerja.
Dengan demikian, memilih jurusan kuliah tidak cukup hanya melihat popularitas. Calon mahasiswa juga perlu mempertimbangkan perkembangan kebutuhan industri, peluang kerja, keterampilan digital, kewirausahaan serta prospek sektor ekonomi di daerah.
Sumber: BPS Provinsi Jambi, Sakernas Mei 2026.
- Penulis: say say
