Gempa NTT Rusak Sejumlah Bandara dan Pelabuhan, Layanan Transportasi Tetap Berjalan
- account_circle say say
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

Kemenhub mengungkap daftar sejumlah bandara dan pelabuhan mengalami kerusakan akibat gempa di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). (Foto: CNN Indonesia/Safyra Primadhyta)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Gempa bumi yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) berdampak terhadap sejumlah infrastruktur transportasi udara dan laut. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat sedikitnya lima bandara dan sejumlah pelabuhan mengalami kerusakan dengan tingkat berbeda.
Di sektor transportasi udara, lima bandara yang terdampak yakni Bandara Komodo di Labuan Bajo, Bandara H. Hasan Aroeboesman di Ende, Bandara Umbu Mehang Kunda di Waingapu, Bandara Frans Sales Lega di Ruteng, serta Bandara Soa di Bajawa.
Kerusakan yang ditemukan meliputi keretakan pada gedung terminal, gedung administrasi, gedung PKP-PK, fasilitas pendukung hingga sejumlah fasilitas di sisi udara.
Bandara Soa di Bajawa menjadi salah satu lokasi yang mengalami kerusakan cukup signifikan. Berdasarkan laporan awal, terdapat kerusakan sedang pada runway, sejumlah bangunan dan fasilitas pendukung, termasuk retakan baru di beberapa titik.
Meski terjadi kerusakan, Kemenhub memastikan seluruh operasional bandara masih berjalan dan tidak ada bandara yang ditutup. Pada lokasi yang mengalami kerusakan gedung tower, pelayanan navigasi penerbangan sementara dipindahkan ke lokasi yang dinilai aman.
Kemenhub juga menyiapkan contingency plan untuk memastikan keselamatan penerbangan serta keberlangsungan layanan navigasi.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa mengatakan keselamatan menjadi prioritas utama. Pemeriksaan terhadap fasilitas dan infrastruktur bandara terus dilakukan.
Selain itu, Kemenhub menyiapkan skema Get Airport Ready for Disaster (GARD) agar bandara dapat dioptimalkan untuk mendukung operasi kemanusiaan dan pengiriman bantuan apabila dibutuhkan.
Sementara itu, sektor transportasi laut juga terdampak. Pelabuhan Laurentius Say di Maumere mengalami kerusakan berupa robohnya bagian dermaga dan bangunan terminal penumpang. Saat gempa terjadi, kapal KM Bukit Siguntang sedang bersandar di dermaga tersebut.
Kerusakan juga ditemukan di Pelabuhan Labuan Bajo. Kantor dan terminal penumpang Marina Labuan Bajo mengalami keretakan pada tembok dan dermaga. Di Pelabuhan Multipurpose Wae Kelambu, keretakan terjadi pada bangunan kantor dan gudang.
Sempat terjadi pembatalan sejumlah perjalanan wisata. Namun, pelayaran kembali dibuka setelah BMKG mencabut peringatan dini tsunami dan memastikan dermaga serta terminal penumpang dapat digunakan dengan aman.
Pelabuhan Marapokot juga mengalami penurunan elevasi pada causeway dan dermaga eksisting. Pagar pembatas di kawasan pelabuhan turut mengalami keruntuhan.
Selain itu, kerusakan ringan hingga sedang dilaporkan terjadi di Pelabuhan Reo, Ende, dan Waingapu. Sementara Pelabuhan Larantuka dilaporkan aman tanpa kerusakan.
Kemenhub memastikan pemantauan dan pemeriksaan akan terus dilakukan untuk menjamin keselamatan serta menjaga konektivitas transportasi masyarakat di NTT pascagempa.
- Penulis: say say
