Senin, 28 Sep 2026
light_mode
Beranda » Regional » Luas Tambang Emas Ilegal di Jambi Capai 60.323 Hektare

Luas Tambang Emas Ilegal di Jambi Capai 60.323 Hektare

  • account_circle say say
  • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Provinsi Jambi masih menjadi persoalan serius. Data pemantauan menunjukkan luas area yang teridentifikasi sebagai lokasi PETI emas di Jambi mencapai 60.323 hektare pada 2025. Angka tersebut setara sekitar 5,1 kali luas Kota Bogor yang memiliki luas wilayah sekitar 11.850 hektare.

Namun, angka 60.323 hektare perlu dipahami secara hati-hati. Luasan tersebut merupakan area yang teridentifikasi sebagai aktivitas PETI, bukan berarti seluruh wilayah tersebut merupakan hutan yang telah mengalami kerusakan.

Data pemantauan aktivitas PETI tersebut dihimpun melalui interpretasi citra satelit dan sejumlah data pendukung, termasuk data BIG, KLHK, Kementerian ESDM serta pemantauan KKI Warsi.

Pada 2024, area yang teridentifikasi mencapai sekitar 54.340 hektare. Setahun kemudian, luasnya meningkat menjadi 60.323 hektare. Artinya, terjadi penambahan sekitar 5.983 hektare atau sekitar 11 persen dalam satu tahun.

Jika melihat perkembangan dalam jangka lebih panjang, ekspansi aktivitas PETI juga cukup signifikan. Pada 2016, luas area PETI yang teridentifikasi sekitar 10.926 hektare. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi 27.535 hektare pada 2017, 33.832 hektare pada 2019, dan 39.557 hektare pada 2020. Luasnya terus bertambah menjadi 42.361 hektare pada 2021, 45.896 hektare pada 2022, 48.140 hektare pada 2023, 54.340 hektare pada 2024, hingga mencapai 60.323 hektare pada 2025.

Dengan demikian, dalam periode 2016-2025, area PETI yang teridentifikasi bertambah sekitar 49.397 hektare. Dari enam kabupaten yang teridentifikasi, Kabupaten Sarolangun dan Kabupaten Merangin menjadi wilayah dengan area PETI terbesar. Sarolangun tercatat memiliki area PETI sekitar 20.938 hektare. Sementara Merangin mencapai 20.239 hektare.

Selanjutnya, area PETI di Kabupaten Bungo sekitar 11.119 hektare, Tebo 7.536 hektare, Batanghari 263 hektare, dan Kerinci sekitar 228 hektare. Jika digabungkan, area PETI di Sarolangun dan Merangin mencapai 41.177 hektare. Jumlah tersebut setara sekitar 68 persen dari keseluruhan area PETI emas yang teridentifikasi di Jambi.

Meski demikian , dari total 60.323 hektare, sekitar 45.530 hektare atau 75 persen berada di Areal Penggunaan Lain (APL).n Sementara itu, aktivitas PETI juga teridentifikasi di sejumlah kawasan hutan. Data pemantauan mencatat sekitar 1.310 hektare berada di taman nasional, 4.324 hektare di hutan lindung, 2.163 hektare di hutan produksi terbatas, dan 6.995 hektare di kawasan hutan produksi.

Sementara itu, data dari WALHI Jambi menunjukkan persoalan lingkungan akibat PETI juga cukup besar. WALHI memperkirakan sekitar 44.387 hektare hutan di Jambi mengalami kerusakan akibat aktivitas PETI hingga 2025. Kabupaten Sarolangun menjadi salah satu wilayah dengan kerusakan paling luas, dengan estimasi sekitar 14.900 hektare.

Perbedaan angka antara 60.323 hektare dan 44.387 hektare terjadi karena keduanya menggambarkan hal yang berbeda. Angka 60.323 hektare merujuk pada luasan area PETI yang teridentifikasi, sedangkan 44.387 hektare merupakan estimasi kerusakan hutan akibat aktivitas PETI. Pada 2026, aparat masih melakukan penindakan terhadap aktivitas pertambangan emas ilegal di sejumlah wilayah Jambi. Polda Jambi, misalnya, menangkap tujuh orang yang diduga terlibat aktivitas tambang emas ilegal menggunakan alat berat di Desa Bungo Tanjung, Kecamatan Pangkalan Jambu, Kabupaten Merangin, pada Mei 2026.

Aktivitas pertambangan ilegal juga dilaporkan masih ditemukan di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Laporan lapangan yang diterbitkan Mongabay pada Juli 2026 menemukan aktivitas tambang emas ilegal di kawasan TNKS. Temuan tersebut menunjukkan bahwa tekanan terhadap kawasan konservasi masih menjadi persoalan.

Sumber: KKI Warsi, interpretasi citra Sentinel-2, BIG, KLHK, Kementerian ESDM, WALHI Jambi, Mongabay Indonesia, Polda Jambi/ANTARA

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wali Kota Jambi Terima Kunjungan Konjen Tiongkok, Bahas Kerja Sama Kesehatan, Pendidikan hingga Pariwisata

    Wali Kota Jambi Terima Kunjungan Konjen Tiongkok, Bahas Kerja Sama Kesehatan, Pendidikan hingga Pariwisata

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Wali Kota Jambi Maulana bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha menerima kunjungan kehormatan Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) untuk wilayah Sumatra yang berkedudukan di Medan, Huang He, di Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Kamis (25/6/2026). Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Jambi memperluas jejaring kerja sama internasional untuk mendukung […]

  • Update Harga Emas Antam Hari Ini: Naik Rp25 Ribu, Jadi Rp2,623 Juta per Gram

    Update Harga Emas Antam Hari Ini: Naik Rp25 Ribu, Jadi Rp2,623 Juta per Gram

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas produksi Antam kembali melesat. Kenaikan beruntun membuat logam mulia tersebut semakin mahal pada perdagangan Jumat (18/9/2026). Mengutip laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam hari ini naik Rp25.000 per gram. Dengan kenaikan tersebut, harga emas Antam ukuran 1 gram kini berada di level Rp2.623.000 per gram. Padahal, pada perdagangan sebelumnya, harga […]

  • Harga LPG Nonsubsidi Resmi Naik, Ini Rincian Tarif 5,5 Kg dan 12 Kg per Wilayah

    Harga LPG Nonsubsidi Resmi Naik, Ini Rincian Tarif 5,5 Kg dan 12 Kg per Wilayah

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pertamina resmi menyesuaikan harga liquefied petroleum gas (LPG) nonsubsidi ukuran 5,5 kilogram dan 12 kilogram yang berlaku mulai 18 April 2026 di seluruh Indonesia. Penyesuaian harga ini dilakukan melalui subholding komersial dan perdagangan, yakni Pertamina Patra Niaga, setelah berkoordinasi dengan pemerintah serta pemangku kepentingan terkait. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, […]

  • Inflasi April 2026 Naik 2,42 Persen, Pangan dan Emas Jadi Biang Kerok

    Inflasi April 2026 Naik 2,42 Persen, Pangan dan Emas Jadi Biang Kerok

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) Indonesia pada April 2026 mencapai 2,42 persen. Angka ini menunjukkan tren peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun lalu, di mana inflasi April 2025 tercatat sebesar 1,95 persen. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa seluruh komponen pengeluaran mengalami inflasi. Kelompok makanan, […]

  • Laba PT Mayora Indah Tbk (MYOR) Melonjak 37,15% di Kuartal I 2026 Meski Penjualan Turun

    Laba PT Mayora Indah Tbk (MYOR) Melonjak 37,15% di Kuartal I 2026 Meski Penjualan Turun

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Mayora Indah Tbk mencatat lonjakan laba bersih pada kuartal I 2026 di tengah penurunan penjualan. Perusahaan makanan dan minuman ini berhasil membukukan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 945,58 miliar, naik 37,15 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 689,43 miliar. Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis Selasa, […]

  • TikTok Bentuk JV Baru, Investor AS Pegang Saham Mayoritasnya

    TikTok Bentuk JV Baru, Investor AS Pegang Saham Mayoritasnya

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – CEO TikTok Shou Zi Chew mengumumkan operasional perusahaan di Amerika Serikat (AS) akan ditempatkan di bawah entitas usaha patungan (joint venture/ JV) baru. Entitas tersebut dinamai TikTok USDS Joint Venture LLC. Berdasarkan memo dikirim oleh Chew seperti dikutip CNBC internasional pada Jumat (19/12/2025), kesepakatan telah ditandatangani dengan tiga investor pengelola yaitu Oracle, Silver […]

expand_less