Pengangguran Jambi Naik Jadi 4,10 Persen, Pekerja Informal Makin Dominan
- account_circle say say
- calendar_month 46 menit yang lalu
- print Cetak

ILUSTRASI/FOTO: Pengangguran Jambi Naik Jadi 4,10 Persen
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Kondisi pasar kerja di Provinsi Jambi menunjukkan dinamika baru pada Mei 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jambi naik menjadi 4,10 persen, meningkat 0,12 persen poin dibandingkan Februari 2026 yang berada di level 3,99 persen.
Data tersebut tertuang dalam Berita Resmi Statistik BPS Provinsi Jambi Nomor 46/08/15/Th. XX yang dirilis 5 Agustus 2026. Kenaikan TPT terjadi ketika jumlah angkatan kerja justru bertambah. Pada Mei 2026, angkatan kerja Jambi mencapai 1,89 juta orang, naik sekitar 18,23 ribu orang dibanding Februari.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 1,81 juta orang bekerja, sedangkan sekitar 77,55 ribu orang masih menganggur. Jumlah penduduk bekerja meningkat 15,30 ribu orang dibanding Februari. BPS juga mencatat Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) meningkat menjadi 66,09 persen, naik 0,41 persen poin. Artinya, semakin banyak penduduk usia kerja yang masuk ke pasar kerja.
Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi tulang punggung penyerapan tenaga kerja Jambi.
Pada Mei 2026, sektor tersebut menyerap 778,88 ribu pekerja atau 42,98 persen dari total penduduk bekerja. Jumlah ini meningkat 9,33 ribu orang dibanding Februari. Posisi berikutnya ditempati sektor perdagangan besar dan eceran yang menyerap 292,88 ribu pekerja atau 16,16 persen.
Sementara industri pengolahan menyerap 122,55 ribu pekerja atau 6,76 persen. Selain pertanian, sektor konstruksi juga mencatat penambahan tenaga kerja sebesar 7,76 ribu orang. Pengangkutan dan pergudangan meningkat 4,63 ribu orang.
Namun, tidak semua sektor mengalami peningkatan. Tenaga kerja pada aktivitas keuangan dan asuransi turun 6,99 ribu orang. Sektor penyediaan akomodasi dan makan minum juga berkurang 5,51 ribu orang.
Persoalan lain terlihat dari struktur pekerjaan. BPS mencatat pekerja informal justru semakin dominan. Pada Mei 2026, sebanyak 1,01 juta orang atau 55,84 persen penduduk bekerja berada pada kegiatan informal. Sebaliknya, pekerja formal hanya 800,28 ribu orang atau 44,16 persen.
Porsi pekerja formal tersebut turun 3,62 persen poin dibanding Februari. Dari sisi status pekerjaan, pekerja dengan status buruh, karyawan atau pegawai masih menjadi kelompok terbesar dengan porsi 37,92 persen. Sementara jumlah penduduk yang berusaha sendiri meningkat menjadi 19,44 persen.
BPS juga menemukan bahwa pekerjaan yang tersedia belum sepenuhnya memberikan jam kerja penuh. Sebanyak 770,14 ribu pekerja atau 42,50 persen tergolong pekerja tidak penuh karena bekerja kurang dari 35 jam per minggu. Dari jumlah tersebut, pekerja paruh waktu mencapai 35,32 persen, meningkat tajam dibanding Februari yang sebesar 30,23 persen. Sementara tingkat setengah pengangguran tercatat 7,18 persen.
Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan ketenagakerjaan Jambi bukan hanya soal jumlah pengangguran terbuka, tetapi juga kualitas dan kecukupan pekerjaan yang tersedia. Berdasarkan wilayah tempat tinggal, TPT perkotaan mencapai 5,04 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan perdesaan yang sebesar 3,45 persen.
TPT perkotaan bahkan naik 1,45 persen poin dibanding Februari. Sebaliknya, TPT perdesaan turun 0,80 persen poin. Dari sisi pendidikan, lulusan SMA memiliki tingkat pengangguran tertinggi sebesar 6,93 persen, disusul SMK 6,54 persen dan lulusan universitas 5,14 persen.
Data tersebut menunjukkan tantangan pasar kerja Jambi tidak hanya terletak pada penciptaan lapangan kerja, tetapi juga bagaimana meningkatkan kualitas pekerjaan, memperluas kesempatan kerja formal dan mempertemukan kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan dunia usaha.
Sumber: BPS Provinsi Jambi, Sakernas Mei 2026.
- Penulis: say say
