Rabu, 10 Jun 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » Mendag Budi Santoso Bantah MBG Jadi Penyebab Harga Ayam Naik, Rata-rata Nasional Rp40.259 per Kg

Mendag Budi Santoso Bantah MBG Jadi Penyebab Harga Ayam Naik, Rata-rata Nasional Rp40.259 per Kg

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso membantah program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi penyebab utama kenaikan harga daging ayam di sejumlah daerah. Menurut dia, kenaikan harga komoditas pada dasarnya dipengaruhi oleh mekanisme permintaan dan pasokan. Saat permintaan meningkat dan disertai kepastian pasar, produksi akan menyesuaikan secara linear sehingga harga cenderung stabil.

“Justru sekarang ketika permintaan itu grafiknya begini (meningkat), ada kepastian, justru produksi itu ngikutin (naik) ya linear gitu, ngikutin permintaan. Sehingga harga malah cenderung stabil,” ujar Budi saat ditemui di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Rabu (18/2/2026).

Ia menegaskan, tidak ada lonjakan harga signifikan yang bisa langsung dikaitkan dengan kebutuhan ayam untuk program MBG.

“Coba lihat apakah banyak (permintaan) terus tiba-tiba harga melonjak karena MBG? Kan nggak ada,” katanya.

Sebelumnya, harga daging ayam dilaporkan menyentuh Rp45.000 per kilogram di beberapa wilayah. Namun, berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2K), rata-rata harga nasional masih berada di angka Rp40.259 per kilogram.

Budi menjelaskan, angka Rp45.000 per kilogram tidak mencerminkan rata-rata nasional. Di sejumlah daerah, harga bahkan masih berada di bawah Rp40.000 per kilogram.

“Jadi bukan berarti rata-rata nasionalnya Rp45 ribu. Tapi yang harga mahal tadi, Rp45 ribu per Kg ya tetap kita cek. Kita cek terus kenapa dia mahal, mungkin pasokannya kurang atau memang pasar itu tiba-tiba kebutuhannya meningkat. Kita pastikan jangan sampai mahal. Semua kita usahakan sesuai harga acuan atau HET,” ujarnya.

Kementerian Perdagangan juga meminta pelaku usaha memastikan distribusi berjalan lancar, terutama ke daerah yang mengalami kenaikan harga. Budi mengakui, tren kenaikan permintaan biasanya terjadi menjelang Ramadan dan Lebaran. Meski demikian, pemerintah meminta pasokan tetap terjaga agar harga tidak melonjak.

“Biasanya kalau mendekati Lebaran, permintaan menjadi meningkat. Tapi kita minta diantisipasi, meskipun Lebaran atau Nataru, pasokan harus terjaga. Jadi ketika permintaan melonjak, ya tetap harus harga stabil,” tandasnya.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cuaca Jambi Hari Ini 17 November 2025: Hujan Ringan Merata, Beberapa Daerah Berpotensi Petir

    Cuaca Jambi Hari Ini 17 November 2025: Hujan Ringan Merata, Beberapa Daerah Berpotensi Petir

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk Provinsi Jambi hari ini, Senin (17/11/2025). Mayoritas wilayah di Jambi diprediksi akan diguyur hujan ringan, sementara sejumlah daerah berpotensi mengalami hujan disertai petir pada siang hingga malam hari. Cuaca lembap dan suhu yang relatif rendah tinggi di setiap kabupaten/kota juga menandakan kondisi atmosfer […]

  • Ini Spesifikasi Mahindra Scorpio yang Bakal Jadi Mobil Operasional KDKMP

    Ini Spesifikasi Mahindra Scorpio yang Bakal Jadi Mobil Operasional KDKMP

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kendaraan Mahindra Scorpio Pickup kini menjadi pusat perhatian setelah puluhan ribu unitnya dipilih sebagai kendaraan operasional dalam program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP/Koperasi Merah Putih). Dikutip dari Antara, Selasa (3/3/2026), perusahaan akan mengekspor 35.000 unit pikap Scorpio ke Indonesia pada 2026. Ini menjadikannya salah satu penjualan ekspor terbesar dalam sejarah produsen asal India […]

  • Harga Sembako di Pasar Talang Banjar Jambi Stabil, Bawang Putih Naik 20 Persen per 9 Juni 2026

    Harga Sembako di Pasar Talang Banjar Jambi Stabil, Bawang Putih Naik 20 Persen per 9 Juni 2026

    • calendar_month 23 jam yang lalu
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Perkembangan harga bahan pokok di Pasar Rakyat Talang Banjar, Kota Jambi, pada Selasa (9/6/2026) menunjukkan kondisi relatif stabil. Meski demikian, sejumlah komoditas mengalami kenaikan dan penurunan harga yang cukup mencolok. Berdasarkan data SIHARKO milik Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, harga beras secara umum tidak mengalami perubahan. Beras Naruto dan Beras Belido dijual […]

  • Mazda Tetap Pertahankan Filosofi Jinba Ittai dalam Desain Mobil

    Mazda Tetap Pertahankan Filosofi Jinba Ittai dalam Desain Mobil

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM –  Pabrikan kendaraan dari Jepang Mazda mempertahankan filosofi turun temurun-temurun jinba ittai dalam desain mobil mereka yang modern, termasuk untuk mobil yang beredar di Indonesia. “Apapun powertrain (sistem tenaga)-nya yang penting harus jinba ittai,” kata Managing Director PT Eurokars Motor Indonesia Ricky Thio, selaku agen tunggal pemegang merek (ATPM) Mazda di Indonesia, dikutip dari […]

  • Sinyal Waspada! Ketidakpastian Kebijakan Disebut Tekan Rupiah

    Sinyal Waspada! Ketidakpastian Kebijakan Disebut Tekan Rupiah

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah pada perdagangan Jumat pagi (22/5/2026) kembali bergerak di zona merah. Mata uang Garuda tercatat melemah 10 poin atau sekitar 0,06 persen terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pelemahan tersebut membuat rupiah berada di level Rp17.677 per dolar AS, dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di angka Rp17.667 per dolar AS. […]

  • IMF Peringatkan: Utang Dunia Siap Menembus 100% PDB Global, Sinyal Bahaya bagi Ekonomi dan Pasar Keuangan

    IMF Peringatkan: Utang Dunia Siap Menembus 100% PDB Global, Sinyal Bahaya bagi Ekonomi dan Pasar Keuangan

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Dunia menghadapi ancaman baru di tengah ketidakpastian ekonomi global. Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan total utang pemerintah dunia akan mencapai 100 persen dari produk domestik bruto (PDB) global pada 2029, level tertinggi sejak Perang Dunia II. Kenaikan tajam ini mencerminkan beban fiskal yang kian berat setelah pandemi COVID-19. Selama krisis, banyak negara menambah […]

expand_less