Selasa, 25 Agu 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Sinyal Waspada! Ketidakpastian Kebijakan Disebut Tekan Rupiah

Sinyal Waspada! Ketidakpastian Kebijakan Disebut Tekan Rupiah

  • account_circle -
  • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah pada perdagangan Jumat pagi (22/5/2026) kembali bergerak di zona merah. Mata uang Garuda tercatat melemah 10 poin atau sekitar 0,06 persen terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Pelemahan tersebut membuat rupiah berada di level Rp17.677 per dolar AS, dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di angka Rp17.667 per dolar AS.

Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menilai pelemahan rupiah dipengaruhi oleh ketidakpastian kebijakan di dalam negeri yang masih menjadi perhatian pelaku pasar.

“Rupiah terdepresiasi terhadap dolar AS, dipengaruhi oleh ketidakpastian kebijakan domestik,” katanya dikutip dari Antara, Jumat (22/5/2026).

Pergerakan nilai tukar rupiah masih menjadi sorotan pasar seiring berbagai sentimen ekonomi yang berkembang, baik dari dalam negeri maupun faktor eksternal yang turut memengaruhi arah pergerakan mata uang.

Investor disebut mulai mengantisipasi kebijakan baru terkait proses tata kelola ekspor yang akan memusatkan transaksi ekspor untuk beberapa komoditas di bawah Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Selain itu, investor turut beralih ke aset lain menjelang pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada bulan Juni mendatang.

Dia menyampaikan bahwa penguatan dolar AS menyusul rilis sejumlah indikator ekonomi AS yang positif.

Melihat dari sisi pasar tenaga kerja, Klaim Pengangguran Awal AS untuk pekan yang berakhir pada 16 Mei 2026 turun menjadi 209 ribu dari 212 ribu, lebih rendah dari perkiraan pasar sebesar 210 ribu, yang mengimplikasikan pasar tenaga kerja AS yang ketat.

Sementara itu, dari sektor riil menunjukkan data Preliminary S&P Global PMI Manufaktur secara tak terduga naik menjadi 55,3 pada Mei 2026 dari 54,5 sebelumnya, melebihi ekspektasi 53,8 dan menandakan ketahanan di sektor manufaktur AS di tengah ketidakpastian global.

Rilis data ini menunjukkan bahwa ekonomi AS tetap tangguh, sehingga mengurangi ekspektasi pelonggaran moneter oleh The Fed.

“Namun, kemudian pada sesi tersebut, penguatan dolar AS tertahan karena optimisme mengenai potensi kesepakatan perdamaian muncul kembali setelah pemerintah Iran menyatakan bahwa proposal terbaru dari AS telah mulai menjembatani kesenjangan antara kedua pihak,” ujar Josua.

Berdasarkan faktor-faktor tersebut, rupiah diperkirakan berkisar Rp17.600-Rp17.725 per dolar AS.(*)

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Banjir Besar Putuskan Jaringan, Komdigi Pasang 10 Titik Internet Satelit di Aceh–Sumut–Sumbar

    Banjir Besar Putuskan Jaringan, Komdigi Pasang 10 Titik Internet Satelit di Aceh–Sumut–Sumbar

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Banjir bandang yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat menyebabkan jaringan komunikasi di sejumlah titik terputus. Untuk mempercepat pemulihan konektivitas, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyiapkan 10 lokasi layanan internet satelit Satria-1 sebagai akses darurat. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan bahwa pemulihan konektivitas menjadi prioritas pemerintah di tengah kondisi infrastruktur […]

  • Terseret Harga Minyak Dunia, Rupiah Melemah ke Level Rp17.655

    Terseret Harga Minyak Dunia, Rupiah Melemah ke Level Rp17.655

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah kembali bergerak di zona merah pada perdagangan Kamis (21/5/2026) pagi. Mata uang Garuda tercatat melemah tipis di tengah penguatan dolar Amerika Serikat (AS). Berdasarkan data yang diperoleh Jambisnis.com dari Antara, rupiah turun 1 poin atau 0,01 persen menjadi Rp17.655 per dolar AS. Posisi tersebut lebih rendah dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya […]

  • Jepang Siapkan Pinjaman Rp171 Triliun untuk Amankan Pasokan Minyak Asia Tenggara

    Jepang Siapkan Pinjaman Rp171 Triliun untuk Amankan Pasokan Minyak Asia Tenggara

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Jepang mengambil langkah strategis untuk menjaga stabilitas energi kawasan dengan menyiapkan bantuan pinjaman sebesar US$10 miliar atau setara Rp171,34 triliun bagi negara-negara Asia, khususnya Asia Tenggara. Kebijakan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada lonjakan harga minyak global serta gangguan rantai pasok energi. Perdana Menteri Jepang, Sanae […]

  • Warga Jambi Bisa Cuan! Harga Perak Antam Anjlok, Saatnya Borong?

    Warga Jambi Bisa Cuan! Harga Perak Antam Anjlok, Saatnya Borong?

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Momen menarik datang dari pasar logam mulia. Harga perak murni produksi Antam pada Selasa (9/6/2026) mengalami koreksi tajam. Hal ini membuka peluang bagi warga Jambi untuk memanfaatkan situasi ini, untuk menambah koleksi peraknya. Berdasarkan data dari laman Logam Mulia yang dihimpun Jambisnis.com, harga perak Antam hari ini turun Rp150 menjadi Rp45.650 per gram. […]

  • BSDE Catat Prapenjualan Rp7,1 Triliun di Kuartal III-2025, Capai 71 Persen dari Target Tahunan

    BSDE Catat Prapenjualan Rp7,1 Triliun di Kuartal III-2025, Capai 71 Persen dari Target Tahunan

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Perusahaan properti milik Grup Sinar Mas Land, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), mencatatkan prapenjualan (marketing sales) sebesar Rp7,10 triliun hingga kuartal III-2025. Angka ini setara 71 persen dari target tahunan sebesar Rp10 triliun. Direktur BSDE Hermawan Wijaya mengatakan, capaian tersebut tumbuh 4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp6,84 triliun, […]

  • Ini Daftar Terbaru Bunga Deposito BRI, Mandiri & BNI Februari 2026

    Ini Daftar Terbaru Bunga Deposito BRI, Mandiri & BNI Februari 2026

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Deposito masih menjadi salah satu instrumen investasi favorit masyarakat di tengah ketidakpastian pasar. Selain aman karena dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), deposito juga menawarkan kepastian imbal hasil yang tidak terpengaruh fluktuasi pasar seperti saham maupun kripto. Keunggulan lainnya, suku bunga deposito umumnya lebih tinggi dibandingkan tabungan biasa. Imbal hasil sudah diketahui sejak […]

expand_less