Senin, 12 Okt 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Sinyal Waspada! Ketidakpastian Kebijakan Disebut Tekan Rupiah

Sinyal Waspada! Ketidakpastian Kebijakan Disebut Tekan Rupiah

  • account_circle -
  • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah pada perdagangan Jumat pagi (22/5/2026) kembali bergerak di zona merah. Mata uang Garuda tercatat melemah 10 poin atau sekitar 0,06 persen terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Pelemahan tersebut membuat rupiah berada di level Rp17.677 per dolar AS, dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di angka Rp17.667 per dolar AS.

Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menilai pelemahan rupiah dipengaruhi oleh ketidakpastian kebijakan di dalam negeri yang masih menjadi perhatian pelaku pasar.

“Rupiah terdepresiasi terhadap dolar AS, dipengaruhi oleh ketidakpastian kebijakan domestik,” katanya dikutip dari Antara, Jumat (22/5/2026).

Pergerakan nilai tukar rupiah masih menjadi sorotan pasar seiring berbagai sentimen ekonomi yang berkembang, baik dari dalam negeri maupun faktor eksternal yang turut memengaruhi arah pergerakan mata uang.

Investor disebut mulai mengantisipasi kebijakan baru terkait proses tata kelola ekspor yang akan memusatkan transaksi ekspor untuk beberapa komoditas di bawah Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Selain itu, investor turut beralih ke aset lain menjelang pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada bulan Juni mendatang.

Dia menyampaikan bahwa penguatan dolar AS menyusul rilis sejumlah indikator ekonomi AS yang positif.

Melihat dari sisi pasar tenaga kerja, Klaim Pengangguran Awal AS untuk pekan yang berakhir pada 16 Mei 2026 turun menjadi 209 ribu dari 212 ribu, lebih rendah dari perkiraan pasar sebesar 210 ribu, yang mengimplikasikan pasar tenaga kerja AS yang ketat.

Sementara itu, dari sektor riil menunjukkan data Preliminary S&P Global PMI Manufaktur secara tak terduga naik menjadi 55,3 pada Mei 2026 dari 54,5 sebelumnya, melebihi ekspektasi 53,8 dan menandakan ketahanan di sektor manufaktur AS di tengah ketidakpastian global.

Rilis data ini menunjukkan bahwa ekonomi AS tetap tangguh, sehingga mengurangi ekspektasi pelonggaran moneter oleh The Fed.

“Namun, kemudian pada sesi tersebut, penguatan dolar AS tertahan karena optimisme mengenai potensi kesepakatan perdamaian muncul kembali setelah pemerintah Iran menyatakan bahwa proposal terbaru dari AS telah mulai menjembatani kesenjangan antara kedua pihak,” ujar Josua.

Berdasarkan faktor-faktor tersebut, rupiah diperkirakan berkisar Rp17.600-Rp17.725 per dolar AS.(*)

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mendag Bantah Harga Daging Mahal Akibat Dominansi Kuota Impor BUMN

    Mendag Bantah Harga Daging Mahal Akibat Dominansi Kuota Impor BUMN

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso membantah anggapan mahalnya harga daging sapi di pasar disebabkan dominasi kuota impor yang diberikan kepada badan usaha milik negara (BUMN). Ia menegaskan pasokan daging nasional dalam kondisi aman dan tidak terjadi penahanan stok. Pemerintah menetapkan kuota impor daging sapi tahun ini melalui Neraca Komoditas (NK) 2026, dengan porsi […]

  • OJK Catat Kinerja Sektor Jasa Keuangan Provinsi Jambi 2025 Tumbuh Positif

    OJK Catat Kinerja Sektor Jasa Keuangan Provinsi Jambi 2025 Tumbuh Positif

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Jambi (OJK Jambi) mencatat kinerja Industri Jasa Keuangan di Provinsi Jambi stabil dan tumbuh positif pada November 2025. Kinerja Sektor Jasa Keuangan (SJK) di Provinsi Jambi didorong oleh meningkatnya aktivitas ekonomi, kepercayaan konsumen yang membaik, serta inovasi di berbagai segmen industri jasa keuangan. Kepala OJK Provinsi Jambi, Yan Iswara […]

  • paspor dan perlengkapan travel

    Lepas dari Indonesia, Kini Paspor Timor Leste Lebih Kuat dari Indonesia

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Paspor Indonesia “kalah kuat” dari paspor Timor Leste. Daftar Global Passport Power Rank 2025 versi Passport Index menunjukkan, posisi paspor Indonesia ternyata berada di bawah Timor Leste. Berdasarkan data Passport Index 2025, paspor Indonesia berada di peringkat ke-54 dunia dengan akses bebas visa ke 92 negara. Sementara Timor Leste menempati posisi ke-45, dengan […]

  • Luhut Ungkap Tiga Keuntungan Perjanjian Dagang RI-AS, Akses Tarif 0 Persen untuk 1.819 Produk

    Luhut Ungkap Tiga Keuntungan Perjanjian Dagang RI-AS, Akses Tarif 0 Persen untuk 1.819 Produk

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkap tiga keuntungan utama bagi Indonesia setelah penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat. Menurut Luhut, perjanjian tersebut merupakan langkah strategis untuk menjaga kepentingan nasional sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di tengah ketidakpastian perdagangan global. “Perjanjian ini memastikan posisi Indonesia tetap […]

  • Emas Digital Kompak Naik Tajam, Cek Update Disini!

    Emas Digital Kompak Naik Tajam, Cek Update Disini!

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas digital terpantau menguat pada perdagangan Senin (22/6/2026). Penguatan tersebut sejalan dengan pergerakan harga emas global serta tekanan pada nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Sementara itu, minat masyarakat terhadap emas digital terus bertumbuh. Investasi pada emas digital makin populer karena dapat diakses secara online, fleksibel, dan bisa membeli emas […]

  • Sudah Dihitung Prabowo, 10.000 masih Bisa Pakai Ayam dan Telur

    Sudah Dihitung Prabowo, 10.000 masih Bisa Pakai Ayam dan Telur

    • calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang menyampaikan, Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk menyiapkan dua jenis lauk dalam hidangan Makan Bergizi Gratis (MBG) setiap harinya. “Selain susu, harus ada dua jenis lauk, bukan satu,” kata Nanik, dalam keterangan resmi, Rabu (15/10/2025). Nanik mengatakan, instruksi tersebut langsung disampaikan oleh Presiden, […]

expand_less