IHSG Rebound ke 6.162, Saham Batu Bara dan Big Caps Angkat Pasar
- account_circle say say
- calendar_month 14 menit yang lalu
- print Cetak

Pada penutupan Jumat (22/5), sebanyak 449 saham menguat, 251 terkoreksi, dan 118 stagnan. (FOTO:ANTARA/Puspa Perwitasari).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya bangkit setelah sepekan tertekan, dengan kenaikan 1,10 persen ke level 6.162 yang menandai kembalinya optimisme investor di tengah sentimen global.
IHSG menguat 67,11 poin ke level 6.162,05 pada penutupan perdagangan Jumat, 22 Mei 2026. Kenaikan ini menjadi yang pertama setelah indeks terus berada di zona merah sepanjang pekan.
Pasar mencatat 466 saham menguat, 271 saham melemah, dan 222 saham stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp20,16 triliun dengan volume perdagangan 37,45 miliar saham.
Meski menguat, IHSG masih mencatat koreksi 8,35 persen dalam sepekan dan anjlok 18,48 persen dalam sebulan terakhir. Kapitalisasi pasar saat ini berada di level Rp10.634 triliun.
Saham perbankan besar masih bergerak variatif. Saham BBCA turun 0,64 persen ke Rp5.900, sementara BMRI melemah 1,20 persen dan BBNI terkoreksi 0,53 persen. Sebaliknya, BBRI justru menguat 0,99 persen.
Sejumlah saham berkapitalisasi besar ikut mendorong penguatan IHSG. Saham ADRO melonjak 6,33 persen, sementara BRPT naik 4,90 persen. Saham lain seperti DCII, MORA, dan PANI juga mencatat penguatan signifikan.
Analis menyebut investor mulai merespons positif perkembangan geopolitik, terutama peluang meredanya konflik antara Iran dan Amerika Serikat. Pasar merespons optimisme kesepakatan damai yang dimediasi pihak ketiga, meski investor masih menunggu kepastian lebih lanjut. Di sisi lain, investor juga mencermati data inflasi Jepang yang turun menjadi 1,4 persen secara tahunan pada April 2026.
Dari dalam negeri, pelaku pasar menunggu rilis data neraca pembayaran (Balance of Payments/BOP) sebagai penentu arah berikutnya. Analis menilai investor masih bersikap hati-hati karena ketidakpastian global belum sepenuhnya mereda.
- Penulis: say say

