Kamis, 14 Mei 2026
light_mode
Beranda » Otobiz » Toyota Soroti Kesiapan Industri Lokal dalam Wacana Insentif Mobil Listrik 2026

Toyota Soroti Kesiapan Industri Lokal dalam Wacana Insentif Mobil Listrik 2026

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Toyota Indonesia menyatakan siap mengikuti regulasi baru terkait insentif mobil listrik 2026 yang tengah diwacanakan pemerintah. Meski demikian, Toyota menegaskan penyusunan aturan tersebut harus mempertimbangkan kesiapan industri lokal, baik dari sisi hulu maupun hilir.

Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Nandi Julyanto, mengatakan sebagai pelaku industri, Toyota akan mematuhi setiap regulasi yang ditetapkan pemerintah. Namun, menurutnya, kebijakan insentif kendaraan listrik tidak bisa diterapkan secara instan tanpa kesiapan industri pendukung.

“Kalau itu regulasi, tentu kami harus mengikuti. Tapi kesiapan industri lokal itu penting untuk diperhatikan,” kata Nandi di Jakarta, Senin (26/1/2026).

Nandi menjelaskan, kebijakan insentif mobil listrik yang mensyaratkan penggunaan bahan baku lokal, termasuk baterai, harus disesuaikan dengan kemampuan industri nasional. Proses menuju tingkat kandungan lokal tinggi, lanjut dia, perlu dilakukan secara bertahap.

“Kalau sudah sampai purchase part atau material, tentu harus dilihat kesiapan industri lokalnya seperti apa. Itu yang menjadi perhatian,” ujarnya.

Toyota juga menyoroti pentingnya kesiapan industri pendukung dalam penyusunan kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Salah satu sektor yang disinggung adalah industri baja otomotif yang meski volumenya tidak besar, namun membutuhkan standar kualitas tinggi.

Selain itu, Nandi menekankan pengembangan industri baterai kendaraan listrik memerlukan persiapan menyeluruh, tidak hanya dari sisi regulasi dan ketersediaan sumber daya alam, tetapi juga investasi, sumber daya manusia, serta teknologi.

“Kesiapan dari masing-masing industri itu harus benar-benar dilihat,” ucapnya.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan pemerintah telah mengajukan usulan insentif dan stimulus otomotif 2026 kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Insentif tersebut ditujukan untuk menjaga keberlangsungan industri otomotif nasional serta melindungi tenaga kerja.

Pemerintah juga tengah mempertimbangkan skema insentif berdasarkan segmentasi kendaraan, teknologi, serta tingkat TKDN. Dalam skema tersebut, kendaraan listrik dengan baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) disebut berpotensi menerima insentif lebih kecil dibandingkan baterai berbasis nikel.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Negosiasi Gagal, AS Blokade Selat Hormuz dan Siap Hancurkan Kapal Iran

    Negosiasi Gagal, AS Blokade Selat Hormuz dan Siap Hancurkan Kapal Iran

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali meningkat setelah negosiasi yang berlangsung di Islamabad, Pakistan, gagal mencapai kesepakatan. Presiden AS Donald Trump bahkan mengambil langkah agresif dengan memulai blokade terhadap Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak dunia. Langkah ini menandai eskalasi baru dalam konflik antara Washington dan Teheran. Trump […]

  • Harga Emas Antam Terus Meningkat, Cek Disini!

    Harga Emas Antam Terus Meningkat, Cek Disini!

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas Antam terus meningkat. Bila sebelumnya dibanderol Rp2.415.000, kini emas Antam menjadi Rp2.425.000 per gram mengalami kenaikan sebesar Rp10.000. Emas Antam paling murah kini dibanderol Rp1,26 juta, sedangkan emas Antam paling mahal dihargai Rp2,36 miliar. Sementara itu, harga beli kembali (buyback) emas Antam juga menguat menjadi Rp2.286.000 per gram. Transaksi harga jual […]

  • Ternyata Hal Ini yang Membuat Indef Ingatkan Danantara

    Ternyata Hal Ini yang Membuat Indef Ingatkan Danantara

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai pemerintah perlu menghadirkan skema berbagi risiko yang konkret yang menjamin pendapatan program makan bergizi gratis (MBG) dapat diprediksi. Dengan begitu, proyek ini dapat masuk kategori bankable. Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef M. Rizal Taufikurahman menyampaikan skema yang konkret dibutuhkan mengingat bank memerlukan kestabilan […]

  • Diasapi Dua Kali oleh Veda Ega Pratama, Rico Salmela Introspeksi Jelang Seri Berikutnya

    Diasapi Dua Kali oleh Veda Ega Pratama, Rico Salmela Introspeksi Jelang Seri Berikutnya

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pembalap muda Rico Salmela mulai melakukan evaluasi diri usai dua kali kalah bersaing dari Veda Ega Pratama dalam dua seri awal Moto3 2026. Pada seri pembuka di Thailand dan Brasil, Veda tampil lebih konsisten dengan finis di posisi kelima dan ketiga. Sementara itu, Salmela harus puas finis di posisi ke-19 dan keenam. Hasil […]

  • Operator Seluler Peringatkan Risiko Kuota Internet Tanpa Masa Berlaku di MK

    Operator Seluler Peringatkan Risiko Kuota Internet Tanpa Masa Berlaku di MK

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Operator seluler memperingatkan potensi dampak besar jika kebijakan kuota internet tanpa masa berlaku dan sistem rollover diterapkan secara luas. Peringatan itu disampaikan dalam sidang uji materi Undang-Undang Cipta Kerja di Mahkamah Konstitusi, Senin, 4 Mei 2026. Perwakilan operator, Sukaca Purwokardjono dari XL Smart, menyebut skema kuota tanpa batas waktu secara teori memungkinkan, tetapi […]

  • Asosiasi Perhiasan Curhat ke Menkeu Purbaya, Minta Tindak Produsen Ilegal yang Tak Bayar Pajak

    Asosiasi Perhiasan Curhat ke Menkeu Purbaya, Minta Tindak Produsen Ilegal yang Tak Bayar Pajak

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menerima aspirasi dari asosiasi produsen perhiasan yang mengeluhkan praktik produksi ilegal di industri perhiasan. Produsen ilegal tersebut disebut menjual produk tanpa membayar pajak, sehingga menimbulkan ketimpangan aturan pajak bagi pelaku usaha resmi. Pertemuan antara Purbaya dan asosiasi produsen perhiasan berlangsung di Kementerian Keuangan, Kamis (23/10/2025). Dalam kesempatan itu, […]

expand_less