Kamis, 30 Apr 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Harga Elpiji 3 Kg di Nunukan Tembus Rp 80.000, Warga Keluhkan Penjualan di Atas HET

Harga Elpiji 3 Kg di Nunukan Tembus Rp 80.000, Warga Keluhkan Penjualan di Atas HET

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Jum, 6 Mar 2026

JAMBISNIS.COM – Harga elpiji subsidi 3 kilogram atau gas melon di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, melonjak hingga Rp 80.000 per tabung di tingkat pengecer. Lonjakan harga tersebut jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah daerah sebesar Rp 30.000 per tabung di tingkat pangkalan.

Kondisi ini memicu keluhan warga yang merasa terbebani dengan harga gas subsidi yang semakin mahal.

“Baru-baru ada yang tawarkan Rp 70.000. Tapi saya tidak beli karena baru beli tabung lain. Gila-gilaan harga elpiji melon sekarang,” kata Syarif, seorang penjual kuliner di Jalan Lingkar Nunukan, Kamis (5/3/2026).

Keluhan serupa juga disampaikan Jack, pedagang di Pasar Jamaker. Ia mengatakan harga gas melon saat ini sudah mencapai Rp 70.000 hingga Rp 80.000 per tabung di tingkat pengecer.

Menurut dia, tingginya harga gas juga dipengaruhi kondisi ekonomi di wilayah perbatasan dengan Malaysia.

“Sekarang mahal elpiji. Mereka tahu gas Malaysia sampai Rp 350.000 karena ringgit naik. Momennya mungkin, makanya gas melon dijual sampai Rp 70.000 bahkan Rp 80.000,” ujarnya.

Sebagai informasi, HET elpiji 3 kg di Nunukan sebelumnya ditetapkan Rp 20.000 per tabung. Namun sejak awal 2025, harga tersebut naik menjadi Rp 30.000 setelah subsidi ongkos angkut kapal dicabut.

Kebijakan itu membuat harga gas melon di pangkalan resmi meningkat, sementara di tingkat pengecer harga bisa melonjak jauh lebih tinggi.

Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Nunukan Rohadiansyah mengatakan pemerintah daerah telah melakukan pengecekan terhadap agen dan pangkalan elpiji dalam beberapa hari terakhir.

Ia menyebut sebagian besar lonjakan harga terjadi di tingkat pengecer yang menjual gas di atas HET.

“Terkait harga di atas ketentuan, dipastikan dari pengecer,” kata Rohadiansyah.

Pemerintah daerah juga menempatkan petugas di sejumlah pangkalan elpiji untuk mengawasi distribusi dan mencegah penjualan di atas harga yang ditetapkan. Menurut Rohadiansyah, jika ditemukan pangkalan yang menjual elpiji di atas HET, pemerintah akan menindak sesuai aturan yang berlaku. Ia juga mengakui fenomena penjualan elpiji di atas harga resmi kerap terjadi, terutama pada momen tertentu ketika permintaan masyarakat meningkat. Pemerintah daerah berharap pengawasan yang diperketat dapat menekan lonjakan harga gas melon agar kembali sesuai ketentuan yang berlaku.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • UMK Jawa Barat 2026 Diproyeksi Naik 10,5 Persen, Kota Bekasi Tertinggi dan Banjar Terendah

    UMK Jawa Barat 2026 Diproyeksi Naik 10,5 Persen, Kota Bekasi Tertinggi dan Banjar Terendah

    • calendar_month Rab, 5 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kabar terbaru datang dari sektor ketenagakerjaan. Jika usulan kenaikan upah minimum kabupaten/kota (UMK) 2026 sebesar 10,5 persen disetujui, maka Kota Bekasi akan kembali mencatatkan diri sebagai wilayah dengan UMK tertinggi di Provinsi Jawa Barat, sementara Kota Banjar menjadi yang terendah. Menurut laporan Bisnis.com, kalangan buruh melalui Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengajukan kenaikan […]

  • Harga Perak Akan Mengalami Kenaikan Seiring Meningkatnya Permintaan Mobil Listrik

    Harga Perak Akan Mengalami Kenaikan Seiring Meningkatnya Permintaan Mobil Listrik

    • calendar_month Sel, 7 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Prospek harga perak dinilai semakin cerah seiring melonjaknya permintaan dari sektor energi baru terbarukan (EBT) dan kendaraan listrik (EV) yang terus meningkat secara global. Analis Keuangan Finex Brahmantya Himawan mengatakan dua sektor tersebut menjadi katalis utama yang menciptakan tekanan struktural terhadap pasokan global, sehingga berpotensi mendorong harga perak naik dalam jangka menengah hingga […]

  • 27.000 Ha Sawah di Sumatra Terendam Banjir, 385 Ha Puso

    27.000 Ha Sawah di Sumatra Terendam Banjir, 385 Ha Puso

    • calendar_month Sen, 1 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kementerian Pertanian (Kementan) mengonfirmasi bahwa sekitar 27.000 hektare lahan padi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat terdampak banjir besar yang terjadi sejak akhir November 2025. Dari total tersebut, 385 hektare dipastikan mengalami kerusakan berat atau puso, sementara sekitar 200 hektare lahan jagung turut terdampak. Sekretaris Jenderal Kementan, Suwandi, mengatakan angka tersebut berasal […]

  • iPhone 17 Resmi Meluncur di Indonesia, Unboxing Tengah Malam

    iPhone 17 Resmi Meluncur di Indonesia, Unboxing Tengah Malam

    • calendar_month Jum, 17 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Penantian penggemar Apple di Indonesia untuk bisa membeli iPhone 17 series akhirnya berakhir. Mulai hari ini, Jumat (17/10/2025), iPhone 17 series resmi tersedia di pasar Indonesia. Mengutip Antara, tepat pukul 00.01 WIB pada Jumat 17 Oktober 2025, seri terbaru iPhone 17, iPhone 17 Pro, iPhone 17 Pro Max, dan iPhone Air resmi diluncurkan […]

  • Nissan Pamer Hybrid dan Navara di IIMS

    Nissan Pamer Hybrid dan Navara di IIMS

    • calendar_month Jum, 6 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nissan Motor Distributor Indonesia (NMDI) menampilkan berbagai model andalan dalam ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 di JI Expo Kemayoran, Jakarta, 5-15 Februari. Pameran ini menegaskan legacy Nissan dalam industri otomotif Indonesia. Model yang dipajang antara lain X-Trail e-Power, Serena e-Power, Terra, dan Navara, masing-masing menghadirkan teknologi dan karakter mobil yang berbeda. […]

  • BRI Pimpin Sindikasi Pembiayaan Sawit Sumbermas Rp 5,2 Triliun untuk Perkuat Industri Sawit Nasional

    BRI Pimpin Sindikasi Pembiayaan Sawit Sumbermas Rp 5,2 Triliun untuk Perkuat Industri Sawit Nasional

    • calendar_month Rab, 19 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI resmi memfasilitasi sindikasi pembiayaan senilai Rp 5,2 triliun kepada PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS). Dalam skema ini, BRI berperan sebagai Original Mandated Lead Arranger & Bookrunner sekaligus Facility Agent, menegaskan kapasitasnya dalam memimpin pembiayaan berskala besar di sektor agribisnis. Wakil Direktur Utama BRI, Agus […]

expand_less