Rupiah Tersungkur Lagi! Tembus Rp18.107 per Dolar AS
- account_circle Darmanto Zebua
- calendar_month 7 jam yang lalu
- print Cetak

ILUSTRASI: Nilai tukar rupiah masih melemah pagi ini.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Nilai tukar (kurs) rupiah kembali tertekan pada pembukaan perdagangan Senin (8/6/2026). Mata uang Indonesia melemah cukup tajam seiring penguatan dolar Amerika Serikat (AS) di pasar global.
Berdasarkan data yang diperoleh Jambisnis.com dari Antara, rupiah tercatat menyusut 71 poin atau 0,39 persen menjadi Rp18.107 per dolar AS. Posisi tersebut turun dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di level Rp18.036 per dolar AS.
Di saat yang sama, indeks dolar AS juga mengalami penguatan. Mata uang Negeri Paman Sam itu naik 0,02 persen ke posisi 100.091.
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi eskalasi baru di Timur Tengah (Timteng)
“Harga minyak yang kembali naik oleh eskalasi baru di Timteng juga ikut menekan rupiah,” ujarnya.
Mengutip Sputnik, Iran menembakkan sejumlah rudal ke Israel utara pada Ahad (7/6/2026) malam. Serangan itu terjadi beberapa jam setelah Iran mengancam akan membalas serangan udara Israel di pinggiran kota Beirut baru-baru ini.
Kantor Perdana Menteri Israel sebelumnya mengatakan tentara Israel menyerang pinggiran kota Beirut selatan di Lebanon untuk membalas penembakan yang dilakukan kelompok Hizbullah. Menurut Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA), serangan udara Israel menghantam dua apartemen di kawasan permukiman tanpa adanya laporan korban jiwa.
Serangan Hizbullah sendiri dipicu Zionis Israel yang terus menyerang puluhan permukiman di Lebanon selatan setiap hari dan mempertahankan kendali tembakan atas sejumlah permukiman di perbatasan. Akibatnya, Hizbullah pun melakukan operasi militer terhadap pasukan penjajah Israel.
Sentimen lain berasal dari rilis data pekerjaan AS Non-Farm Payrolls (NFP) yang lebih baik dari perkiraan.
“Penambahan pekerjaan dari sektor pemerintah 55 ribu pekerjaan, rekreasi dan perhotelan 70 ribu pekerjaan menjelang Piala Dunia,” ungkap Lukman.
Berdasarkan faktor-faktor tersebut, rupiah diperkirakan berkisar Rp18 ribu-Rp18.150 per dolar AS.
Sementara itu, pelaku usaha di daerah, termasuk di Jambi, mulai merasakan dampaknya. Kenaikan biaya bahan baku hingga potensi lonjakan harga barang menjadi ancaman nyata di tengah pelemahan rupiah yang belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan dalam waktu dekat.(*)
- Penulis: Darmanto Zebua
- Editor: Darmanto Zebua

