Kamis, 29 Okt 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » Rupiah Tersungkur Lagi! Tembus Rp18.107 per Dolar AS

Rupiah Tersungkur Lagi! Tembus Rp18.107 per Dolar AS

  • account_circle Darmanto Zebua
  • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Nilai tukar (kurs) rupiah kembali tertekan pada pembukaan perdagangan Senin (8/6/2026). Mata uang Indonesia melemah cukup tajam seiring penguatan dolar Amerika Serikat (AS) di pasar global.

Berdasarkan data yang diperoleh Jambisnis.com dari Antara, rupiah tercatat menyusut 71 poin atau 0,39 persen menjadi Rp18.107 per dolar AS. Posisi tersebut turun dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di level Rp18.036 per dolar AS.

Di saat yang sama, indeks dolar AS juga mengalami penguatan. Mata uang Negeri Paman Sam itu naik 0,02 persen ke posisi 100.091.

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi eskalasi baru di Timur Tengah (Timteng)

“Harga minyak yang kembali naik oleh eskalasi baru di Timteng juga ikut menekan rupiah,” ujarnya.

Mengutip Sputnik, Iran menembakkan sejumlah rudal ke Israel utara pada Ahad (7/6/2026) malam. Serangan itu terjadi beberapa jam setelah Iran mengancam akan membalas serangan udara Israel di pinggiran kota Beirut baru-baru ini.

Kantor Perdana Menteri Israel sebelumnya mengatakan tentara Israel menyerang pinggiran kota Beirut selatan di Lebanon untuk membalas penembakan yang dilakukan kelompok Hizbullah. Menurut Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA), serangan udara Israel menghantam dua apartemen di kawasan permukiman tanpa adanya laporan korban jiwa.

Serangan Hizbullah sendiri dipicu Zionis Israel yang terus menyerang puluhan permukiman di Lebanon selatan setiap hari dan mempertahankan kendali tembakan atas sejumlah permukiman di perbatasan. Akibatnya, Hizbullah pun melakukan operasi militer terhadap pasukan penjajah Israel.

Sentimen lain berasal dari rilis data pekerjaan AS Non-Farm Payrolls (NFP) yang lebih baik dari perkiraan.

“Penambahan pekerjaan dari sektor pemerintah 55 ribu pekerjaan, rekreasi dan perhotelan 70 ribu pekerjaan menjelang Piala Dunia,” ungkap Lukman.

Berdasarkan faktor-faktor tersebut, rupiah diperkirakan berkisar Rp18 ribu-Rp18.150 per dolar AS.

Sementara itu, pelaku usaha di daerah, termasuk di Jambi, mulai merasakan dampaknya. Kenaikan biaya bahan baku hingga potensi lonjakan harga barang menjadi ancaman nyata di tengah pelemahan rupiah yang belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan dalam waktu dekat.(*)

  • Penulis: Darmanto Zebua
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Selat Hormuz Kembali Panas, Trump Tolak Proposal Balasan Iran

    Selat Hormuz Kembali Panas, Trump Tolak Proposal Balasan Iran

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Penolakan cepat Presiden Donald Trump terhadap tanggapan Iran dari proposal perdamaian AS menyebabkan harga minyak melonjak lebih tinggi pada awal perdagangan hari ini, Senin (11/5/2026).  Selain itu, penolakan ini menghancurkan harapan akan segera berakhirnya konflik yang telah berlangsung selama 10 minggu yang telah menyebabkan kerusakan luas di Iran dan Lebanon serta melumpuhkan lalu […]

  • Harga Emas Galeri24 dan UBS Kompak Bertahan, Jual atau Beli?

    Harga Emas Galeri24 dan UBS Kompak Bertahan, Jual atau Beli?

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas produk buatan Galeri24 dan UBS yang dijual di Pegadaian tidak mengalami perubahan harga jual pada Senin (2/2/2026) ini. Keduanya kompak stabil akibat harga emas dunia yang merosot empat persen pada awal pekan ini. Dikutip dari laman resmi Sahabat Pegadaian, harga jual emas Galeri24 stagnan di angka Rp2.981.000 per gram. Begitu pula […]

  • Hilirisasi Komoditas Mulai Buka Peluang Industri Baru di Jambi

    Hilirisasi Komoditas Mulai Buka Peluang Industri Baru di Jambi

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pengembangan industri pengolahan komoditas mulai menjadi perhatian di sejumlah kabupaten di Provinsi Jambi. Sawit di Batang Hari, kelapa di Tanjung Jabung Timur, serta kopi di Kerinci memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah, sehingga kegiatan ekonomi tidak berhenti pada penjualan bahan mentah. Di Kabupaten Batang Hari, investasi menjadi salah satu penggerak kegiatan […]

  • Perak Antam Kembali Tersungkur! Turun Rp500, Harga Makin Tertekan

    Perak Antam Kembali Tersungkur! Turun Rp500, Harga Makin Tertekan

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Tren penurunan harga logam mulia tak hanya terjadi pada emas. Harga perak murni produksi Antam kembali melemah pada perdagangan Selasa (26/5/2026). Mengacu pada laman Logam Mulia, harga perak Antam hari ini turun Rp500 menjadi Rp50.900 per gram. Pelemahan harga perak ini mencerminkan tekanan di pasar logam mulia yang masih dipengaruhi dinamika global. Meski […]

  • Rupiah Melemah Jadi Rp16.641 per Dolar AS

    Rupiah Melemah Jadi Rp16.641 per Dolar AS

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah tertekan pada pembukaan perdagangan hari ini, Jumat (28/11/2025). Rupiah dibuka di level Rp 16.641 per dolar Amerika Serikat (AS). Pelemahan ini terjadi di tengah pasar sepi libur Thanksgiving dan ekspektasi pemangkasan The Fed. Rupiah melemah 5 poin atau 0,03 persen dari sebelumnya Rp16.636 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar […]

  • Efek Samping Cuci Darah pada Pasien Gagal Ginjal Kronis, dari Hipotensi hingga Infeksi

    Efek Samping Cuci Darah pada Pasien Gagal Ginjal Kronis, dari Hipotensi hingga Infeksi

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Prosedur cuci darah atau Dialisis menjadi terapi utama bagi pasien Gagal Ginjal Kronis stadium akhir. Meski efektif menggantikan sebagian fungsi ginjal, tindakan ini tidak lepas dari berbagai efek samping yang perlu diwaspadai. Secara umum, pasien yang menjalani dialisis kerap mengalami kelelahan berkepanjangan. Kondisi ini muncul akibat perubahan keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh […]

expand_less