Rabu, 10 Jun 2026
light_mode
Beranda » Otobiz » Ini Spesifikasi Mahindra Scorpio yang Bakal Jadi Mobil Operasional KDKMP

Ini Spesifikasi Mahindra Scorpio yang Bakal Jadi Mobil Operasional KDKMP

  • account_circle -
  • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Kendaraan Mahindra Scorpio Pickup kini menjadi pusat perhatian setelah puluhan ribu unitnya dipilih sebagai kendaraan operasional dalam program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP/Koperasi Merah Putih).

Dikutip dari Antara, Selasa (3/3/2026), perusahaan akan mengekspor 35.000 unit pikap Scorpio ke Indonesia pada 2026. Ini menjadikannya salah satu penjualan ekspor terbesar dalam sejarah produsen asal India ini.

Soal spesifikasi, Scorpio Pickup dikenal sebagai pikap utilitas berbasis sasis ladder frame yang kokoh, dirancang untuk medan berat. Sasis tersebut membuatnya lebih mudah dimodifikasi menjadi kendaraan operasional seperti mobil patroli, ambulans, kendaraan proyek, hingga versi pikap dengan bak terbuka untuk angkut barang.

Berdasarkan situs resminya yang diakses, mobil ini dibekali mesin diesel 2.2 L mHawk yang mampu menghasilkan tenaga sekitar 140 PS / 140 hp dan torsi puncak 320 Nm, dipadukan dengan transmisi manual 6 percepatan, lengkap dengan perangkat penggerak empat roda (4×4) untuk meningkatkan kemampuan jelajahnya di medan tak rata.

Secara ukuran, Mahindra Scorpio Pickup memiliki panjang mencapai sekitar 5.155–5.165 mm dengan ground clearance setinggi 230 mm, lebih compact dibanding double cabin Toyota Hilux, Mitsubishi Triton, atau Isuzu D-Max yang ada di pasaran Indonesia.

Fitur kenyamanan dasar seperti AC, power window, audio 2DIN, hingga cruise control steering switch tersedia dalam varian tertentu, sedangkan fitur keselamatan mencakup dual airbag, ABS, central locking dengan remot, serta struktur bodi yang diklaim kuat untuk muatan berat.

Dalam segmen pikap niaga, Mahindra Scorpio dapat disandingkan dengan pesaing seperti Toyota Hilux dan Isuzu D‑Max tipe tertentu. Di pasar India, Scorpio menonjol berkat harga yang lebih terjangkau, berkisar antara Rp250 juta hingga Rp300 jutaan.(*)

 

 

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tambang GBC Freeport Kembali Beroperasi Kuartal I-2026, Produksi Emas Bertahap Naik

    Tambang GBC Freeport Kembali Beroperasi Kuartal I-2026, Produksi Emas Bertahap Naik

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Freeport Indonesia (PTFI) memastikan tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) di Papua Tengah akan kembali beroperasi pada kuartal I-2026. Tambang tersebut sebelumnya sempat dihentikan operasionalnya akibat insiden longsor material basah. Senior Vice President Government Relation PTFI, Harry Pancasakti, mengatakan saat ini perusahaan masih mengandalkan dua tambang lainnya, yakni Deep Mill Level […]

  • Ilmuwan Temukan Kawah Meteorit Modern Terbesar di Dunia

    Ilmuwan Temukan Kawah Meteorit Modern Terbesar di Dunia

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Tim ilmuwan menemukan kawah meteorit modern terbesar di dunia yang berlokasi di tengah hutan perbukitan di China bagian selatan. Kawah raksasa yang diberi nama Kawah Jinlin ini menawarkan data penting untuk memahami sejarah tumbukan benda langit ke Bumi, sekaligus menjadi salah satu temuan geologi paling signifikan dalam beberapa dekade terakhir. Penemuan ini dipublikasikan […]

  • Mendag Budi Santoso Bantah MBG Jadi Penyebab Harga Ayam Naik, Rata-rata Nasional Rp40.259 per Kg

    Mendag Budi Santoso Bantah MBG Jadi Penyebab Harga Ayam Naik, Rata-rata Nasional Rp40.259 per Kg

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso membantah program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi penyebab utama kenaikan harga daging ayam di sejumlah daerah. Menurut dia, kenaikan harga komoditas pada dasarnya dipengaruhi oleh mekanisme permintaan dan pasokan. Saat permintaan meningkat dan disertai kepastian pasar, produksi akan menyesuaikan secara linear sehingga harga cenderung stabil. “Justru sekarang ketika […]

  • 3 Kasus Hantavirus Ditemukan di Jakarta, 6 Suspek Masih Dipantau Dinkes

    3 Kasus Hantavirus Ditemukan di Jakarta, 6 Suspek Masih Dipantau Dinkes

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengonfirmasi temuan tiga kasus positif Hantavirus di wilayah ibu kota. Selain itu, terdapat enam kasus suspek yang hingga kini masih dalam pemantauan intensif. Pihak Dinkes menyebutkan, pemantauan terus dilakukan guna memastikan tidak terjadi lonjakan kasus secara signifikan di tengah masyarakat. Upaya ini merupakan tindak lanjut dari arahan Kementerian […]

  • UMP 2026 Tak Lagi Diputuskan Pemerintah Pusat, Penetapan Diserahkan ke Kepala Daerah

    UMP 2026 Tak Lagi Diputuskan Pemerintah Pusat, Penetapan Diserahkan ke Kepala Daerah

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026 tidak lagi diumumkan secara terpusat. Penetapan akan dilakukan oleh kepala daerah berdasarkan rekomendasi Dewan Pengupahan di masing-masing wilayah. Ketentuan baru ini tengah disiapkan melalui rancangan Peraturan Pemerintah (PP) tentang pengupahan. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan bahwa regulasi baru tersebut memberikan ruang lebih besar bagi daerah untuk menyesuaikan besaran kenaikan […]

  • Disorot Presiden Prabowo, BEI Suspensi Saham Toba Pulp Lestari (INRU)

    Disorot Presiden Prabowo, BEI Suspensi Saham Toba Pulp Lestari (INRU)

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi melakukan penghentian sementara perdagangan (suspensi) saham PT Toba Pulp Lestari Tbk (INRU) di seluruh pasar. Langkah ini diambil menyusul adanya ketidakpastian kelangsungan usaha perseroan akibat penghentian sementara kegiatan operasional oleh pemerintah. Suspensi tersebut sebagaimana tercantum dalam pengumuman BEI No. Peng-SPT-00021/BEI.PP3/12-2025, yang berlaku mulai Sesi II perdagangan Rabu, 17 […]

expand_less