Sabtu, 15 Agu 2026
light_mode
Beranda » Otobiz » Anggota DPR Sebut Impor 105.000 Pikap India oleh Agrinas Tak Pernah Dibahas di DPR

Anggota DPR Sebut Impor 105.000 Pikap India oleh Agrinas Tak Pernah Dibahas di DPR

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron menyatakan, rencana impor 105.000 mobil pikap dari India oleh PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) tidak pernah dibahas dalam rapat bersama DPR.

Menurut Herman, dalam beberapa kali pertemuan antara Komisi VI dan pihak Agrinas, pembahasan hanya berfokus pada program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), termasuk alokasi anggaran sebesar Rp 3 miliar per desa.

“(Agrinas) tidak pernah menyebutkan transportasinya jenis apa dan kualifikasinya apa. Nah, tahu-tahu kemarin tahu dari media ya, ada impor dari India yang masing-masing jenis kendaraan 35.000 kendaraan sehingga berjumlah 105.000 kendaraan dengan menyerap anggaran Rp 24,66 triliun,” kata Herman di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (27/2/2026).

Herman menilai, pengadaan dengan nilai anggaran mencapai Rp 24,66 triliun tersebut seharusnya terlebih dahulu dikonsultasikan dengan DPR. Menurut dia, mekanisme tersebut penting untuk memenuhi asas transparansi dan akuntabilitas keuangan negara.

“Ini anggaran besar sekali, semestinya dibahas dulu di DPR dan untuk memenuhi asas transparansi dan akuntabilitas keuangan negara, semestinya juga ini terbuka kepada publik,” ujar Herman.

Ia juga menyatakan sepakat dengan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang meminta agar impor 105.000 pikap dari India tersebut ditunda, setidaknya hingga ada pembahasan lebih lanjut antara pemerintah dan DPR.

Selain itu, Herman mengingatkan pesan Presiden Prabowo Subianto yang kerap menekankan pentingnya mengutamakan industri dalam negeri. Ia menilai, pengadaan kendaraan secara lokal berpotensi mendorong penjualan otomotif yang saat ini sedang stagnan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

“Kita kan banyak mobil-mobil di kala sekarang sedang stagnan, penjualan mobil stagnan, kalau ada program yang kemudian ini bisa meningkatkan penjualan sekaligus ini akan meningkatkan putaran ekonomi, ada value added,” ujar Sekretaris Jenderal Partai Demokrat tersebut.

Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menegaskan bahwa pihaknya tidak serta-merta mengabaikan produsen otomotif yang telah berproduksi di dalam negeri.

Ia menyebut, hampir seluruh pemain besar telah diundang untuk mengikuti proses pengadaan, mulai dari klarifikasi, kualifikasi, hingga negosiasi.

“Nah, bisa dilihat ya. Ini adalah Isuzu yang berita acara ini, dan sesuai dengan prosedur, kami melakukan prosedural pengadaan sesuai dengan standar pengadaan, yaitu mulai dari klarifikasi, kualifikasi, negosiasi, dan setelah di ujung ya harus ada kesepakatan gitu,” kata Joao dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (24/2/2026).

Joao menambahkan, proyek tersebut merupakan program berskala besar sehingga seharusnya memungkinkan harga yang lebih ekonomis dibanding pembelian satuan.

“Harusnya harga lebih efektif dan lebih rasional, memenuhi anggaran yang sudah kami siapkan. Tetapi sampai akhir ternyata produsen-produsen lokal ini sebagian besar mungkin karena dominasi selama sekian puluh tahun, mereka cenderung merasa bahwa membeli bulk itu tidak ada bagi mereka, tetap dihitung per unit,” ujar Joao.

Dari proses tersebut, Agrinas akhirnya menggandeng pabrikan India untuk memenuhi kebutuhan pikap 4×4 dan truk dalam jumlah besar. Agrinas mengklaim, melalui skema tersebut perusahaan dapat menghemat hingga Rp 46,5 triliun.

Isu impor 105.000 pikap dari India ini pun menjadi sorotan publik dan parlemen, terutama terkait aspek transparansi anggaran, keberpihakan terhadap industri nasional, serta tata kelola pengadaan dalam proyek berskala besar.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pasar Jambi Memanas! Cabe Rawit Merah Melonjak Hingga Rp 65.000, Ayam Malah Turun Tajam

    Pasar Jambi Memanas! Cabe Rawit Merah Melonjak Hingga Rp 65.000, Ayam Malah Turun Tajam

    • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM Harga sejumlah bahan pokok atau sembako di beberapa pasar rakyat di Kota Jambi tercatat relatif stabil menjelang pertengahan Oktober 2025. Berdasarkan data resmi dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Jambi, harga komoditas di Pasar Rakyat Talang Banjar, Pasar Angso Duo, dan Pasar Rakyat Kasang menunjukkan kondisi yang cukup terkendali, meski ada sedikit fluktuasi […]

  • Rismon Sianipar Akui Ijazah UGM Joko Widodo Asli

    Rismon Sianipar Akui Ijazah UGM Joko Widodo Asli

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Peneliti forensik digital Rismon Sianipar akhirnya menyatakan bahwa ijazah Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo atau Jokowi adalah asli. Pernyataan itu disampaikan Rismon setelah melakukan kajian lanjutan selama sekitar tiga bulan terkait dokumen kelulusan Jokowi dari Universitas Gadjah Mada (UGM). “Iya, asli. Dengan kajian saya, kebenaran itu menyakitkan, tetapi lebih menyakitkan lagi jika […]

  • Minyak Kemasan Naik, Cabai Turun hingga 25 Persen di Pasar Angso Duo Jambi

    Minyak Kemasan Naik, Cabai Turun hingga 25 Persen di Pasar Angso Duo Jambi

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga sejumlah bahan kebutuhan pokok di Pasar Angso Duo terpantau relatif stabil pada Selasa (24/2/2026). Namun, terdapat kenaikan pada komoditas minyak goreng kemasan, sementara harga cabai justru mengalami penurunan signifikan. Berdasarkan data resmi dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi per 24 Februari 2026, mayoritas komoditas seperti beras, gula, daging, telur, hingga bawang […]

  • Harga Cabai di Pasar Talang Banjar Jambi Kompak Turun, Beras dan Daging Masih Stabil

    Harga Cabai di Pasar Talang Banjar Jambi Kompak Turun, Beras dan Daging Masih Stabil

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Rakyat Talang Banjar, Kota Jambi, kembali menunjukkan tren positif. Berdasarkan data terbaru Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi per 28 Juli 2026, harga berbagai jenis cabai mengalami penurunan, sementara mayoritas kebutuhan pokok lainnya masih bertahan stabil. Penurunan harga terjadi pada seluruh komoditas cabai. Cabe Merah Besar dan […]

  • Pinjol Tembus Rp101 Triliun, Sultan HB X Ingatkan Bahaya ‘Makan Utang’ di Era Digital

    Pinjol Tembus Rp101 Triliun, Sultan HB X Ingatkan Bahaya ‘Makan Utang’ di Era Digital

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ledakan pinjaman online yang menembus Rp101 triliun memunculkan peringatan serius dari Sri Sultan Hamengku Buwono X, yang menyebut fenomena ini sebagai tanda masyarakat mulai “makan utang” di tengah kemudahan akses keuangan digital. Pernyataan itu disampaikan Sultan saat membuka Jogja Financial Festival 2026 di Yogyakarta, Kamis, 22 Mei 2026. Menurut Sultan, kemajuan teknologi finansial […]

  • Rupiah Menguat 7 Poin Menjadi Rp16.568 per Dolar AS

    Rupiah Menguat 7 Poin Menjadi Rp16.568 per Dolar AS

    • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada perdagangan hari ini, Selasa (21/10/2025). Penguatan itu seiring meningkatnya sentimen positif (risk-on) di pasar keuangan regional. Mengutip Antara, rupiah dibuka menguat sebesar 7 poin atau 0,04 persen menjadi Rp16.568 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.575 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar […]

expand_less