Rabu, 12 Agu 2026
light_mode
Beranda » Otobiz » Waspada Jalan Licin, Jaga Keselamatan Pemotor Saat Mengerem

Waspada Jalan Licin, Jaga Keselamatan Pemotor Saat Mengerem

  • account_circle -
  • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Lalu lintas perkotaan dikenal padat, dinamis, dan penuh kejutan. Setiap hari, pengendara sepeda motor harus berbagi ruang dengan berbagai jenis kendaraan, mulai dari mobil pribadi hingga angkutan umum.

Tantangan ini semakin besar saat musim hujan, ketika kondisi jalan licin dan jarak pandang berkurang, sehingga risiko kecelakaan roda dua meningkat. Dalam situasi tersebut, keterampilan berkendara saja tidak cukup. Diperlukan etika berkendara yang baik, salah satunya dalam hal pengereman.

Cara mengerem kerap dianggap sepele. Banyak pengendara merasa sudah mahir menarik tuas rem, padahal belum tentu memahami etika pengereman yang aman dan bertanggung jawab.

Ketika lalu lintas padat, pengereman yang keliru terlebih dilakukan di jalan basah, bisa berujung fatal, baik bagi diri sendiri maupun pengguna jalan lain.

“Di lalu lintas padat seperti Jakarta misalnya, pengereman punya peran sangat besar dalam mencegah kecelakaan,” ujar Agus Sani, Head of Safety Riding Promotion PT Wahana Makmur Sejati, dalam keterangan resmi (24/12/2025).

“Cara kita mengerem bisa berdampak langsung pada keselamatan diri sendiri dan pengendara lain,” kata dia.

Pertama, etika mengerem dimulai dari kemampuan mengantisipasi dan menjaga jarak aman. Di jalan perkotaan, kendaraan bisa berhenti mendadak, pejalan kaki menyeberang, atau pengendara lain berpindah lajur secara tiba-tiba. Dengan jarak yang cukup, pengendara memiliki waktu reaksi lebih panjang untuk mengerem secara bertahap dan terkontrol, sehingga mengurangi risiko selip di jalan licin saat hujan.

Kedua, gunakan teknik pengereman yang seimbang. Mengombinasikan rem depan dan belakang secara halus membantu menjaga stabilitas motor. Teknik ini menjadi krusial di musim hujan, ketika permukaan jalan, marka, dan genangan air bisa membuat ban kehilangan daya cengkeram.

Ketiga, perhatikan pengguna jalan lain. Pengereman mendadak tanpa alasan jelas dapat mengejutkan pengendara di belakang dan memicu kecelakaan beruntun.

Memantau spion, membaca situasi sekitar, serta menghindari manuver egois menjadi bagian penting dari etika berkendara.

“Pengereman yang baik dan benar harus dilakukan dengan tenang, bertahap, dan menggunakan kombinasi rem depan serta belakang. Dengan teknik yang tepat, pengendara tetap bisa mengendalikan motor meskipun harus berhenti mendadak,” kata Agus.(*)

 

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua
  • Sumber: Kompas.com

Rekomendasi Untuk Anda

  • Backlog Perumahan RI Turun Jadi 9,6 Juta Unit pada 2025

    Backlog Perumahan RI Turun Jadi 9,6 Juta Unit pada 2025

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) mengungkapkan angka backlog atau kekurangan kepemilikan rumah di Indonesia mengalami penurunan pada 2025. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2025, backlog perumahan tercatat sekitar 9.637.157 unit. Angka ini turun dibandingkan hasil Susenas 2023 yang mencapai sekitar 9,9 juta unit. Kepala Divisi Riset […]

  • Diposisi Rp16.847 per Dolar AS, Rupiah Terpangkas 28 Poin

    Diposisi Rp16.847 per Dolar AS, Rupiah Terpangkas 28 Poin

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada awal perdagangan hari ini, Senin (12/1/2026). Rupiah dibuka di level Rp 16.847 per dolar AS. Dilansir dari Antara, nilai tukar rupiah terpangkas 28 poin atau 0,17 persen menjadi Rp16.847 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.819 per dolar AS. Sampai hari ini rupiah […]

  • Tertekan, Rupiah Dibuka Diposisi Rp16.685 per Dolar AS

    Tertekan, Rupiah Dibuka Diposisi Rp16.685 per Dolar AS

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah tertekan pada pembukaan perdagangan Senin (8/12/2025). Rupiah dibuka diposisi Rp16.685 per dolar Amerika Serikat (AS). Rupiah melemah 37,50 poin atau 0,23 persen dibanding penutupan yang berada di level Rp 16.648 per dolar AS. Di saat yang sama indeks dolar AS melemah 0,11% ke 98,88. Sementara itu, nilai tukar negara Asia […]

  • Emas Antam Turun Rp7.000, Segini Harganya Per Gram Sekarang

    Emas Antam Turun Rp7.000, Segini Harganya Per Gram Sekarang

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas Antam melorot pada perdagangan hari ini, Rabu (11/2/2026). Sekarang harga emas Antam dibanderol Rp2.947.000 per gram. Harga tersebut turun Rp 7.000 per gram dibanding perdagangan kemarin yang mencapai Rp2.954.000. Sementara itu, harga pembelian kembali (buyback) emas Antam ditetapkan menjadi seharga Rp2.741.000 per gram. Harga tersebut sewaktu-waktu bisa berubah. ‎Transaksi harga jual […]

  • Bea Keluar Batu Bara Segera Berlaku 1 April 2026, Pemerintah Bidik Tambahan Rp19,3 Triliun untuk APBN

    Bea Keluar Batu Bara Segera Berlaku 1 April 2026, Pemerintah Bidik Tambahan Rp19,3 Triliun untuk APBN

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah berencana menerapkan kebijakan bea keluar atas ekspor komoditas batu bara mulai 1 April 2026 guna mendongkrak penerimaan negara. Kebijakan ini diproyeksikan mampu menambah kas negara hingga Rp19,3 triliun, sekaligus menjadi bantalan fiskal di tengah tekanan kenaikan harga minyak global terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan […]

  • Aktivitas Vulkanik Meningkat, Pendakian Gunung Kerinci Ditutup Mulai 6 Januari 2026

    Aktivitas Vulkanik Meningkat, Pendakian Gunung Kerinci Ditutup Mulai 6 Januari 2026

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) menutup seluruh aktivitas wisata dan pendakian Gunung Kerinci mulai 6 Januari 2026 hingga batas waktu yang belum ditentukan. Penutupan dilakukan menyusul meningkatnya aktivitas vulkanik gunung tertinggi di Sumatera tersebut. Kebijakan penutupan tertuang dalam surat pengumuman bernomor PG.01/T.1/BTK/KSA.04.01/B/10/2026 tertanggal 6 Januari 2026. Langkah ini merupakan tindak lanjut […]

expand_less