Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Geopolitik Global 2026 Tekan Rupiah dan APBN, Ekonom Ingatkan Risiko Iran dan Manuver AS

Geopolitik Global 2026 Tekan Rupiah dan APBN, Ekonom Ingatkan Risiko Iran dan Manuver AS

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Perekonomian global pada 2026 diperkirakan menghadapi tekanan serius akibat meningkatnya eskalasi geopolitik internasional. Ketegangan politik di Iran serta manuver agresif Amerika Serikat di berbagai kawasan dinilai berpotensi menekan nilai tukar Rupiah dan memperberat beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia.

Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro menyampaikan bahwa meski eksposur perdagangan langsung Indonesia ke wilayah konflik relatif kecil, dampak rambatan melalui pasar keuangan global dan harga energi tetap menjadi ancaman utama. Ketidakpastian global mendorong investor mengalihkan dana ke aset aman, yang berisiko memicu arus modal keluar dari negara berkembang, termasuk Indonesia.

Ketegangan politik di Iran menjadi sorotan karena negara tersebut merupakan salah satu produsen minyak dunia. Inflasi tinggi, depresiasi mata uang, serta tekanan sanksi internasional memperbesar risiko gangguan pasokan energi global. Kondisi ini berpotensi mendorong kenaikan harga minyak dunia dan menekan fiskal Indonesia sebagai negara pengimpor minyak.

Data Bank Mandiri mencatat, setiap kenaikan harga minyak sebesar US$1 per barel dapat menambah defisit fiskal Indonesia hingga Rp6,8 miliar. Jika harga minyak bertahan di atas asumsi APBN, tekanan inflasi domestik juga berpotensi meningkat.

Dari sisi perdagangan, ekspor dan impor Indonesia ke Iran relatif kecil, masing-masing di bawah 1 persen dari total transaksi nasional. Namun, volatilitas pasar keuangan dinilai sebagai jalur transmisi tercepat dari risiko geopolitik global ke perekonomian domestik, terutama terhadap nilai tukar Rupiah.

Sementara itu, Research Director Prasasti Center for Policy Studies Gundy Cahyadi mengingatkan pemerintah agar menghindari kebijakan yang bersifat eksperimental pada 2026. Menurutnya, stabilitas kebijakan dan kualitas implementasi menjadi kunci di tengah ruang fiskal yang semakin terbatas dan risiko global yang meningkat.

Gundy menilai Rupiah menjadi variabel paling rentan terhadap lonjakan aversi risiko global. Pelemahan nilai tukar dapat berdampak langsung pada investasi, mengingat tingginya kandungan impor dalam struktur investasi nasional.

Meski pasokan energi global saat ini dinilai masih relatif longgar, eskalasi geopolitik yang meluas berpotensi meningkatkan risiko terhadap perdagangan global dan koordinasi kebijakan internasional. Pemerintah dan otoritas ekonomi pun dituntut memperkuat ketahanan fiskal dan menjaga stabilitas makroekonomi untuk menghadapi tantangan ekonomi 2026.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • IHSG Ditutup Menguat 0,22 Persen ke Level 8.184

    IHSG Ditutup Menguat 0,22 Persen ke Level 8.184

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 17,84 poin atau 0,22% ke level 8.184,06 pada akhir perdagangan Kamis (30/10/2025). Sepanjang hari ini, IHSG bergerak pada level terendahnya 8.145,60 dan sempat menyentuh posisi tertinggi di 8.231,88. Sebanyak 346 saham naik, 308 saham turun dan 158 saham stagnan. Total volume perdagangan saham di bursa hari […]

  • Legalitas Jelas dan Bersertifikat, Beli Ruko Jambi Business Center Menguntungkan!

    Legalitas Jelas dan Bersertifikat, Beli Ruko Jambi Business Center Menguntungkan!

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pelaku usaha yang memilih properti ruko di kawasan Jambi Business Center (JBC) sudah sangat tepat. Selain letaknya strategis, Jambi Business Center mempunyai beberapa keuntungan lain buat konsumen dan investor, yakni pusat bisnis terpadu, akses dan mobilitas mudah, fasilitas modern, dan nilai investasi naik cepat. Pelaku usaha maupun calon pembeli properti di kawasan Jambi […]

  • Laba Bersih Bank Danamon Indonesia Tembus Rp1,1 Triliun, Kredit dan CASA Tumbuh di Kuartal I-2026

    Laba Bersih Bank Danamon Indonesia Tembus Rp1,1 Triliun, Kredit dan CASA Tumbuh di Kuartal I-2026

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bank Danamon Indonesia mencatat kinerja positif pada awal 2026. Laba bersih konsolidasian mencapai Rp 1,1 triliun pada kuartal I-2026, tumbuh 35 persen secara tahunan. Kinerja ini ditopang pertumbuhan kredit, penghimpunan dana, serta perbaikan kualitas aset. Laba operasional bank tercatat sebesar Rp 1,6 triliun, didorong efisiensi biaya kredit yang membaik 13 persen. Direktur Utama […]

  • Pembeli di Pasar Angso Duo dan Talang Banjar Menurun, Pasar Dadakan Jadi Pesaing

    Pembeli di Pasar Angso Duo dan Talang Banjar Menurun, Pasar Dadakan Jadi Pesaing

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Aktivitas perdagangan di dua pasar utama Kota Jambi, yakni Pasar Angso Duo dan Pasar Talang Banjar, dilaporkan mengalami penurunan jumlah pengunjung dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini mulai dirasakan langsung oleh para pedagang yang mengeluhkan berkurangnya transaksi harian. Sejumlah pedagang menyebut penurunan pembeli dipengaruhi oleh maraknya pasar dadakan yang dikelola secara perorangan di […]

  • Duel Sengit! Buru Status Juara Grup

    Duel Sengit! Buru Status Juara Grup

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kanada tinggal selangkah lagi menorehkan sejarah di Piala Dunia 2026. Tim berjuluk The Canucks itu berpeluang besar untuk pertama kalinya melaju ke fase gugur, dengan syarat sederhana: tidak kalah dengan selisih gol yang mencolok pada laga terakhir. Laga penentuan akan mempertemukan Swiss kontra Kanada pada matchday pamungkas Grup B. Duel panas tersebut dijadwalkan […]

  • Belum Ada Emiten Asal Jambi, Tapi Investor Daerah Ini Kuasai Saham Sejumlah Perusahaan Terbuka

    Belum Ada Emiten Asal Jambi, Tapi Investor Daerah Ini Kuasai Saham Sejumlah Perusahaan Terbuka

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Provinsi Jambi hingga kini belum memiliki perusahaan lokal yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui mekanisme Initial Public Offering (IPO). Meski demikian, nama Jambi mulai mencuri perhatian di pasar modal nasional berkat aktivitas salah satu investornya yang tercatat sebagai pemegang saham signifikan di sejumlah perusahaan terbuka. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, belum […]

expand_less