Istana Pastikan Stok BBM Aman Meski 2 Tanker Pertamina Tertahan di Selat Hormuz
- account_circle say say
- calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
- print Cetak

SELAT HORMUZ - Dua kapala Pertamina milik Indonesia masih tertahan di Selat Hormuz, buntut perang Amerika Serikat-Israel dengan Iran.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Pemerintah memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) nasional tetap aman meski dua kapal tanker milik Pertamina tertahan di Selat Hormuz.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan kondisi tersebut tidak akan mengganggu ketersediaan energi dalam negeri. Ia meminta publik tidak mengaitkan situasi tersebut dengan potensi krisis pasokan.
“Jangan dikaitkan bahwa proses yang terjadi akan mengganggu stok suplai. Itu tidak,” ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Dua kapal tanker yang dimaksud adalah Gamsunoro dan Pertamina Pride, yang saat ini masih tertahan di kawasan Teluk Arab. Keduanya diketahui membawa muatan energi dengan total kapasitas sekitar 1,8 juta barel.
Namun demikian, Prasetyo menjelaskan volume tersebut hanya setara dengan cadangan energi nasional untuk satu hingga dua hari. Sementara itu, Indonesia saat ini memiliki cadangan energi yang mencapai lebih dari 20 hari.
“Kalau bicara tonase, itu kurang lebih 1,8 juta barel, setara mungkin satu sampai dua hari cadangan saja,” jelasnya.
Meski kondisi masih terkendali, pemerintah tetap melakukan langkah antisipasi. Salah satunya dengan mencari alternatif pasokan energi dari wilayah lain di luar kawasan Timur Tengah.
Ia menegaskan pemerintah tidak bergantung pada satu jalur distribusi energi saja, melainkan terus mengamankan sumber pasokan dari berbagai kawasan.
“Pemerintah tidak tinggal diam. Sumber-sumber suplai dari tempat lain harus kita amankan,” kata Prasetyo.
- Penulis: say say
