Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » RI Pantau Tarif Dagang Global 10 Persen Trump, Kelanjutan Perjanjian Dagang RI-AS Dikaji

RI Pantau Tarif Dagang Global 10 Persen Trump, Kelanjutan Perjanjian Dagang RI-AS Dikaji

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Sab, 21 Feb 2026
  • comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Pemerintah Indonesia merespons kebijakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menetapkan tarif dagang global sebesar 10 persen untuk seluruh negara. Pemerintah menegaskan akan terus mencermati dampak kebijakan tersebut, khususnya terhadap kelanjutan agreement on reciprocal trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, menyampaikan bahwa Indonesia memilih bersikap hati-hati dan memantau perkembangan terbaru kebijakan perdagangan AS.

“Pada prinsipnya, Indonesia akan terus mengamati dinamika yang berkembang di Amerika Serikat, terutama terkait kelanjutan perjanjian dagang timbal balik RI-AS,” ujar Haryo dalam keterangan tertulis, Sabtu (21/2/2026).

Ia menjelaskan, keberlanjutan ART masih sangat bergantung pada keputusan kedua negara. Di sisi Indonesia, perjanjian tersebut masih memerlukan proses ratifikasi sehingga belum dapat langsung diberlakukan.

Sementara itu, dari pihak AS, proses internal juga masih berlangsung menyusul adanya perubahan kebijakan perdagangan setelah Mahkamah Agung AS membatalkan tarif darurat sebelumnya.

Haryo menambahkan, komunikasi dan pembahasan lanjutan antara kedua negara akan tetap dilakukan guna menyesuaikan langkah strategis ke depan. Pemerintah Indonesia, kata dia, akan mengutamakan kepentingan nasional dalam menyikapi setiap keputusan yang diambil mitra dagang.

Sebagaimana diketahui, Presiden Trump mengumumkan pengenaan tarif impor global sebesar 10 persen yang akan berlaku maksimal selama 150 hari atau sekitar lima bulan. Kebijakan ini diumumkan pada Jumat (20/2/2026) sebagai respons atas pembatalan kebijakan tarif sebelumnya oleh Mahkamah Agung AS.

Trump menyatakan kekecewaannya terhadap putusan lembaga peradilan tertinggi tersebut dan menilai tarif baru diperlukan untuk melindungi kepentingan ekonomi Amerika Serikat.

Pemerintah Indonesia menegaskan akan terus mengevaluasi potensi dampak kebijakan tersebut terhadap kinerja ekspor nasional serta stabilitas perdagangan internasional.

  • Penulis: syaiful amri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BPJS Kesehatan dan Komisi IX DPR RI Edukasi Masyarakat Manokwari Lewat Program Goes to Customer

    BPJS Kesehatan dan Komisi IX DPR RI Edukasi Masyarakat Manokwari Lewat Program Goes to Customer

    • calendar_month Kam, 9 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – BPJS Kesehatan terus memperluas jangkauan layanan dan edukasi publik lewat program “BPJS Kesehatan Goes to Customer”, yang kali ini digelar bersama anggota Komisi IX DPR RI, Obet Rumbruren, di Kabupaten Manokwari, Papua Barat. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendekatkan layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sekaligus menjawab langsung berbagai keluhan dan pertanyaan masyarakat. […]

  • Oktober 2025, Utang Luar Negeri Indonesia Turun Jadi US$ 423,9 Miliar

    Oktober 2025, Utang Luar Negeri Indonesia Turun Jadi US$ 423,9 Miliar

    • calendar_month Sen, 15 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM– Bank Indonesia (BI) mencatat, posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Oktober 2025 menurun. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso membeberkan, posisi ULN Indonesia pada Oktober 2025 tercatat sebesar US$ 423,9 miliar, menurun dibandingkan dengan posisi ULN pada September 2025 sebesar US$ 425,6 miliar. Meski demikian, secara tahunan ULN Indonesia tercatat tumbuh. […]

  • Bank Mandiri Buka Penawaran Awal Obligasi Keberlanjutan Rp5 Triliun

    Bank Mandiri Buka Penawaran Awal Obligasi Keberlanjutan Rp5 Triliun

    • calendar_month Sel, 2 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk membuka penawaran awal Obligasi Keberlanjutan Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2025 (Sustainability Bond) dengan target nominal penerbitan sebesar Rp5 triliun yang berlangsung mulai 28 November hingga 4 Desember 2025. Adapun masa penawaran umum akan dilaksanakan pada 15-16 Desember 2025, diikuti penjatahan pada 17 Desember 2025 dan pencatatan di […]

  • Properti Masuk Top 5 Penyumbang Investasi Terbesar di Indonesia

    Properti Masuk Top 5 Penyumbang Investasi Terbesar di Indonesia

    • calendar_month Sel, 21 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sektor properti yang mencakup perumahan, kawasan industri, dan perkantoran masuk lima besar penyumbang investasi terbesar di Indonesia sepanjang Januari-September 2025. Sebagai informasi, total realisasi investasi di Indonesia pada periode tersebut sebesar Rp 1.434,3 triliun, atau setara 75,3 persen dari target 2025 sebesar Rp 1.905,6 triliun. Berdasarkan data tersebut, properti menempati peringkat lima subsektor […]

  • Harga Perak Antam Naik Tinggi

    Harga Perak Antam Naik Tinggi

    • calendar_month Jum, 12 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak murni produksi Antam naik tinggi hari ini, Jumat (12/12/2025). Kenaikannya mencapai Rp800 kini dibanderol Rp39.235 per gram. Harga dasar perak Antam murni dengan berat 250 gram dipatok sebesar Rp 10.208.750, dengan harga yang termasuk PPN 11% menjadi Rp 11.331.713. Sedangkan berat 500 gram adalah Rp 19.617.500, dengan harga yang termasuk PPN […]

  • Gubernur BI Waspadai Ancaman Siber di Tengah Pesatnya Ekonomi Digital Indonesia

    Gubernur BI Waspadai Ancaman Siber di Tengah Pesatnya Ekonomi Digital Indonesia

    • calendar_month Kam, 30 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengingatkan bahwa di balik pesatnya pertumbuhan ekonomi digital dan sistem pembayaran nasional, ancaman serangan siber semakin meningkat dan perlu diwaspadai oleh seluruh pihak. Menurut Perry, perkembangan teknologi digital di Indonesia saat ini menjadi salah satu yang tercepat di dunia. Namun, semakin canggih teknologi, semakin tinggi pula risiko […]

expand_less