Rabu, 22 Jul 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Tak Main-Main! Mentan Ancam Perusahaan Sawit Penekan Harga TBS

Tak Main-Main! Mentan Ancam Perusahaan Sawit Penekan Harga TBS

  • account_circle -
  • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Pemerintah memperketat pengawasan terhadap harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit guna memastikan petani memperoleh harga yang wajar di tengah perubahan kondisi pasar dan nilai tukar.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan masih terdapat sekitar 270 hingga 300 pabrik kelapa sawit (PKS) dari total sekitar 1.900 PKS di Indonesia yang belum melakukan penyesuaian harga TBS sesuai perkembangan pasar.

“Ada kurang lebih 270 sampai 300 perusahaan yang belum menaikkan harga dan kami akan kirim langsung ke Polda tembusan ke Pak Kapolri, Pak Kapolda, dan kepada Dirkrimsus ditindaklanjuti,” kata Amran dalam konferensi pers, Senin (8/6/2026).

Menurut Amran, harga TBS saat ini seharusnya mengalami kenaikan, bukan justru mengalami penurunan. Ia menilai penguatan nilai dolar AS terhadap rupiah yang mencapai sekitar 10% semestinya memberikan ruang bagi kenaikan harga yang diterima petani.

“Kenapa? Nilai dolar dengan rupiah itu selisih kenaikannya 10%. Jadi minimal sama dengan seperti semula. Mulai hari ini harus kembali 100% dan bila perlu tambah 10% dari harga sebelumnya karena nilai dolar,” ujarnya.

Amran menegaskan pemerintah tidak akan tinggal diam apabila terdapat praktik yang berpotensi merugikan petani sawit. Pasalnya, sektor sawit menjadi sumber penghidupan bagi sekitar 15 juta petani di berbagai daerah.

Menurut dia, kondisi saat ini menunjukkan adanya anomali karena harga TBS justru mengalami tekanan ketika faktor nilai tukar seharusnya mendukung kenaikan harga.

“Ini ada anomali di saat ini harga harusnya naik bukan turun. Kenapa? Karena nilai dolar selisih 10 persen. Ya harus naik, tidak ada alasan turun,” tegasnya.

Terkait ratusan PKS yang belum melakukan penyesuaian harga, Amran mengatakan pemerintah akan menyerahkan proses pemeriksaan kepada aparat penegak hukum untuk memastikan penyebab belum naiknya harga pembelian TBS di tingkat pabrik.

Namun demikian, ia menegaskan langkah yang dilakukan pemerintah tetap mengedepankan proses pemeriksaan terlebih dahulu sebelum menentukan langkah lanjutan.

“Enggak boleh dong langsung sanksi, harus melalui pemeriksaan dulu. Ini repot nanti Dirkrimsus, langsung diperiksa. Surat hari ini kita berikan bawa pulang diperiksa,” ujarnya.

Pemerintah berharap penyesuaian harga TBS dapat segera dilakukan sehingga petani sawit memperoleh manfaat yang lebih optimal dari kondisi pasar saat ini dan tetap memiliki kepastian pendapatan untuk mendukung keberlanjutan usaha perkebunan rakyat.(*)

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Listrik di Sumut dan Aceh Masih Terputus Akibat Banjir, Sumbar Mulai Pulih

    Listrik di Sumut dan Aceh Masih Terputus Akibat Banjir, Sumbar Mulai Pulih

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung menyampaikan bahwa sambungan listrik di Sumatera Barat (Sumbar) mulai pulih, sementara di Sumatera Utara (Sumut) dan Aceh masih terputus akibat bencana banjir dan longsor yang melanda kawasan tersebut. “Di Aceh masih terputus, di Sumatera Utara terputus, Sumatera Barat sudah terjadi pemulihan,” ujar Yuliot […]

  • Komisi VII DPR Bahas Persiapan Siaran Piala Dunia 2026 Bersama TVRI

    Komisi VII DPR Bahas Persiapan Siaran Piala Dunia 2026 Bersama TVRI

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Komisi VII DPR RI menggelar rapat dengar pendapat bersama TVRI, RRI, dan ANTARA untuk membahas kesiapan siaran Piala Dunia 2026. Rapat dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 13 Mei 2026, di kompleks parlemen, Jakarta. Agenda utama mencakup kesiapan teknis penyiaran hingga distribusi siaran agar dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Dalam rapat tersebut, DPR juga meminta […]

  • Ekspor Vanili Bali Melonjak Tajam, Tembus Rp28,7 Miliar di Kuartal III 2025

    Ekspor Vanili Bali Melonjak Tajam, Tembus Rp28,7 Miliar di Kuartal III 2025

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BBKHI) Bali mencatat lonjakan signifikan pada ekspor komoditas vanili sepanjang Juli–September 2025. Kepala Balai Karantina Bali Heri Yuwono mengungkapkan, nilai ekspor vanili pada triwulan III mencapai Rp28,7 miliar, naik tajam dibandingkan Rp14 miliar pada triwulan I dan Rp13 miliar pada triwulan […]

  • Awal Pekan, Rupiah Menguat ke Level Rp16.655 per Dolar AS

    Awal Pekan, Rupiah Menguat ke Level Rp16.655 per Dolar AS

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah menguat pada awal perdagangan hari ini, Senin (1/12/2025). Kini rupiah berada diposisi Rp16.655 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sebelumnya Rp16.675 per dolar AS. Rupiah bergerak menguat 20 poin atau 0,12 persen menjadi Rp16.655 per dolar AS. Rupiah menguat seiring peningkatan ekspektasi pemangkasan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) […]

  • Saatnya Berburu Emas! UBS dan Galeri24 di Pegadaian Turun

    Saatnya Berburu Emas! UBS dan Galeri24 di Pegadaian Turun

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Momentum emas murah akhirnya datang. Warga Jambi kini punya peluang untuk menambah koleksi logam mulia di tengah harga emas yang sedang bersahabat. Pada perdagangan Kamis (4/6/2026) ini harga emas batangan di Pegadaian bergerak bervariasi dan kecenderungan melemah. Penurunan terjadi pada emas produksi UBS dan Galeri24. Harga emas UBS tercatat turun menjadi Rp2.824.000 per […]

  • BYD Melejit Oktober 2025: Penjualan Nomor 3, Impor Naik 192%

    BYD Melejit Oktober 2025: Penjualan Nomor 3, Impor Naik 192%

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – BYD Motor Indonesia mencatat lonjakan penjualan besar pada Oktober 2025. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), distribusi dari pabrik ke diler (wholesales) BYD mencapai 10.593 unit, melesat 873,9 persen dari bulan sebelumnya sebanyak 1.088 unit. Kenaikan juga terlihat pada penjualan ritel. Sebanyak 9.732 unit mobil BYD terjual ke konsumen pada Oktober […]

expand_less