BGN Akui Target MBG 2026 Berisiko Meleset, Pilih Perbaiki Kualitas
- account_circle say say
- calendar_month 7 jam yang lalu
- print Cetak

Kepala BGN Nanik S Deyang memberikan keterangan terkait evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berpotensi tidak mencapai target penerima 2026.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) mengakui program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi tidak mencapai target 82,9 juta penerima pada 2026. Laporan tersebut telah disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.
Kepala BGN, Nanik S Deyang, mengatakan pemerintah kini mengubah pendekatan dengan tidak lagi mengejar jumlah penerima, melainkan fokus pada kualitas program.
“Kami sampaikan ke Presiden, tahun ini tidak mengejar kuantitas, tapi memperbaiki kualitas,” kata Nanik dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, 4 Juni 2026.
Menurut dia, target 82,9 juta penerima tidak lagi menjadi prioritas utama. BGN akan memastikan dapur-dapur MBG memenuhi standar kesehatan dan mampu menyediakan makanan bergizi secara konsisten.
BGN juga melakukan penataan ulang sasaran penerima manfaat. Sekolah-sekolah dengan kategori mampu akan dievaluasi untuk menentukan apakah masih layak menerima program tersebut.
Anggaran yang ada akan dialihkan ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), yang dinilai lebih membutuhkan intervensi gizi.
Selain itu, program MBG kini difokuskan pada kelompok prioritas yang disebut 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Kelompok ini dinilai paling membutuhkan intervensi gizi sejak fase awal kehidupan.
“Kami kejar intervensi dari masa kehamilan hingga usia sekolah dasar,” ujar Nanik.
Kebijakan ini diambil setelah BGN berdiskusi dengan para ahli gizi dan dokter anak. Hasilnya, intervensi gizi paling efektif dilakukan sejak dalam kandungan hingga usia dini.
BGN juga mewajibkan setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) melayani kelompok 3B. Jika tidak, operasionalnya akan dihentikan sementara.
Meski mengurangi fokus pada jumlah penerima, BGN mengklaim terjadi peningkatan pada kelompok prioritas. Dalam beberapa pekan terakhir, tambahan sekitar 22 juta penerima berasal dari kelompok 3B.
- Penulis: say say

