Senin, 19 Okt 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Sentimen Pasar Mulai Berbalik, Rupiah Menguat Rp17.980 per Dolar AS

Sentimen Pasar Mulai Berbalik, Rupiah Menguat Rp17.980 per Dolar AS

  • account_circle -
  • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah kembali menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mengawali perdagangan Jumat (17/7/2026), rupiah dibuka menguat tipis namun mampu mempertahankan tren positif setelah beberapa hari bergerak fluktuatif.

Mengutip Antara, kurs rupiah menguat 6 poin atau sekitar 0,03 persen ke level Rp17.980 per dolar AS. Posisi ini lebih baik dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp17.986 per dolar AS.

Di sisi lain, indeks dolar AS terpantau bergerak stabil di posisi 100,753. Setelah di perdagangan sebelumnya, indeks dolar AS menguat 0,28%.

Pergerakan rupiah hari ini diperkirakan masih akan dipengaruhi sentimen eksternal, terutama dinamika dolar AS di pasar global dan perkembangan konflik di Timur Tengah.

Dolar AS cenderung stabil pada perdagangan Jumat, tetapi berada di jalur pelemahan secara mingguan. Data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan membuat pelaku pasar mengurangi taruhan terhadap kenaikan suku bunga bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) dalam waktu dekat.

Data lain juga menunjukkan perekonomian AS masih cukup kuat, terutama dari kondisi pasar tenaga kerja yang stabil. Meski demikian, ekonom memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan bulan ini setelah inflasi konsumen AS melandai pada Juni.

Namun, pejabat The Fed masih berhati-hati karena perbaikan inflasi baru terlihat dalam satu bulan, setelah sebelumnya bergerak naik selama beberapa bulan. Wakil Ketua The Fed Philip Jefferson bahkan membuka peluang kenaikan suku bunga apabila inflasi tidak menunjukkan perbaikan dalam waktu dekat.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Juli kini berada di level 11%, turun dari 25% pada pekan lalu. Pasar juga memperkirakan kenaikan suku bunga sekitar 26 basis poin hingga Desember, lebih rendah dibandingkan 44 basis poin pada awal pekan ini.

Sentimen pasar turut dibayangi kembali memanasnya konflik antara Iran dan AS. Kedua negara saling meningkatkan serangan dalam sepekan terakhir hingga membuat kesepakatan gencatan senjata bulan lalu nyaris runtuh.

Eskalasi tersebut mendorong permintaan terhadap aset aman, termasuk dolar AS, sekaligus membawa harga minyak mendekati posisi tertinggi dalam satu bulan. Pelaku pasar juga menanti pidato Presiden AS Donald Trump yang berpotensi memberikan petunjuk baru mengenai arah konflik tersebut.(*)

 

 

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Buat Sejarah: Demi Stabilkan Rubel, Rusia Jual Emas Cadangan

    Buat Sejarah: Demi Stabilkan Rubel, Rusia Jual Emas Cadangan

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bank Sentral Rusia untuk pertama kalinya mulai menjual emas fisik dari cadangannya sebagai bagian dari operasi Kementerian Keuangan untuk membiayai anggaran negara. Mengutip The Moscow Times, langkah ini mencerminkan transaksi sebelumnya yang melibatkan emas dari National Wealth Fund (NWF), yang sebelumnya sebagian besar hanya bersifat administratif. Dalam skema sebelumnya, pemerintah menjual emas ke […]

  • Keripik Pisang hingga Olahan Ikan Punya Peluang Naik Kelas

    Keripik Pisang hingga Olahan Ikan Punya Peluang Naik Kelas

    • calendar_month Selasa, 13 Okt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Peluang hilirisasi di Kabupaten Batang Hari, Jambi, tidak harus dimulai dengan membangun pabrik besar. Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dapat meningkatkan nilai jual produk melalui pengolahan, inovasi rasa, kemasan yang lebih baik, serta pemasaran yang menjangkau konsumen lebih luas. Sejumlah usaha olahan telah tercatat dalam basis data potensi usaha Pemerintah Kabupaten […]

  • Nasabah UMKM Bank Nagari Paling Terdampak Bencana

    Nasabah UMKM Bank Nagari Paling Terdampak Bencana

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Bank Nagari menjadi salah satu bank yang terdampak langsung oleh bencana banjir di Sumatera Barat. Di tengah kondisi tersebut, bank mulai memetakan dampak banjir, nasabah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi kelompok yang paling terdampak. Pemetaan awal dilakukan terhadap dampak operasional dan debitur, sembari menyiapkan langkah mitigasi risiko untuk mengantisipasi potensi […]

  • Perjalanan KA Jarak Jauh Kembali Normal Pasca Kecelakaan di Bekasi Timur, KAI Pastikan Refund 100 Persen

    Perjalanan KA Jarak Jauh Kembali Normal Pasca Kecelakaan di Bekasi Timur, KAI Pastikan Refund 100 Persen

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan seluruh perjalanan kereta api jarak jauh kembali beroperasi normal mulai Kamis, 30 April 2026. Pemulihan ini dilakukan setelah kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur yang sempat mengganggu operasional secara luas. Vice President Corporate Communication PT KAI, Anne Purba, mengatakan […]

  • Ekonom Peringatkan Dampak Kebijakan Trump: Risiko Geopolitik Global Bisa Ditiru China

    Ekonom Peringatkan Dampak Kebijakan Trump: Risiko Geopolitik Global Bisa Ditiru China

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kebijakan kontroversial Presiden Amerika Serikat Donald Trump dinilai berpotensi memicu disrupsi besar terhadap stabilitas ekonomi dan keamanan global. Sejumlah ekonom mengingatkan bahwa langkah-langkah ekstrem Trump, termasuk kebijakan tarif dagang hingga aksi penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, dapat menjadi preseden berbahaya yang berisiko ditiru negara-negara besar lain, termasuk China. Ekonom Universitas Indonesia Fithra Faisal […]

  • Rumah Bergaya Industrial Lebih Murah Ketimbang Minimalis, Benarkah?

    Rumah Bergaya Industrial Lebih Murah Ketimbang Minimalis, Benarkah?

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Perdebatan mengenai biaya pembangunan rumah bergaya industrial dibandingkan dengan minimalis kerap muncul di tengah masyarakat. Namun, benarkah jika rumah bergaya industrial lebih mahal ketimbang minimalis? Ketua Umum Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Georgius Budi Yulianto atau akrab disapa Boegar menegaskan, pertanyaan tersebut pada dasarnya tidak dapat dijawab secara absolut. “Biaya konstruksi sangat dipengaruhi oleh […]

expand_less