Selasa, 1 Sep 2026
light_mode
Beranda » Regional » 8 Desa di Tanjab Timur Masih Tertinggal, Lima Berada di Kecamatan Sadu

8 Desa di Tanjab Timur Masih Tertinggal, Lima Berada di Kecamatan Sadu

  • account_circle say say
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM –  Pemerataan pembangunan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur masih menyisakan pekerjaan rumah. Dari 73 desa yang tersebar di wilayah tersebut, delapan desa masih berstatus tertinggal. Yang menarik, persoalan itu tidak tersebar merata. Lima dari delapan desa tertinggal berada di Kecamatan Sadu. Sementara tiga lainnya masing-masing berada di Kecamatan Rantau Rasau, Mendahara dan Muara Sabak Timur.

Secara administratif, Kabupaten Tanjung Jabung Timur memang memiliki wilayah yang cukup luas. Kabupaten ini terdiri atas 11 kecamatan, 73 desa dan 20 kelurahan. Kecamatan Sadu sendiri berada di ujung wilayah dengan ibu kota di Sungai Lokan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Tanjab Timur, Budi Wahyu, mengatakan perkembangan desa di daerah itu cukup beragam. Dari total desa yang ada, sebanyak 21 desa berstatus maju, 41 desa berkembang, tiga desa mandiri dan delapan desa masih tertinggal.

“Untuk desa tertinggal tersebut, satu berada di Kecamatan Rantau Rasau, satu di Mendahara, satu di Muarasabak Timur dan lima di Kecamatan Sadu,” ujar Budi.

Status tertinggal, kata dia, tidak ditentukan hanya dari satu persoalan. Penilaiannya mencakup sejumlah aspek, mulai dari ekonomi, sosial, pendidikan, infrastruktur hingga kondisi masyarakat dan potensi lokal.

Persoalan akses menjadi salah satu tantangan yang cukup penting. Di wilayah pedesaan, jalan bukan sekadar jalur penghubung. Jalan menentukan seberapa mudah warga menuju sekolah, fasilitas kesehatan, pasar hingga pusat pemerintahan. Ketika akses terbatas, hasil perkebunan, pertanian, perikanan maupun usaha masyarakat juga lebih sulit bergerak.

Data BPS melalui Statistik Potensi Desa Tanjung Jabung Timur 2025 memang menempatkan infrastruktur, potensi wilayah dan berbagai tantangan desa sebagai bagian penting dalam pemetaan kondisi desa. Publikasi tersebut merupakan hasil pemutakhiran Potensi Desa 2025.

Persoalan pembangunan juga tidak bisa dilepaskan dari kondisi kesejahteraan masyarakat. BPS mencatat persentase penduduk miskin Tanjung Jabung Timur pada Maret 2024 masih berada di 10,14 persen, meski turun dari 10,85 persen pada 2023. Namun, indeks keparahan kemiskinan justru meningkat menjadi 0,76.

Artinya, pembangunan tidak cukup hanya mengejar pertumbuhan fisik. Akses jalan, pendidikan, kesehatan, ekonomi dan kemampuan masyarakat mengembangkan potensi desa perlu bergerak bersamaan.

BPS sendiri dalam publikasi kesejahteraan rakyat 2025 menggunakan berbagai aspek, termasuk pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, perumahan, lingkungan dan kemiskinan, untuk menggambarkan kondisi kesejahteraan masyarakat Tanjab Timur.

Delapan desa tertinggal tersebut akhirnya menjadi pengingat bahwa pembangunan Tanjab Timur belum selesai hanya dengan melihat angka desa maju dan mandiri. Di balik angka itu masih ada desa yang membutuhkan jalan lebih baik, akses layanan yang lebih dekat, ekonomi yang lebih hidup dan kesempatan yang lebih merata.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • OJK dan MAS Perkuat Kerja Sama FinTech, Dukung Ekonomi Digital Indonesia–Singapura

    OJK dan MAS Perkuat Kerja Sama FinTech, Dukung Ekonomi Digital Indonesia–Singapura

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Monetary Authority of Singapore (MAS) memperbarui komitmen kerja sama dalam pengembangan bidang FinTech dan memperkuat kerja sama di bidang keuangan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MOU) tentang Kerja Sama di Bidang Teknologi Keuangan (Fintech). MoU ini melanjutkan kesepakatan sebelumnya yang ditandatangani pada tahun 2018, serta memperluas upaya bersama dalam […]

  • Profil Aceh Tamiang: Letak, Karakter Geografi, dan Dampaknya Setelah Banjir Besar 2025

    Profil Aceh Tamiang: Letak, Karakter Geografi, dan Dampaknya Setelah Banjir Besar 2025

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kabupaten Aceh Tamiang menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak banjir besar yang melanda Sumatra dalam beberapa hari terakhir. Sebelum bencana terjadi, daerah ini dikenal sebagai pintu masuk lintas darat menuju Provinsi Aceh serta memiliki kawasan pesisir dengan ekosistem mangrove terbesar di Aceh. Secara geografis, Aceh Tamiang berada pada koordinat 03°53’18,81”–04°32’56,76” LU dan […]

  • Bank Mandiri Salurkan BLTS Kesra Rp3,22 Triliun ke 3,58 Juta Penerima di Seluruh Indonesia

    Bank Mandiri Salurkan BLTS Kesra Rp3,22 Triliun ke 3,58 Juta Penerima di Seluruh Indonesia

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk kembali dipercaya pemerintah untuk menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat (BLTS Kesra) 2025 dengan total nilai mencapai Rp3,22 triliun. Bantuan tersebut akan disalurkan kepada sekitar 3,58 juta rekening penerima di berbagai wilayah Indonesia. Penugasan ini diberikan oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia sebagai bagian dari upaya pemerintah menjaga […]

  • Rupiah Melemah Pagi Ini, Sentuh Rp16.700 per Dolar AS

    Rupiah Melemah Pagi Ini, Sentuh Rp16.700 per Dolar AS

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pagi ini, Selasa (11/11/2025). Rupiah dibuka melemah 46 poin atau 0,28 persen menjadi Rp16.700 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sebelumnya Rp16.654 per dolar AS. Rupiah melemah bersama sejumlah mata uang Asia lainnya. Sementara indeks dolar AS menguat 0,10 persen ke 99,68. Yen Jepang […]

  • Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp70 Ribu

    Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp70 Ribu

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Angso Duo, Kota Jambi, mengalami perubahan pada Kamis (20/8/2026). Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, mayoritas harga sembako masih berada dalam kondisi stabil. Namun, beberapa komoditas tercatat mengalami kenaikan. Kenaikan paling mencolok terjadi pada cabai rawit merah yang kini berada di harga Rp70.000 per kilogram, […]

  • Pascabanjir Bandang, Pemerintah Kebut Pembangunan Sumber Air Bersih di Aceh Tamiang

    Pascabanjir Bandang, Pemerintah Kebut Pembangunan Sumber Air Bersih di Aceh Tamiang

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah mempercepat pembangunan sumber air bersih di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana banjir bandang yang terjadi pada akhir November 2025. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyatakan penyediaan akses air bersih menjadi kebutuhan mendesak bagi warga terdampak, terutama untuk mendukung aktivitas fasilitas kesehatan, rumah ibadah, dan hunian sementara. Menteri PU […]

expand_less