Senin, 7 Sep 2026
light_mode
Beranda » Nasional » BPS Catat Kemiskinan RI 8,07 Persen, Bank Dunia Hitung 68,3 Persen, Kok Bisa?

BPS Catat Kemiskinan RI 8,07 Persen, Bank Dunia Hitung 68,3 Persen, Kok Bisa?

  • account_circle say say
  • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Angka kemiskinan Indonesia terlihat jomplang ketika menggunakan standar yang berbeda. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penduduk miskin Indonesia pada Maret 2026 sebesar 8,07 persen atau sekitar 22,93 juta orang. Sementara Bank Dunia mencatat 68,3 persen penduduk Indonesia pada 2024 berada di bawah garis kemiskinan untuk negara berpendapatan menengah atas atau upper-middle-income countries (UMIC).

Perbedaan tersebut bukan berarti terdapat dua lembaga yang saling bertentangan. Persoalannya terletak pada garis kemiskinan yang digunakan.

BPS menggunakan garis kemiskinan nasional sebagai ukuran resmi untuk menentukan penduduk miskin di Indonesia. Pada Maret 2026, garis kemiskinan ditetapkan sebesar Rp669.235 per kapita per bulan. Dengan batas tersebut, BPS mencatat jumlah penduduk miskin mencapai 22,93 juta orang. Persentasenya turun dari 8,47 persen pada Maret 2025.

Sementara Bank Dunia menggunakan garis kemiskinan internasional berbasis Purchasing Power Parity (PPP). Ukuran ini dirancang agar tingkat kesejahteraan masyarakat dapat dibandingkan antarnegara dengan memperhitungkan perbedaan daya beli.

Dalam pembaruan 2025 menggunakan PPP 2021, Bank Dunia menetapkan tiga garis kemiskinan internasional. Yakni US$3 per orang per hari untuk kemiskinan ekstrem, US$4,20 untuk negara berpendapatan menengah bawah, dan US$8,30 untuk negara berpendapatan menengah atas.

Untuk Indonesia, penggunaan garis US$8,30 menghasilkan angka 68,3 persen pada 2024. Artinya, sebanyak 68,3 persen penduduk Indonesia berada di bawah standar konsumsi yang ditetapkan Bank Dunia untuk kelompok negara berpendapatan menengah atas. Namun angka tersebut tidak sama dengan angka kemiskinan resmi Indonesia.

Bank Dunia menjelaskan bahwa garis kemiskinan nasional masing-masing negara tetap menjadi ukuran yang relevan untuk kebijakan dalam negeri. Sedangkan garis internasional digunakan terutama untuk membandingkan kemiskinan dan kesejahteraan antarnegara.

Sebelum pembaruan metodologi tersebut, Bank Dunia menggunakan garis US$6,85 per orang per hari untuk negara berpendapatan menengah atas. Dengan standar itu, sekitar 61,8 persen penduduk Indonesia pada 2023 berada di bawah garis tersebut.

Perbedaan angka itu menunjukkan bahwa status “miskin” sangat bergantung pada standar yang digunakan. Garis kemiskinan yang lebih tinggi otomatis memasukkan lebih banyak penduduk ke dalam kelompok yang berada di bawah batas tersebut. Karena itu, kurang tepat jika angka 8,07 persen dan 68,3 persen disebut sebagai dua data yang saling bertentangan.

Angka 8,07 persen menjawab pertanyaan tentang berapa penduduk Indonesia yang tergolong miskin menurut standar nasional. Sementara angka 68,3 persen menggambarkan berapa besar penduduk yang berada di bawah standar konsumsi internasional UMIC Bank Dunia.

Perbedaan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa meski kemiskinan resmi Indonesia berada di bawah 10 persen, masih terdapat kelompok masyarakat yang secara standar internasional memiliki tingkat konsumsi relatif rendah.

Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS), Persentase Penduduk Miskin Maret 2026; World Bank, The World Bank’s Updated Global Poverty Lines: Indonesia; World Bank, Poverty and Inequality Platform.

 

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Produk Unggulan Pegadaian: Emas UBS dan Galeri24 Kompak Anjlok

    Produk Unggulan Pegadaian: Emas UBS dan Galeri24 Kompak Anjlok

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas batangan yang ditawarkan oleh PT Pegadaian mencatatkan tren negatif pada perdagangan penghujung tahun, Rabu (31/12/2025). Berdasarkan pantauan terbaru, emas batangan cetakan Galeri 24 dan UBS mengalami penurunan harga secara bersamaan. Harga jual emas Galeri24 turun Rp72.000, kini menjadi Rp2.546.000 per gram dari awalnya Rp2.618.000. Sedangkan emas UBS merosot Rp74.000 membuat harganya […]

  • Rupiah Dibuka Menguat Rp16.573 per Dolar AS

    Rupiah Dibuka Menguat Rp16.573 per Dolar AS

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah menguat pada pembukaan perdagangan Kamis (16/10/2025) pagi. Rupiah menguat sebesar 3 poin atau 0,02 persen menjadi Rp16.573 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sebelumnya Rp16.576 per dolar AS. Mayoritas mata uang di kawasan Asia juga menguat terhadap dolar AS pagi ini. Baht Thailand mencatat penguatan terbesar yakni 0,38%, disusul won […]

  • InJourney Perketat Pengawasan di Bandara Soetta Usai Kasus Pencurian Barang Ekspor

    InJourney Perketat Pengawasan di Bandara Soetta Usai Kasus Pencurian Barang Ekspor

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Angkasa Pura Indonesia melalui Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta memperketat sistem pengawasan dan keamanan di area bandara sebagai langkah antisipasi tindak kriminal. General Manager Bandara Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, menyatakan bahwa penguatan keamanan dilakukan bersama aparat kepolisian setempat setelah terungkap kasus pencurian barang ekspor oleh oknum operator kargo. “Kami telah memperkuat aspek keamanan […]

  • Transaksi QRIS Livin’ by Mandiri Tembus Rp 123,5 Triliun hingga September 2025, Naik 103 Persen

    Transaksi QRIS Livin’ by Mandiri Tembus Rp 123,5 Triliun hingga September 2025, Naik 103 Persen

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatat transaksi QRIS melalui aplikasi Livin’ by Mandiri mencapai Rp 123,5 triliun hingga September 2025. Jumlah tersebut melonjak 103 persen bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Vice President Digital Retail Banking Bank Mandiri, Harry Sofri Putranda menjelaskan peningkatan transaksi digital itu tak lepas dari kenaikan pengguna aktif […]

  • Dana BTT Rp4,9 Miliar untuk Depo Sampah Dipertanyakan, Apa Saja Syarat Penggunaannya Menurut Aturan?

    Dana BTT Rp4,9 Miliar untuk Depo Sampah Dipertanyakan, Apa Saja Syarat Penggunaannya Menurut Aturan?

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rencana Pemerintah Kota Jambi menggunakan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp4,9 miliar untuk pembangunan depo sampah dan mendukung sistem Operator Pengumpul Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM) memunculkan perdebatan di tengah masyarakat. Polemik tidak hanya menyangkut efektivitas kebijakan pengelolaan sampah, tetapi juga menyasar aspek legalitas penggunaan anggaran. Sejumlah kalangan mempertanyakan apakah pembangunan depo sampah […]

  • Melesat Rp 34.000, Harga Emas Antam Menjadi Rp 2.284.000 per Gram

    Melesat Rp 34.000, Harga Emas Antam Menjadi Rp 2.284.000 per Gram

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam kembali terbang tinggi hari ini, Selasa (7/10/2025). Kini harga emas Antam tembus Rp 2.284.000 per gram usai naik Rp34.000. Ini merupakan rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) baru dan reli tiga hari beruntun. Sementara harga emas Antam termurah mencapai Rp1.192.000 dengan ukuran […]

expand_less