IPG Jambi Merosot, Ketimpangan Gender Naik: Tantangan Ekonomi pada 2026
- account_circle say say
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Indeks Pembangunan Gender (IPG) Jambi turun dari 89,31 pada 2024 menjadi 88,93 pada 2025.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Pembangunan gender di Provinsi Jambi menghadapi tantangan serius. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Indeks Pembangunan Gender (IPG) Jambi turun dari 89,31 pada 2024 menjadi 88,93 pada 2025. Penurunan tersebut menjadi perhatian karena IPG menggambarkan perbandingan capaian pembangunan manusia antara perempuan dan laki-laki, yang mencakup aspek kesehatan, pendidikan dan standar hidup.
Memasuki 2026, angka IPG tahunan terbaru belum tersedia. Karena itu, angka 88,93 pada 2025 masih menjadi data resmi terbaru yang dapat digunakan sebagai pembanding memasuki 2026. Data 2026 baru dapat dibandingkan setelah BPS menerbitkan capaian IPG tahun berjalan.
Kondisi tersebut semakin menarik jika dilihat dari Indeks Ketimpangan Gender (IKG). Berdasarkan data BPS, IKG Jambi tercatat 0,558 pada 2024 dan meningkat menjadi 0,575 pada 2025. Kenaikan ini menunjukkan masih adanya persoalan kesenjangan gender dalam aspek kesehatan reproduksi, pemberdayaan dan pasar tenaga kerja.
Kesenjangan juga terlihat dalam partisipasi perempuan di pasar kerja. Data BPS menunjukkan TPAK perempuan Jambi pada 2025 sekitar 50,63 persen, sedangkan laki-laki mencapai sekitar 85,60 persen. Selisih yang lebar tersebut menunjukkan masih besarnya potensi tenaga kerja perempuan yang belum masuk atau belum aktif dalam pasar kerja.
Dari sisi ekonomi, kondisi ini tidak bisa dianggap sekadar angka statistik. Rendahnya partisipasi perempuan dapat memengaruhi kapasitas rumah tangga dalam meningkatkan pendapatan sekaligus membatasi potensi pertumbuhan pelaku usaha perempuan, termasuk UMKM.
Dengan demikian, memasuki 2026, tantangan Jambi bukan hanya meningkatkan IPG, tetapi juga menekan ketimpangan gender dan memperbesar akses perempuan terhadap pekerjaan, pendidikan, pembiayaan serta kesempatan berusaha.
Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi
- Penulis: say say
