Kamis, 18 Jun 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » Pemerintah Arahkan Transformasi Ekonomi Menuju Pertumbuhan Produktif pada 2026

Pemerintah Arahkan Transformasi Ekonomi Menuju Pertumbuhan Produktif pada 2026

  • account_circle say say
  • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Pemerintah mengarahkan transformasi ekonomi nasional menuju pertumbuhan yang lebih produktif, bernilai tambah, dan berkelanjutan pada 2026. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, arah baru pembangunan tersebut tidak hanya berfokus pada stabilitas, tetapi juga pada peningkatan kualitas pertumbuhan ekonomi.

Hal itu disampaikan dalam rangkaian IMF-World Bank Spring Meeting 2026 di Washington DC, Amerika Serikat. Menurut Purbaya, transformasi ekonomi didorong melalui tiga pilar utama, yakni investasi, industrialisasi, serta peningkatan produktivitas sumber daya manusia.

Pemerintah, kata dia, terus mendorong hilirisasi industri dan penguatan sektor manufaktur guna meningkatkan nilai tambah dalam negeri.

“Ke depan, pertumbuhan ekonomi tidak hanya stabil, tetapi juga lebih produktif dan berkelanjutan,” ujar Purbaya.

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada kisaran 5,4 persen hingga 6 persen pada 2026. Target tersebut dinilai realistis dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi domestik yang relatif terjaga.

Pada 2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat sebesar 5,11 persen. Sementara itu, neraca perdagangan pada Februari 2026 mencatat surplus sebesar 1,27 miliar dollar AS, melanjutkan tren surplus dalam beberapa tahun terakhir.

Kinerja tersebut ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang tetap kuat dan inflasi yang terkendali. Selain itu, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih berperan sebagai penyangga untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian global.

Pemerintah juga mewaspadai sejumlah risiko eksternal, termasuk ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi harga energi dunia. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemerintah menyiapkan kebijakan fiskal yang adaptif serta menjaga stabilitas harga energi, khususnya bahan bakar bersubsidi.

Di sisi lain, sinergi kebijakan fiskal dan moneter terus diperkuat untuk menjaga stabilitas ekonomi makro. Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak hanya terjaga, tetapi juga semakin inklusif dan berdaya saing.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Listrik di Sumut dan Aceh Masih Terputus Akibat Banjir, Sumbar Mulai Pulih

    Listrik di Sumut dan Aceh Masih Terputus Akibat Banjir, Sumbar Mulai Pulih

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung menyampaikan bahwa sambungan listrik di Sumatera Barat (Sumbar) mulai pulih, sementara di Sumatera Utara (Sumut) dan Aceh masih terputus akibat bencana banjir dan longsor yang melanda kawasan tersebut. “Di Aceh masih terputus, di Sumatera Utara terputus, Sumatera Barat sudah terjadi pemulihan,” ujar Yuliot […]

  • Safari Ramadan di Masjid Al-Ikhlas, Wali Kota Jambi Maulana Komit Fasilitasi Marbot dengan BPJS Ketenagakerjaan

    Safari Ramadan di Masjid Al-Ikhlas, Wali Kota Jambi Maulana Komit Fasilitasi Marbot dengan BPJS Ketenagakerjaan

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi memulai rangkaian Safari Ramadan 1447 Hijriah tahun 2026 dengan menggelar kegiatan di Masjid Al-Ikhlas, RT 06, Kelurahan Beliung, Kecamatan Alam Barajo, Kamis (26/2/2026). Kegiatan Safari Ramadan tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Jambi, Maulana. Pada kesempatan yang sama, Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Jambi juga dilaksanakan di masjid yang sama […]

  • 7 Negara Laporkan Kasus Hantavirus, Wabah Bermula dari Kapal MV Hondius

    7 Negara Laporkan Kasus Hantavirus, Wabah Bermula dari Kapal MV Hondius

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sejumlah negara melaporkan kasus positif Hantavirus yang diduga terkait dengan penyebaran di kapal pesiar MV Hondius. Data otoritas kesehatan internasional menunjukkan sedikitnya tujuh negara telah mengonfirmasi atau mengidentifikasi kasus suspek infeksi virus tersebut. World Health Organization menyebutkan, dari sejumlah pasien yang terdeteksi, tujuh kasus telah dikonfirmasi dan satu lainnya masih berstatus probable atau […]

  • WNA Kini Bisa Pimpin BUMN, Presiden Prabowo: Kalian Bisa Cari Otak-otak Terbaik!

    WNA Kini Bisa Pimpin BUMN, Presiden Prabowo: Kalian Bisa Cari Otak-otak Terbaik!

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan perubahan peraturan di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dimana ekspatriat atau warga negara asing (WNA) untuk menduduki posisi pimpinan perusahaan negara. “Saya telah mengubah regulasi, dan sekarang ekspatriat, non‑Indonesia, bisa memimpin BUMN kami,” kata Prabowo saat berdialog dengan Chairman Forbes Media, Steve Forbes, dalam forum Forbes Global CEO […]

  • Gurih Berempah! Tepek Ikan Khas Jambi yang Kaya Rasa

    Gurih Berempah! Tepek Ikan Khas Jambi yang Kaya Rasa

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sekilas tampilannya memang mengingatkan pada pempek. Namun soal rasa, tepek ikan khas Jambi punya kelas tersendiri. Disajikan dengan kuah gulai kental berbumbu rempah, kuliner tradisional ini menghadirkan sensasi gurih yang nendang di lidah. Tepek ikan diolah dengan cara “di-tepek” atau dipipihkan. Bahan utamanya adalah ikan tenggiri atau gabus yang diolah hingga menghasilkan tekstur […]

  • Target Pertumbuhan Ekonomi 2025 Terancam Meleset, Pemerintah Diminta Percepat Akselerasi Ekonomi 2026

    Target Pertumbuhan Ekonomi 2025 Terancam Meleset, Pemerintah Diminta Percepat Akselerasi Ekonomi 2026

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Target pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 berpotensi meleset dari proyeksi awal. Kondisi tersebut menjadi sinyal kuat bahwa akselerasi ekonomi pada 2026 perlu segera dikebut melalui pembenahan struktural dan penguatan transmisi kebijakan fiskal serta moneter. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui bahwa stimulus ekonomi yang digelontorkan pemerintah belum sepenuhnya mampu mendorong pertumbuhan sektor riil […]

expand_less