Stok Beras RI Tembus 5 Juta Ton, Andi Amran Sulaiman Pastikan 2026 Tanpa Impor
- account_circle say say
- calendar_month 9 menit yang lalu
- comment 0 komentar

Stok Beras RI Tembus 5 Juta Ton
JAMBISNIS.COM – Pemerintah memastikan tidak akan melakukan impor beras sepanjang 2026. Kepastian ini disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman setelah stok cadangan beras nasional menembus angka 5 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
Amran menyebut lonjakan stok tersebut menjadi indikator kuat bahwa Indonesia telah mencapai titik swasembada pangan, setidaknya untuk komoditas beras. “Insyaallah 2026 tidak impor beras. Cadangan kita saat ini tertinggi sepanjang sejarah di bulan April,” ujarnya saat meninjau gudang Perum Bulog di Karawang, Jawa Barat, Kamis (23/4/2026).
Data pemerintah menunjukkan, cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog telah mencapai sekitar 5.000.000 ton. Angka ini melampaui rekor sebelumnya dan menjadi tonggak penting dalam kebijakan pangan nasional.
Sebagai perbandingan, pada periode 2023–2024, Indonesia masih mengandalkan impor beras dalam jumlah besar, bahkan mencapai 7 juta ton. Nilainya diperkirakan menyentuh Rp100 triliun jika digabung dengan impor jagung. Kondisi tersebut kini berbalik seiring peningkatan produksi dalam negeri pada 2025 hingga 2026.
Lonjakan produksi berdampak langsung pada kapasitas penyimpanan. Amran mengungkapkan, total kapasitas gudang yang dimiliki Bulog sekitar 3 juta ton, sementara sisanya dipenuhi melalui skema sewa gudang.
Di Karawang, salah satu titik penyimpanan utama, gudang dengan kapasitas 102.000 ton kini telah terisi sekitar 80.000 ton dan diperkirakan akan penuh dalam waktu dekat.
“Secara nasional, gudang kita hampir penuh. Kita sudah sewa sekitar 2 juta ton dan akan tambah lagi sekitar 1 juta ton,” kata Amran.
Keberhasilan menjaga stok beras dalam jumlah besar dinilai sebagai capaian strategis, namun tantangan berikutnya adalah memastikan distribusi berjalan efektif agar tidak terjadi kelebihan pasokan di satu sisi dan kelangkaan di sisi lain.
Pantau terus berita perkembangan ekonomi, saham, harga emas, dan harga sembako terkini secara cepat dan akurat di Jambisnis.com.
- Penulis: say say



Saat ini belum ada komentar