Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode
Beranda » Nasional » China Pertimbangkan Batasi Ekspor Teknologi Panel Surya ke AS

China Pertimbangkan Batasi Ekspor Teknologi Panel Surya ke AS

  • account_circle say say
  • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – China tengah mempertimbangkan pembatasan ekspor teknologi canggih untuk pembuatan panel surya ke Amerika Serikat. Kebijakan ini berpotensi memengaruhi investasi perusahaan AS serta memperdalam rivalitas teknologi kedua negara.

Mengutip laporan Reuters, pejabat China telah melakukan pembicaraan awal dengan sejumlah pemasok peralatan panel surya terkait kemungkinan pembatasan tersebut. Namun hingga kini, kebijakan itu masih dalam tahap diskusi dan belum menjadi aturan final.

China saat ini menguasai lebih dari 80% produksi komponen panel surya global dan menjadi rumah bagi sejumlah pemasok peralatan terbesar di dunia. Jika pembatasan diterapkan, perusahaan-perusahaan AS yang tengah mengembangkan produksi panel surya domestik berpotensi menghadapi hambatan signifikan.

Salah satu perusahaan yang terdampak adalah Tesla. Perusahaan milik Elon Musk tersebut diketahui tengah memperluas fasilitas produksi panel surya di AS.

Reuters sebelumnya melaporkan, Tesla berencana membeli peralatan panel surya senilai US$ 2,9 miliar dari pemasok China, termasuk Suzhou Maxwell Technologies, yang kini sedang mengurus izin ekspor dari otoritas China.

Rencana pembatasan ini juga mencerminkan meluasnya rivalitas teknologi antara China dan AS, yang sebelumnya telah mencakup pembatasan ekspor logam tanah jarang oleh Beijing sebagai respons atas kebijakan tarif Washington.

Selain Tesla, perusahaan teknologi besar seperti Google dan Amazon juga terus meningkatkan investasi di sektor energi surya dan penyimpanan energi, seiring meningkatnya kebutuhan listrik untuk pengembangan kecerdasan buatan (AI).

Salah satu teknologi yang menjadi sorotan adalah HJT (heterojunction solar technology), yang dikenal memiliki efisiensi tinggi dalam menghasilkan energi dari sinar matahari. Peralatan produksi berbasis teknologi ini menjadi incaran perusahaan-perusahaan AS.

Di sisi lain, China mulai khawatir terhadap upaya perusahaan AS mengurangi ketergantungan terhadap teknologi surya dari negara tersebut. Ambisi Tesla untuk mencapai kapasitas produksi panel surya hingga 100 gigawatt di AS sebelum 2028 dinilai dapat menjadi ancaman serius bagi dominasi industri China.

Lembaga riset Trivium China menyebut, keberhasilan Tesla membangun kemandirian di sektor energi surya dapat menjadi “mimpi buruk” bagi produsen panel surya China.

Wacana pembatasan ekspor ini juga muncul menjelang rencana pertemuan antara Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump di Beijing. Pertemuan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk menjaga stabilitas hubungan dagang kedua negara di tengah meningkatnya tensi global.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menteri ATR: Pendaftaran Tanah Beri Dampak Ekonomi Rp1.021 Triliun

    Menteri ATR: Pendaftaran Tanah Beri Dampak Ekonomi Rp1.021 Triliun

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Program pendaftaran tanah yang dijalankan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terbukti memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid menyebut nilai ekonomi dari kegiatan pendaftaran tanah selama periode Oktober 2024 hingga Oktober 2025 mencapai Rp1.021,95 triliun. Menurut Nusron, pendaftaran tanah bukan sekadar proses administratif, melainkan fondasi […]

  • Bayar Hutang atau Zakat Dulu? Ini Penjelasan Quraish Shihab

    Bayar Hutang atau Zakat Dulu? Ini Penjelasan Quraish Shihab

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bulan Ramadan sering menjadi momen bagi umat Islam untuk menunaikan berbagai ibadah, termasuk membayar zakat. Namun di tengah kewajiban tersebut, muncul pertanyaan yang cukup sering dibahas: mana yang harus didahulukan, membayar hutang atau menunaikan zakat? Ulama tafsir Indonesia, M. Quraish Shihab menjelaskan bahwa dalam Islam, membayar hutang yang sudah jatuh tempo harus didahulukan […]

  • Djoni Kuasai 5,09 Persen Saham FOLK, Sinyal Masuk Konglomerat Mulai Terbaca

    Djoni Kuasai 5,09 Persen Saham FOLK, Sinyal Masuk Konglomerat Mulai Terbaca

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pasar modal Indonesia kembali diwarnai aksi strategis investor nasional. Djoni, investor asal Jambi, resmi masuk ke jajaran pemegang saham PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK) dengan kepemilikan sebesar 5,09 persen saham. Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Djoni tercatat menguasai sekitar 201 juta lembar saham FOLK, dengan tanggal efektif kepemilikan pada […]

  • Bunda PAUD Jambi Nadiyah Luncurkan Program Manasik Zakat untuk Anak PAUD

    Bunda PAUD Jambi Nadiyah Luncurkan Program Manasik Zakat untuk Anak PAUD

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bunda PAUD Kota Jambi Nadiyah Maulana secara resmi meluncurkan kegiatan Implementasi Manasik Zakat pada satuan PAUD se-Kota Jambi, Rabu (4/3/2026). Kegiatan ini merupakan upaya menanamkan nilai solidaritas, kepedulian sosial, serta kebiasaan berbagi kepada anak-anak sejak usia dini. Program tersebut digelar bekerja sama dengan **Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Jambi dan berlangsung di […]

  • Rangka Atap Baja Ringan vs Kayu, Lebih Baik Pilih yang Mana?

    Rangka Atap Baja Ringan vs Kayu, Lebih Baik Pilih yang Mana?

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemilihan rangka atap masih menjadi topik hangat di kalangan pemilik rumah, terutama antara baja ringan dan kayu. Dulu, kayu merupakan material yang selalu digunakan untuk membuat rangka atap rumah. Namun seiring berjalannya waktu, baja ringan semakin diminati sebagai material alternatif. Keduanya memiliki karakteristik berbeda yang memengaruhi kekuatan, keawetan, dan biaya konstruksi. Dengan meningkatnya […]

  • Warga Keluhkan Tambang Ilegal ke Gibran, Banjir di Kalimantan Selatan Disebut Kian Parah

    Warga Keluhkan Tambang Ilegal ke Gibran, Banjir di Kalimantan Selatan Disebut Kian Parah

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka menerima keluhan langsung dari warga terkait dugaan maraknya aktivitas pertambangan ilegal yang disebut menjadi salah satu penyebab banjir berulang di Kalimantan Selatan. Keluhan tersebut disampaikan seorang mahasiswa saat Gibran meninjau wilayah terdampak banjir di Desa Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Rabu (14/1/2026). Dalam pertemuan itu, warga menilai […]

expand_less