Sabtu, 17 Okt 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Warga Keluhkan Tambang Ilegal ke Gibran, Banjir di Kalimantan Selatan Disebut Kian Parah

Warga Keluhkan Tambang Ilegal ke Gibran, Banjir di Kalimantan Selatan Disebut Kian Parah

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka menerima keluhan langsung dari warga terkait dugaan maraknya aktivitas pertambangan ilegal yang disebut menjadi salah satu penyebab banjir berulang di Kalimantan Selatan.

Keluhan tersebut disampaikan seorang mahasiswa saat Gibran meninjau wilayah terdampak banjir di Desa Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Rabu (14/1/2026). Dalam pertemuan itu, warga menilai persoalan izin tambang yang tidak tertib telah berdampak serius terhadap lingkungan dan perekonomian masyarakat.

Perwakilan mahasiswa menyebutkan, terdapat lebih dari 180 tambang ilegal yang diduga beroperasi di Kalimantan Selatan. Aktivitas tersebut dinilai memperparah kerusakan lingkungan hingga memicu banjir yang kini seolah menjadi kejadian rutin setiap tahun.

“Banjir ini seperti sudah dianggap biasa. Padahal dampaknya besar bagi aktivitas ekonomi dan kehidupan masyarakat,” ujar mahasiswa tersebut, sebagaimana dikutip dari unggahan media sosial Gibran.

Mahasiswa itu berharap pemerintah pusat dapat mengambil langkah tegas dan menghadirkan kebijakan yang berpihak pada kepentingan rakyat, khususnya dalam penataan izin dan pengawasan pertambangan.

Menanggapi hal tersebut, Gibran mengapresiasi masukan yang disampaikan masyarakat dan mahasiswa. Ia mengakui bahwa evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola sumber daya alam, termasuk aktivitas tambang ilegal, perlu dilakukan untuk mengatasi kerusakan lingkungan dan menekan risiko bencana.

Gibran juga menyoroti faktor lain yang berpotensi memperparah banjir, seperti pendangkalan sungai serta pelanggaran tata ruang, termasuk perubahan zona hijau menjadi kawasan permukiman.

“Masalah banjir ini harus dilihat secara menyeluruh. Mulai dari tambang, kondisi sungai, hingga tata ruang wilayah,” kata Gibran.

Ia menegaskan, aspirasi yang disampaikan masyarakat akan menjadi bahan pertimbangan penting dalam merumuskan kebijakan agar solusi yang diambil benar-benar menyentuh akar persoalan banjir di Kalimantan Selatan.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kebakaran Gedung Sarinah Thamrin, Api Muncul dari Dekorasi Fasad

    Kebakaran Gedung Sarinah Thamrin, Api Muncul dari Dekorasi Fasad

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Manajemen PT Sarinah mengungkap kronologi kebakaran yang terjadi di Gedung Sarinah Thamrin, Jakarta Pusat, pada Minggu malam (28/12/2025). Insiden tersebut dipastikan tidak menimbulkan korban jiwa dan tidak mengganggu operasional pusat perbelanjaan. Corporate Secretary Group Head PT Sarinah Tora Prabu Banua Pardede menjelaskan, kebakaran terjadi sekitar pukul 21.08 WIB di area fasad luar gedung, […]

  • 7 Negara Laporkan Kasus Hantavirus, Wabah Bermula dari Kapal MV Hondius

    7 Negara Laporkan Kasus Hantavirus, Wabah Bermula dari Kapal MV Hondius

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sejumlah negara melaporkan kasus positif Hantavirus yang diduga terkait dengan penyebaran di kapal pesiar MV Hondius. Data otoritas kesehatan internasional menunjukkan sedikitnya tujuh negara telah mengonfirmasi atau mengidentifikasi kasus suspek infeksi virus tersebut. World Health Organization menyebutkan, dari sejumlah pasien yang terdeteksi, tujuh kasus telah dikonfirmasi dan satu lainnya masih berstatus probable atau […]

  • Desil BPS Jadi Sorotan: Benarkah Pengeluaran Rp3 Juta Sudah Masuk 10 Persen Terkaya?

    Desil BPS Jadi Sorotan: Benarkah Pengeluaran Rp3 Juta Sudah Masuk 10 Persen Terkaya?

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Angka desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) kembali menjadi perbincangan. Narasi bahwa seseorang dengan pengeluaran Rp3 juta per bulan sudah masuk kelompok 10 persen terkaya Indonesia bahkan ikut beredar di ruang publik. Namun, klaim tersebut perlu dibaca dengan hati-hati. Badan Pusat Statistik (BPS) menegaskan desil bukan ukuran kekayaan absolut dan […]

  • Under-Invoicing Sawit Dibongkar Menkeu Purbaya, Negara Diduga Rugi Bertahun-tahun

    Under-Invoicing Sawit Dibongkar Menkeu Purbaya, Negara Diduga Rugi Bertahun-tahun

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap dugaan praktik manipulasi nilai ekspor minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) yang dilakukan sejumlah oknum pengusaha melalui skema under-invoicing. Praktik ilegal ini diduga menyebabkan kebocoran penerimaan negara dalam jangka waktu bertahun-tahun. Purbaya menyebut modus yang digunakan yakni melaporkan ekspor CPO seolah-olah hanya sampai negara […]

  • Baru Sehari Menguat, Rupiah Kembali Tersungkur Dihantam Dolar AS

    Baru Sehari Menguat, Rupiah Kembali Tersungkur Dihantam Dolar AS

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Penguatan rupiah tidak mampu bertahan lama. Setelah sempat memberikan harapan pada perdagangan sebelumnya, mata uang Indonesia kembali tertekan oleh bangkitnya dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (30/6/2026). Mengutip Antara, nilai tukar rupiah melemah 32 poin atau tergerus 0,18 persen menjadi Rp17.883 per dolar AS. Pelemahan ini membalikkan capaian positif sehari sebelumnya ketika […]

  • Melemah Lagi, Rupiah Kini Tembus Rp17.630 per Dolar AS

    Melemah Lagi, Rupiah Kini Tembus Rp17.630 per Dolar AS

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM– Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali bergerak melemah pada perdagangan Senin (18/5/2026) pagi. Mata uang Garuda turun 33 poin atau 0,19 persen ke posisi Rp17.630 per dolar AS. Pelemahan tersebut terjadi dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp17.597 per dolar AS. Di sisi lain, indeks dolar AS juga tercatat mengalami […]

expand_less