Gegara Harga Minyak Melonjak, Ekspor Kendaraan Listrik dari China Melesat
- account_circle -
- calendar_month 27 menit yang lalu
- comment 0 komentar

MENINGKAT: BYD mencatat penjualan 120.000 unit NEV di pasar ekspor pada Maret, tumbuh 65,2 persen secara tahunan.
JAMBISNIS.COM – Ekspor kendaraan energi baru (NEV) dari Tiongkok melonjak tajam. Berdasarkan data China Passenger Car Association (CPCA), pengiriman NEV ke luar negeri mencapai 349.000 unit pada Maret 2026, naik 139,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Disitat dari Carnewschina, kenaikan ini dipicu gangguan pasokan minyak di Selat Hormuz, yang mendorong harga bahan bakar minyak (BBM) di berbagai wilayah. Kondisi tersebut menjadi katalis kuat bagi pertumbuhan kendaraan listrik.
Riset Deloitte bahkan menunjukkan bahwa kenaikan harga bensin sebesar US$ 1 per galon, dan dapat meningkatkan penjualan kendaraan listrik hingga sekitar 6 persen.
Permintaan dari pasar luar negeri pun terus menguat, tercermin dari performa sejumlah produsen otomotif China. BYD mencatat penjualan 120.000 unit NEV di pasar ekspor pada Maret, tumbuh 65,2 persen secara tahunan.
Sementara itu, Geely membukukan total penjualan luar negeri sebesar 81.000 unit, atau naik 120 persen dibandingkan tahun lalu.
Khusus untuk kendaraan listrik, Geely mencatat lonjakan signifikan. Ekspor NEV pabrikan ini mencapai 51.000 unit, atau melonjak hingga 479 persen secara year-on-year. Angka tersebut menunjukkan agresivitas Geely dalam memperluas pasar global kendaraan elektrifikasi.
Performa Merek Baru
Selain pemain besar, merek-merek baru juga menunjukkan pertumbuhan impresif. Leapmotor mengirimkan 16.000 unit ke luar negeri pada Maret, naik 77,8 persen dibanding bulan sebelumnya. Sementara GAC Aion mencatat ekspor 11.000 unit, meningkat 175 persen.
Secara keseluruhan, tren ini menegaskan bahwa lonjakan harga energi global menjadi momentum bagi industri kendaraan listrik China untuk memperluas penetrasi di pasar internasional.
Dengan kombinasi harga kompetitif dan kapasitas produksi besar, produsen otomotif Negeri Tirai Bambu semakin memperkuat posisinya di pasar global kendaraan ramah lingkungan.(*)
- Penulis: -
- Editor: Darmanto Zebua



Saat ini belum ada komentar