Selasa, 12 Mei 2026
light_mode
Beranda » Otobiz » Toyota Hentikan Penjualan Fortuner di Australia, Ini Penjelasannya

Toyota Hentikan Penjualan Fortuner di Australia, Ini Penjelasannya

  • account_circle -
  • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Toyota memutuskan menghentikan penjualan Toyota Fortuner di Australia. Penyebabnya karena performa penjualan Fortuner di pasar Australia tidak sebaik model Toyota lain.

Fortuner pertama kali meluncur di Australia pada 2015. Selama satu dekade, SUV ini dikenal sebagai salah satu model Toyota dengan penjualan paling lambat di negara tersebut.

Vice President Sales and Marketing Toyota Australia, Sean Hanley, mengatakan keputusan ini diambil karena adanya perubahan selera konsumen terhadap SUV tangguh di Australia.

“Fortuner telah menjadi produk yang bagus bagi kami selama bertahun-tahun dan memiliki basis pelanggan yang kecil namun antusias. Tapi dengan perubahan preferensi konsumen di Australia, kami memutuskan untuk menghentikan Fortuner,” kata Hanley, dikutip dari CarExpert, Rabu (12/11/2025).

Fortuner akan resmi keluar dari showroom Australia pada pertengahan 2026. Meski demikian, banyak konsumen yang sudah lebih dulu beralih ke model Toyota lain yang lebih sesuai kebutuhan.

“Sebagian besar pelanggan kini kembali ke Hilux, atau beralih ke SUV seperti Land Cruiser Prado dan Land Cruiser 300 Series,” ujar Hanley.

Berdasarkan data penjualan periode Januari hingga Oktober 2025, Fortuner terjual 2.928 unit. Angka tersebut jauh di bawah pesaing utamanya, Ford Everest dengan 21.915 unit dan Isuzu MU-X dengan 12.499 unit.

Saat pertama kali diluncurkan, Fortuner dijual mulai 47.990 dolar Australia atau sekitar Rp 500 jutaan. Mobil ini diposisikan sebagai alternatif diesel dari Toyota Kluger yang saat itu masih bermesin bensin, dan kini sudah bertransformasi menjadi SUV hybrid sepenuhnya.

Di pasar Australia, Fortuner dijual lebih murah dari Ford Everest yang juga lahir pada 2015 dengan harga mulai 54.990 dolar Australia atau sekitar sekitar Rp 571,9 juta dengan nilai tukar saat ini.

Namun Everest disebut menempati segmen yang lebih premium karena dibangun dari rangka Ford Ranger dan ditujukan menantang Toyota Land Cruiser Prado. Rata-rata penjualan Fortuner sejak 2016 hingga 2024 hanya sekitar 3.400 unit per tahun.

Bantah Gagal Meski performa Fortuner tidak begitu moncer, Toyota tidak menganggap keberadaannya di Australia sebagai kegagalan.

“Setiap produk yang kami hadirkan punya peran. Fortuner punya perannya sendiri, dan kami tahu sejak awal bahwa mobil ini tidak akan menjadi Toyota terlaris,” ujar Hanley.

“Fortuner sudah berhasil menjalankan fungsinya sesuai harapan. Namun dengan perluasan lini HiLux dan penyederhanaan produk, keputusan ini menjadi langkah bisnis yang wajar bagi kami,” katanya.(*)

 

  • Penulis: -

Rekomendasi Untuk Anda

  • Korban Tewas Banjir Bandang di Sumatera Tembus 604 Jiwa, 464 Masih Hilang di Aceh, Sumut, dan Sumbar

    Korban Tewas Banjir Bandang di Sumatera Tembus 604 Jiwa, 464 Masih Hilang di Aceh, Sumut, dan Sumbar

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Jumlah korban bencana banjir bandang dan longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatera terus bertambah. Data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Senin (1/12/2025) sore mencatat, total korban meninggal dunia mencapai 604 jiwa, sementara 464 orang masih dinyatakan hilang. Kapusdatin Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, tim gabungan yang terdiri dari BNPB, TNI/Polri, […]

  • Profil Tapanuli Tengah: Lokasi, Jumlah Penduduk, dan Dampak Banjir Sumatera 2025

    Profil Tapanuli Tengah: Lokasi, Jumlah Penduduk, dan Dampak Banjir Sumatera 2025

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak paling serius akibat banjir dan longsor yang melanda sejumlah daerah di Sumatra dalam beberapa hari terakhir. Bencana tersebut menyebabkan kerusakan luas, korban jiwa, serta ribuan warga harus mengungsi. Berdasarkan data Polda Sumatera Utara, dari Selasa (25/11/2025) hingga Rabu (26/11/2025), sedikitnya terdapat […]

  • Transisi Energi Nasional Dipercepat, ESDM Ubah Sampah dan Limbah Jadi Energi Hijau Prorakya

    Transisi Energi Nasional Dipercepat, ESDM Ubah Sampah dan Limbah Jadi Energi Hijau Prorakya

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah terus mempercepat agenda besar transisi energi nasional yang ramah lingkungan dan berpihak pada kepentingan rakyat. Melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), kebijakan ini dijalankan sebagai wujud nyata dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperluas akses energi bersih dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat Indonesia. “Seluruh program transisi energi yang […]

  • Harga Perak Kembali Rp54.950 per Gram

    Harga Perak Kembali Rp54.950 per Gram

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak bersertifikat Antam hari ini terpantau naik. Berdasarkan data dari laman Logam Mulia, Kamis (26/2/2026), harga perak Antam bangkit sebesar Rp 800.000 ke level Rp 54.950 per gram. Selain perak dalam satuan gram, Antam juga menawarkan perak batangan dengan berbagai ukuran yang diproduksi dengan akurasi tinggi dan kemurnian 99,95%. Perak batangan 250 […]

  • Harga Cabe Jelang Pergantian Tahun Naik Hingga 14,29 Persen

    Harga Cabe Jelang Pergantian Tahun Naik Hingga 14,29 Persen

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok di Kota Jambi terpantau relatif stabil menjelang pergantian tahun. Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi per 31 Desember 2025, sebagian besar harga sembako di Pasar Angso Duo dan Pasar Rakyat Talang Banjar tidak mengalami perubahan signifikan. Namun, sejumlah komoditas hortikultura, terutama cabai, tercatat mengalami kenaikan harga. Di Pasar […]

  • Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Pengamat Sebut AS dan Israel ‘Dipermalukan’

    Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Pengamat Sebut AS dan Israel ‘Dipermalukan’

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru Iran menuai sorotan dari berbagai pihak. Sejumlah pengamat menilai keputusan tersebut justru menjadi pukulan bagi Amerika Serikat dan Israel. Majelis Ahli Iran secara resmi menunjuk Mojtaba Khamenei untuk menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, pada Senin (9/3/2026). Penunjukan ini dilakukan lebih dari sepekan setelah Ali Khamenei tewas […]

expand_less