Selasa, 11 Agu 2026
light_mode
Beranda » Otobiz » Toyota Hentikan Penjualan Fortuner di Australia, Ini Penjelasannya

Toyota Hentikan Penjualan Fortuner di Australia, Ini Penjelasannya

  • account_circle -
  • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Toyota memutuskan menghentikan penjualan Toyota Fortuner di Australia. Penyebabnya karena performa penjualan Fortuner di pasar Australia tidak sebaik model Toyota lain.

Fortuner pertama kali meluncur di Australia pada 2015. Selama satu dekade, SUV ini dikenal sebagai salah satu model Toyota dengan penjualan paling lambat di negara tersebut.

Vice President Sales and Marketing Toyota Australia, Sean Hanley, mengatakan keputusan ini diambil karena adanya perubahan selera konsumen terhadap SUV tangguh di Australia.

“Fortuner telah menjadi produk yang bagus bagi kami selama bertahun-tahun dan memiliki basis pelanggan yang kecil namun antusias. Tapi dengan perubahan preferensi konsumen di Australia, kami memutuskan untuk menghentikan Fortuner,” kata Hanley, dikutip dari CarExpert, Rabu (12/11/2025).

Fortuner akan resmi keluar dari showroom Australia pada pertengahan 2026. Meski demikian, banyak konsumen yang sudah lebih dulu beralih ke model Toyota lain yang lebih sesuai kebutuhan.

“Sebagian besar pelanggan kini kembali ke Hilux, atau beralih ke SUV seperti Land Cruiser Prado dan Land Cruiser 300 Series,” ujar Hanley.

Berdasarkan data penjualan periode Januari hingga Oktober 2025, Fortuner terjual 2.928 unit. Angka tersebut jauh di bawah pesaing utamanya, Ford Everest dengan 21.915 unit dan Isuzu MU-X dengan 12.499 unit.

Saat pertama kali diluncurkan, Fortuner dijual mulai 47.990 dolar Australia atau sekitar Rp 500 jutaan. Mobil ini diposisikan sebagai alternatif diesel dari Toyota Kluger yang saat itu masih bermesin bensin, dan kini sudah bertransformasi menjadi SUV hybrid sepenuhnya.

Di pasar Australia, Fortuner dijual lebih murah dari Ford Everest yang juga lahir pada 2015 dengan harga mulai 54.990 dolar Australia atau sekitar sekitar Rp 571,9 juta dengan nilai tukar saat ini.

Namun Everest disebut menempati segmen yang lebih premium karena dibangun dari rangka Ford Ranger dan ditujukan menantang Toyota Land Cruiser Prado. Rata-rata penjualan Fortuner sejak 2016 hingga 2024 hanya sekitar 3.400 unit per tahun.

Bantah Gagal Meski performa Fortuner tidak begitu moncer, Toyota tidak menganggap keberadaannya di Australia sebagai kegagalan.

“Setiap produk yang kami hadirkan punya peran. Fortuner punya perannya sendiri, dan kami tahu sejak awal bahwa mobil ini tidak akan menjadi Toyota terlaris,” ujar Hanley.

“Fortuner sudah berhasil menjalankan fungsinya sesuai harapan. Namun dengan perluasan lini HiLux dan penyederhanaan produk, keputusan ini menjadi langkah bisnis yang wajar bagi kami,” katanya.(*)

 

  • Penulis: -

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Jambi Bisa Cuan! Harga Perak Antam Anjlok, Saatnya Borong?

    Warga Jambi Bisa Cuan! Harga Perak Antam Anjlok, Saatnya Borong?

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Momen menarik datang dari pasar logam mulia. Harga perak murni produksi Antam pada Selasa (9/6/2026) mengalami koreksi tajam. Hal ini membuka peluang bagi warga Jambi untuk memanfaatkan situasi ini, untuk menambah koleksi peraknya. Berdasarkan data dari laman Logam Mulia yang dihimpun Jambisnis.com, harga perak Antam hari ini turun Rp150 menjadi Rp45.650 per gram. […]

  • Daftar 19 Kereta Dibatalkan Imbas Kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur

    Daftar 19 Kereta Dibatalkan Imbas Kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Kereta Api Indonesia (Persero) membatalkan sedikitnya 19 perjalanan kereta api jarak jauh menyusul kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin malam, 27 April 2026. Jumlah ini bertambah dari sebelumnya 13 perjalanan yang sempat diumumkan pada pagi hari. Penyesuaian dilakukan seiring proses penanganan korban, investigasi, […]

  • Terpukul Lagi! Nilai Tukar Rupiah Segini Pagi Ini

    Terpukul Lagi! Nilai Tukar Rupiah Segini Pagi Ini

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah kembali terpukul Kamis (9/4/2026) pagi ini. Pelemahan ini terjadi karena tertekan sentimen global di tengah ketidakpastian gencatan senjata AS-Iran dan arah kebijakan suku bunga The Fed. Berdasarkan data dari Antara, rupiah melemah 18 poin atau 0,11 persen menjadi Rp17.030 per dolar Amerika Serikat (AS) dari penutupan sebelumnya di level Rp17.012 […]

  • Harga Cabe Rawit Merah di Pasar Talang Banjar Naik 8,33 persen

    Harga Cabe Rawit Merah di Pasar Talang Banjar Naik 8,33 persen

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok di Pasar Rakyat Talang Banjar, Kota Jambi, terpantau relatif stabil pada Kamis (22/1/2026). Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, hanya beberapa komoditas hortikultura yang mengalami perubahan harga, sementara mayoritas bahan pangan strategis masih bertahan di level sebelumnya. Komoditas yang mengalami kenaikan harga adalah cabe rawit merah. Harga cabe […]

  • Harga Sembako di Kota Jambi Stabil, Harga Cabe Masih Fluktuatif

    Harga Sembako di Kota Jambi Stabil, Harga Cabe Masih Fluktuatif

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional di Kota Jambi masih terpantau stabil, meski beberapa komoditas seperti cabe merah dan cabe rawit mengalami penurunan harga cukup signifikan dalam sepekan terakhir. Berdasarkan pantauan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi di tiga pasar utama  Pasar Angso Duo, Pasar Rakyat Talang Banjar, dan Pasar Rakyat Kasang […]

  • 73 Persen Produksi Batu Bara Indonesia Berkualitas Rendah, Hanya 5 Persen Kalori Tinggi

    73 Persen Produksi Batu Bara Indonesia Berkualitas Rendah, Hanya 5 Persen Kalori Tinggi

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan sebagian besar produksi batu bara Indonesia masih didominasi oleh batu bara berkualitas rendah. Dari total cadangan batu bara nasional sebesar 31 miliar ton, sekitar 73 persen merupakan batu bara berkalori rendah. Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) ESDM, Surya Herjuna, […]

expand_less