Rabu, 13 Mei 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Profil Tapanuli Tengah: Lokasi, Jumlah Penduduk, dan Dampak Banjir Sumatera 2025

Profil Tapanuli Tengah: Lokasi, Jumlah Penduduk, dan Dampak Banjir Sumatera 2025

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak paling serius akibat banjir dan longsor yang melanda sejumlah daerah di Sumatra dalam beberapa hari terakhir. Bencana tersebut menyebabkan kerusakan luas, korban jiwa, serta ribuan warga harus mengungsi.

Berdasarkan data Polda Sumatera Utara, dari Selasa (25/11/2025) hingga Rabu (26/11/2025), sedikitnya terdapat 8 titik longsor dan 10 titik banjir di wilayah Tapanuli Tengah. Hingga Rabu (3/12/2025), sejumlah lokasi masih belum pulih sepenuhnya.

Upaya pencarian korban yang diduga tertimbun material longsor masih dilakukan oleh tim gabungan. Pemerintah daerah, BPBD, TNI-Polri, dan relawan turut mempercepat pembersihan akses jalan, fasilitas umum, serta rumah warga yang rusak.

Tapanuli Tengah merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Sumatera Utara. Mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2016, wilayah ini memiliki luas 2.194,98 kilometer persegi.

Menurut data BPS 2023, jumlah penduduk Tapanuli Tengah mencapai 386.895 jiwa, terdiri atas:

  • 195.087 laki-laki
  • 191.808 perempuan

Secara administratif, Tapanuli Tengah terbagi menjadi:

  • 20 kecamatan
  • 56 kelurahan
  • 159 desa

Wilayah ini juga memiliki kekayaan geografis berupa 31 pulau dan sejumlah kawasan pesisir. Karakteristik geografis tersebut membuat wilayah ini rentan terhadap bencana hidrometeorologi, khususnya banjir dan longsor.

Dampak Banjir-Longsor di Sumatera: Korban Meninggal Mencapai 753 Orang

Bencana banjir dan longsor yang terjadi di berbagai wilayah Sumatra, termasuk Tapanuli Tengah, menimbulkan dampak yang luas. BNPB melaporkan bahwa hingga Rabu (3/12/2025) pagi, jumlah korban meninggal mencapai 753 orang, sementara ratusan lainnya masih dilaporkan hilang atau belum ditemukan.

Tim SAR gabungan masih meningkatkan pencarian, terutama pada wilayah yang akses jalannya terputus akibat tumpukan material longsor.

Selain itu, ribuan warga dikabarkan mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Pemulihan pascabencana, termasuk perbaikan akses jalan dan distribusi logistik, dilakukan secara bertahap mengingat cuaca yang masih tidak menentu.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sah! Barcelona Rekrut Wonderkid Norwich City

    Sah! Barcelona Rekrut Wonderkid Norwich City

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Barcelona buat kejutan. Mereka berhasil merekrut talenta muda jebolan akademi Norwich City, Ajay Tavares. Pemain berusia 16 tahun ini menjadi tambahan amunisi terbaru bagi akademi Blaugrana setelah kepindahannya dari klub Liga Primer Inggris tersebut dikonfirmasi. Ajay Tavares telah tiba di Catalonia untuk menyelesaikan prosedur akhir sebelum resmi menjadi pemain baru Barcelona. Pemain sayap […]

  • OJK Blokir 27 Ribu Rekening Terkait Judi Online, Kredit Perbankan Tumbuh 7,56 Persen

    OJK Blokir 27 Ribu Rekening Terkait Judi Online, Kredit Perbankan Tumbuh 7,56 Persen

    • calendar_month Jumat, 10 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya telah mengajukan pemblokiran terhadap 27.395 rekening bank yang terindikasi terlibat dalam aktivitas judi online. “Terkait pemberantasan judi online yang berdampak luas pada perekonomian dan sektor keuangan, OJK telah meminta bank untuk melakukan pemblokiran terhadap kurang lebih 27.395 […]

  • Ingin Tahu? Ini Warna yang Akan Pudar di 2026

    Ingin Tahu? Ini Warna yang Akan Pudar di 2026

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Tren warna cat rumah terus berubah setiap tahun. Mengikuti perkembangan gaya hidup dan selera estetika masyarakat. Menjelang 2026, para desainer interior mulai mengungkap sejumlah warna yang diprediksi akan kehilangan popularitas dan perlahan ditinggalkan oleh pemilik rumah. Menurut sejumlah pakar desain dikutip dari Medcom, perubahan tren warna tak lepas dari pergeseran preferensi menuju nuansa […]

  • 9 Obat Tradisional Asam Lambung Naik, Jahe hingga Kunyit Bisa Jadi Solusi Alami

    9 Obat Tradisional Asam Lambung Naik, Jahe hingga Kunyit Bisa Jadi Solusi Alami

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Asam lambung naik atau Gastroesophageal reflux disease sering menimbulkan rasa tidak nyaman, seperti perih di dada, mual, hingga sensasi terbakar di tenggorokan. Selain obat medis, sejumlah bahan alami dapat digunakan sebagai alternatif untuk membantu meredakan gejala. Berbagai obat tradisional ini umumnya bekerja dengan cara menekan produksi asam atau menenangkan iritasi pada lambung. Namun, […]

  • PLN Mobile Jadi “Kantor Mini” Digital, 69 Juta Pengguna Urus Listrik dan SPKLU Lewat Satu Aplikasi

    PLN Mobile Jadi “Kantor Mini” Digital, 69 Juta Pengguna Urus Listrik dan SPKLU Lewat Satu Aplikasi

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT PLN (Persero) terus mempercepat transformasi digital layanan kelistrikan melalui aplikasi PLN Mobile. Aplikasi tersebut kini berkembang menjadi super app yang disebut sebagai “kantor mini” PLN karena menghadirkan berbagai layanan dalam satu platform digital. Executive Vice President Pelayanan Pelanggan Retail PLN Joni mengatakan, perubahan ini menandai pergeseran layanan dari sistem konvensional berbasis loket […]

  • Menkeu Purbaya Bongkar 4 Modus Penghindaran Bea Keluar, Negara Rugi Besar

    Menkeu Purbaya Bongkar 4 Modus Penghindaran Bea Keluar, Negara Rugi Besar

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap empat modus utama yang selama ini digunakan eksportir untuk menghindari kewajiban pembayaran bea keluar atas sejumlah komoditas. Praktik tersebut dinilai dapat merugikan negara karena berpotensi mengurangi penerimaan dari sektor kepabeanan. Purbaya menjelaskan, modus pertama adalah kesalahan administratif dalam penyampaian dokumen ekspor. Kesalahan tersebut ditemukan pada jenis […]

expand_less