Rabu, 22 Jul 2026
light_mode
Beranda » Properti » Ingin Tahu? Ini Warna yang Akan Pudar di 2026

Ingin Tahu? Ini Warna yang Akan Pudar di 2026

  • account_circle darmanto zebua
  • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Tren warna cat rumah terus berubah setiap tahun. Mengikuti perkembangan gaya hidup dan selera estetika masyarakat. Menjelang 2026, para desainer interior mulai mengungkap sejumlah warna yang diprediksi akan kehilangan popularitas dan perlahan ditinggalkan oleh pemilik rumah.

Menurut sejumlah pakar desain dikutip dari Medcom, perubahan tren warna tak lepas dari pergeseran preferensi menuju nuansa alami dan menenangkan. Warna-warna yang terkesan terlalu “dingin” atau mencolok mulai dianggap kurang relevan dengan tren hunian modern yang lebih hangat dan berkarakter personal.

Berikut warna yang bakal ditinggalkan di 2026:

1. Abu-abu muda (cool gray)

Selama hampir satu dekade, warna abu-abu mendominasi interior modern. Namun pada 2026, tren ini diperkirakan akan menurun. Desainer kini beralih ke tone netral hangat seperti beige, taupe, dan greige (gray + beige) yang lebih lembut dan ramah cahaya alami.

2. Putih murni yang terlalu steril

Warna putih klasik masih disukai, tapi versi “super putih” yang terlalu terang mulai ditinggalkan. Banyak pemilik rumah kini memilih off-white atau putih gading karena memberi kesan lebih hangat dan tidak kaku.

3. Biru tua dan Navy

Meskipun elegan, warna biru tua dianggap terlalu berat untuk tren 2026 yang lebih relaks dan membumi. Sebagai gantinya, biru lembut seperti sky blue atau dusty blue mulai naik daun karena menghadirkan suasana lebih terbuka dan segar.

4. Hitam pekat

Warna hitam yang dulu populer untuk aksen minimalis kini mulai bergeser ke charcoal atau espresso brown, yang tetap elegan tapi lebih lembut dan bersahabat dengan pencahayaan alami.

5. Warna pastel cerah

Tren “millennial pastel” seperti mint, pink muda, dan lilac mulai kehilangan pesona. Warna-warna tersebut kini dianggap terlalu manis dan digantikan oleh tone earthy seperti terracotta, olive, dan clay yang lebih matang dan menenangkan.

Perubahan tren warna sangat dipengaruhi oleh gaya hidup pascapandemi yang menekankan kenyamanan, keseimbangan, dan nuansa alami di rumah. Desain interior kini lebih mengarah pada slow living, di mana warna menjadi bagian dari suasana tenang, bukan sekadar dekorasi.(*)

  • Penulis: darmanto zebua
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • B50 Resmi Berlaku Juli 2026, 3,5 Juta Ton CPO Disiapkan untuk Biofuel

    B50 Resmi Berlaku Juli 2026, 3,5 Juta Ton CPO Disiapkan untuk Biofuel

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah akan mulai menerapkan program biodiesel 50 persen (B50) pada 1 Juli 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional. Dalam kebijakan ini, sekitar 3,5 juta ton crude palm oil (CPO) dialokasikan sebagai bahan baku utama biofuel. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, kebijakan tersebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto untuk […]

  • BPJS Ketenagakerjaan, Pemprov Jambi dan Asosiasi Konstruksi Perkuat Sinergi Dorong Pembangunan Infrastruktur

    BPJS Ketenagakerjaan, Pemprov Jambi dan Asosiasi Konstruksi Perkuat Sinergi Dorong Pembangunan Infrastruktur

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – BPJS Ketenagakerjaan Provinsi Jambi menggelar Forum Group Discussion (FGD) bersama Pemerintah Provinsi Jambi, BPD GAPENSI Jambi, dan GAPEKNAS Jambi di Hotel Aston Jambi, Kamis (25/6/2026). Forum tersebut menjadi ruang memperkuat kolaborasi dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Kegiatan itu dihadiri Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Provinsi Jambi Agus Springadi, […]

  • Impor Ilegal Hantam Industri Tekstil Lokal

    Impor Ilegal Hantam Industri Tekstil Lokal

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Banjirnya produk tekstil impor ilegal kembali jadi sorotan. Ikatan Pengusaha Kecil dan Menengah (IPKB) menilai maraknya barang masuk tanpa izin resmi telah menekan pelaku industri kecil dan menengah (IKM) tekstil yang kini makin kesulitan bertahan di pasar domestik. Ikatan Pengusaha Kecil dan Menengah (IPKB) mendesak pemerintah untuk segera memberikan dukungan nyata kepada industri […]

  • PHK Tembus 79 Ribu Orang Selama 2025, Ini Kata Purbaya

    PHK Tembus 79 Ribu Orang Selama 2025, Ini Kata Purbaya

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara terkait gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang mencapai 79 ribu sepanjang 2025. Menurut Purbaya, tingginya jumlah PHK mengindikasikan adanya perlambatan ekonomi. Yang membuat dari sisi demand juga melemah. “PHK terjadi ketika demand-nya lemah sekali. Itu terjadi 10 bulan awal, 9 bulan pertama tahun lalu kan. Tahun […]

  • Rencana Pajak E-Commerce 0,5 Persen Tuai Protes, UMKM Merasa Terbebani

    Rencana Pajak E-Commerce 0,5 Persen Tuai Protes, UMKM Merasa Terbebani

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rencana pemerintah untuk memungut pajak dari pedagang online melalui marketplace menuai beragam respons dari pelaku usaha. Sebagian besar menilai kebijakan tersebut berpotensi menambah beban, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemungutan pajak terhadap transaksi daring direncanakan mulai diterapkan pada kuartal II 2026. Kebijakan ini […]

  • Utang Pemerintah RI Tembus Rp 9.408 Triliun, 87 Persen Berasal dari SBN

    Utang Pemerintah RI Tembus Rp 9.408 Triliun, 87 Persen Berasal dari SBN

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) melaporkan posisi utang pemerintah hingga akhir Kuartal III-2025 mencapai Rp 9.408,64 triliun. Mayoritas utang tersebut berasal dari penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) yang mencapai Rp 8.187,55 triliun atau 87,02 persen dari total portofolio. Sementara itu, porsi utang dari pinjaman tercatat Rp 1.221,09 triliun […]

expand_less