Zulhas Ungkap Penyebab Minyakita Mahal di Papua dan Maluku karena Distribusi
- account_circle darmanto zebua
- calendar_month 47 menit yang lalu
- print Cetak

Menko Pangan Zulkifli Hasan memberikan keterangan usai meninjau harga pangan di Pasar Palmerah, Jakarta, terkait mahalnya Minyakita di Papua dan Maluku.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyebut tingginya harga minyak goreng rakyat bermerek Minyakita di wilayah timur Indonesia disebabkan persoalan distribusi dan biaya transportasi.
Pernyataan itu disampaikan Zulhas usai meninjau harga dan pasokan pangan di Pasar Palmerah, Rabu, 13 Mei 2026. Ia menilai disparitas harga masih terjadi antara wilayah barat dan timur Indonesia.
Menurut dia, harga Minyakita di Pulau Jawa dan Sumatera relatif stabil dan sesuai harga eceran tertinggi (HET). Sebaliknya, di wilayah seperti Maluku dan Papua, harga masih berada di atas ketentuan akibat tingginya ongkos distribusi.
“Artinya ada pengaruh transportasi. Daerah yang jauh dari pusat distribusi memang cenderung lebih mahal,” kata Zulhas.
Data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) menunjukkan harga Minyakita di sejumlah daerah timur mencapai di atas Rp20 ribu per liter, melampaui HET Rp15.700 per liter. Sementara di Jakarta, harga masih sesuai ketentuan pemerintah.
Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah meminta Perum Bulog mempercepat penyaluran Minyakita ke wilayah terdampak. Selain itu, dukungan subsidi transportasi juga akan diperkuat melalui Kementerian Perhubungan.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan bahwa pasokan Minyakita secara nasional dalam kondisi aman. Kendala utama, menurut dia, terletak pada distribusi ke daerah terpencil.
Pemerintah juga mengandalkan penyaluran melalui BUMN pangan untuk memperkecil kesenjangan harga antarwilayah. Saat ini, realisasi distribusi bahkan telah melampaui ketentuan minimal yang ditetapkan.
- Penulis: darmanto zebua
