Komisi VII DPR Bahas Persiapan Siaran Piala Dunia 2026 Bersama TVRI
- account_circle darmanto zebua
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Kawasan CFD Tebu Kayan, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kaltara yang rencananya menjadi salah satu lokasi nobar Piala Dunia 2026 diselenggarakan TVRI Stasiun Kaltara. (ANTARA/Agus Salam)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Komisi VII DPR RI menggelar rapat dengar pendapat bersama TVRI, RRI, dan ANTARA untuk membahas kesiapan siaran Piala Dunia 2026. Rapat dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 13 Mei 2026, di kompleks parlemen, Jakarta. Agenda utama mencakup kesiapan teknis penyiaran hingga distribusi siaran agar dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia.
Dalam rapat tersebut, DPR juga meminta penjelasan terkait perkembangan seleksi Direktur Utama serta Dewan Pengawas TVRI yang hingga kini masih berproses.
TVRI diketahui telah resmi memperoleh hak siar Piala Dunia 2026 setelah menjalin kerja sama dengan FIFA. Turnamen tersebut akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Melalui kerja sama ini, TVRI menargetkan penyiaran yang inklusif dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk wilayah terluar, terdepan, dan tertinggal.
Sebagai pemegang hak siar, TVRI akan menayangkan seluruh 104 pertandingan, mulai dari fase grup hingga partai final selama 39 hari penyelenggaraan.
Selain itu, pemerintah juga mendorong agar momentum Piala Dunia dapat dimanfaatkan untuk menggerakkan ekonomi masyarakat, termasuk melalui kegiatan nonton bareng yang melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.
Rapat ini menjadi bagian dari upaya memastikan penyelenggaraan siaran berjalan optimal, sekaligus memperluas akses publik terhadap ajang olahraga terbesar di dunia tersebut.
- Penulis: darmanto zebua
