Senin, 22 Jun 2026
light_mode
Beranda » Internasional » Eropa Tolak Permintaan Trump Kirim Militer ke Selat Hormuz, Jerman dan Inggris Pilih Jalur Diplomasi

Eropa Tolak Permintaan Trump Kirim Militer ke Selat Hormuz, Jerman dan Inggris Pilih Jalur Diplomasi

  • account_circle say say
  • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Sejumlah pemimpin Eropa menolak permintaan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengerahkan kekuatan militer dalam menjaga keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz yang tengah memanas akibat konflik Timur Tengah.

Dalam pertemuan Uni Eropa di Brussels, Belgia, Senin (16/3/2026), Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul menegaskan bahwa negaranya belum memiliki rencana untuk terlibat dalam operasi militer di kawasan tersebut.

Ia menyatakan bahwa Jerman masih membutuhkan kejelasan terkait tujuan dan arah operasi sebelum mengambil langkah lebih lanjut, termasuk merumuskan arsitektur keamanan kawasan bersama negara-negara terkait.

Sikap tegas juga disampaikan Menteri Pertahanan Jerman, Boris Pistorius, yang menegaskan bahwa konflik tersebut bukan bagian dari kepentingan langsung negaranya.

“Ini bukan perang kami. Kami tidak memulainya,” ujar Pistorius.

Menurut dia, kekuatan militer Amerika Serikat sudah lebih dari cukup untuk mengamankan wilayah tersebut tanpa harus melibatkan armada tambahan dari negara-negara Eropa.

Pernyataan senada disampaikan juru bicara Kanselir Jerman yang menegaskan bahwa konflik di Selat Hormuz tidak memiliki kaitan dengan NATO.

Di sisi lain, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer juga menegaskan bahwa operasi di Selat Hormuz tidak pernah direncanakan sebagai bagian dari misi NATO.

Ia memastikan Inggris tidak akan terseret dalam konflik yang lebih luas, meskipun tetap membuka ruang komunikasi dengan Amerika Serikat dan sekutu lainnya.

Namun demikian, Inggris disebut tengah mempertimbangkan penggunaan teknologi non-konvensional, seperti drone pemburu ranjau, untuk membantu menjaga keamanan jalur pelayaran tanpa keterlibatan militer langsung.

Penolakan dari negara-negara Eropa ini mencerminkan kehati-hatian dalam merespons eskalasi konflik di Timur Tengah, khususnya setelah meningkatnya ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur strategis perdagangan minyak dunia. Setiap gangguan di wilayah tersebut berpotensi memicu gejolak harga energi global serta berdampak luas terhadap perekonomian internasional.

Sikap Eropa yang lebih mengedepankan jalur diplomasi dinilai sebagai upaya meredam konflik agar tidak meluas menjadi krisis global yang lebih besar.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Petani Sawit Bisa Semringah, Dua Periode Harga Sawit Terus Naik

    Petani Sawit Bisa Semringah, Dua Periode Harga Sawit Terus Naik

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Dua pekan berturut-turut harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit Provinsi Jambi terus mengalami kenaikan. Terbaru harga TBS periode 23-29 Januari 2026 untuk umur tanam 10-20 tahun kenaikannya mencapai Rp 41,59 per kilogram TBS. Harga sawit terbaru untuk Provinsi Jambi ini sudah dirilis Dinas Perkebunan sebagai hasil rapat pada Rabu (22/1/2026). Pada periode […]

  • Turnamen 10 Chess Player Jambi 2026 Dimulai, Master Nasional dan Pecatur Ranking Provinsi Berebut Supremasi Catur Jambi

    Turnamen 10 Chess Player Jambi 2026 Dimulai, Master Nasional dan Pecatur Ranking Provinsi Berebut Supremasi Catur Jambi

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Persaingan untuk membuktikan siapa pecatur terbaik di Provinsi Jambi resmi dimulai. Sebanyak 10 pemain terbaik hasil seleksi ketat berdasarkan gelar dan peringkat provinsi bertarung dalam Turnamen 10 Chess Player Jambi 2026 yang digelar di Paviliun JBC, Kota Jambi, Senin (1/6/2026). Turnamen yang menjadi program unggulan Pengurus Provinsi (Pengprov) Percasi Jambi itu dibuka secara […]

  • Mantan Wapres Jusuf Kalla Jadi Korban Mafia Tanah, Lahan 16 Hektare di Makassar Disebut Diserobot

    Mantan Wapres Jusuf Kalla Jadi Korban Mafia Tanah, Lahan 16 Hektare di Makassar Disebut Diserobot

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kasus mafia tanah kembali mencuat dan kali ini menimpa tokoh nasional, mantan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK). JK mengaku lahan miliknya seluas 16,4 hektare di kawasan Metro Tanjung Bunga, Makassar telah dieksekusi secara tidak sah dan kini beralih tangan ke pihak lain. JK menyebut eksekusi tersebut melanggar prosedur hukum dan ketentuan Mahkamah […]

  • Kuartal I 2026: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen

    Kuartal I 2026: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,61 persen secara tahunan (year on year/YoY) pada kuartal I 2026. Capaian ini dinilai tidak lepas dari strategi pemerintah yang mempercepat realisasi belanja negara di awal tahun. Ekonom Universitas Airlangga, Rahma Gafmi, menyebut kebijakan percepatan belanja atau front-loading menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan […]

  • Bantuan dari Malaysia dan China Masuk ke Aceh, Gubernur Mualem: Mereka Datang untuk Tolong

    Bantuan dari Malaysia dan China Masuk ke Aceh, Gubernur Mualem: Mereka Datang untuk Tolong

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem menyebut bantuan kemanusiaan dari Malaysia dan China mulai masuk ke Aceh pascabanjir dan longsor yang melanda sejumlah daerah dalam sepekan terakhir. Menurut Mualem, bantuan dari luar negeri sah-sah saja dilakukan karena saat ini kebutuhan masyarakat penyintas bencana masih sangat mendesak, terutama obat-obatan dan layanan kesehatan. Mualem mencontohkan […]

  • LPDP Siapkan Skema Baru agar Lulusan Luar Negeri Cepat Terserap Industri Nasional

    LPDP Siapkan Skema Baru agar Lulusan Luar Negeri Cepat Terserap Industri Nasional

    • calendar_month Jumat, 10 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – embaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) tengah menggodok skema agar para penerima beasiswa LPDP di luar negeri bisa kembali ke Tanah Air dan cepat terserap di industri nasional. Langkah ini diambil menyusul kekhawatiran sejumlah pihak bahwa lulusan LPDP berpotensi lebih banyak dimanfaatkan industri luar negeri ketimbang berkontribusi di dalam negeri. Plt Direktur Utama LPDP […]

expand_less