Jumat, 16 Okt 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Menkeu Purbaya Bongkar 4 Modus Penghindaran Bea Keluar, Negara Rugi Besar

Menkeu Purbaya Bongkar 4 Modus Penghindaran Bea Keluar, Negara Rugi Besar

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap empat modus utama yang selama ini digunakan eksportir untuk menghindari kewajiban pembayaran bea keluar atas sejumlah komoditas. Praktik tersebut dinilai dapat merugikan negara karena berpotensi mengurangi penerimaan dari sektor kepabeanan.

Purbaya menjelaskan, modus pertama adalah kesalahan administratif dalam penyampaian dokumen ekspor. Kesalahan tersebut ditemukan pada jenis barang, jumlah barang, hingga pos tarif yang dilaporkan eksportir. Padahal, penetapan tarif bea keluar sangat bergantung pada validitas dokumen yang diajukan.

Modus kedua yakni penggunaan mekanisme perdagangan antarpulau untuk mengakali ketentuan bea keluar. Barang yang seharusnya diekspor ke luar negeri, terlebih dahulu dikirim ke daerah tertentu dalam negeri sehingga tercatat sebagai barang domestik, sebelum kemudian dialihkan ke pasar internasional.

Selain itu, modus ketiga adalah pencampuran barang ilegal ke dalam barang legal. Cara tersebut bertujuan menyamarkan komoditas yang seharusnya dikenakan bea keluar, dengan memasukkannya ke dalam kontainer yang sudah memiliki dokumen resmi sehingga lolos pemeriksaan.

Adapun modus keempat adalah penyelundupan secara langsung tanpa dokumen resmi sama sekali. Dalam praktik ini, eksportir sama sekali tidak mendaftarkan barang pada sistem Bea Cukai sehingga proses perdagangan dilakukan di luar pengawasan negara.

“Pengawasan yang ketat terhadap modus-modus ini menjadi kunci untuk menjaga integritas proses ekspor komoditas bea keluar,” tegas Purbaya dalam keterangannya yang dikutip Selasa (9/12/2025).

Purbaya menilai, jika praktik tersebut tidak segera ditutup, kerugian negara bisa semakin meningkat. Pasalnya, bea keluar merupakan salah satu instrumen fiskal yang tidak hanya bertujuan meningkatkan penerimaan negara, tetapi juga menjaga ketersediaan bahan baku di dalam negeri.

Dalam rangka memperkuat fungsi pengawasan, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) menerapkan sistem pengawasan berlapis yang mencakup tahap pre-clearance, clearance, hingga post-clearance. Pada setiap tahap, pemerintah berupaya memastikan bahwa dokumen, data, hingga fisik barang telah sesuai dengan ketentuan.

Pada tahap pre-clearance, DJBC meningkatkan fungsi intelijen kepabeanan dengan memetakan titik rawan ekspor ilegal. Pengawasan ini didukung dengan pertukaran informasi secara real time antara instansi pemerintah, termasuk kementerian teknis hingga otoritas kawasan pelabuhan.

Selanjutnya, pada tahap clearance, pemeriksaan dokumen dan pemeriksaan fisik barang dilakukan untuk memastikan tidak ada manipulasi data. Sistem ini juga memanfaatkan teknologi otomasi untuk mendeteksi anomali data perdagangan.

Pada tahap post-clearance, pemerintah melakukan audit dan verifikasi setelah barang keluar dari wilayah pabean. Tahap ini dianggap sebagai kunci dalam menelusuri alur pengiriman komoditas, termasuk jika ditemukan perbedaan antara laporan dan realisasi ekspor.

Sejumlah komoditas yang dikenakan bea keluar meliputi Crude Palm Oil (CPO), mineral tertentu, batu bara, hingga logam dan turunannya. Bea keluar diterapkan untuk menjaga stabilitas pasokan di dalam negeri dan memastikan manfaat ekonomi tidak sepenuhnya mengalir ke luar negeri.

Dengan langkah penguatan pengawasan tersebut, pemerintah berharap praktik penghindaran bea keluar dapat ditekan sekaligus meningkatkan kepatuhan eksportir terhadap aturan kepabeanan. Disamping itu, pengawasan yang lebih ketat juga menjadi strategi menjaga penerimaan negara di tengah kondisi ekonomi global yang dinamis.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Karet Jambi Bangkit! Ekspor ke Tiongkok Tembus US,57 Juta

    Karet Jambi Bangkit! Ekspor ke Tiongkok Tembus US$5,57 Juta

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Di tengah ekspor Provinsi Jambi yang justru mengalami penurunan pada Juni 2026, karet menjadi salah satu komoditas yang mampu mencuri perhatian. Nilai ekspor karet dan barang dari karet Jambi melonjak 27,64 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan tersebut didorong meningkatnya permintaan dari sejumlah pasar utama, terutama Tiongkok, Jepang, dan Amerika Serikat. Badan Pusat Statistik […]

  • Harga Perak Antam Naik Rp75 Jadi Rp31.925 per Gram

    Harga Perak Antam Naik Rp75 Jadi Rp31.925 per Gram

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak murni milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali menguat pada Senin (24/11/2025). Mengutip laman Logam Mulia, harga perak Antam naik Rp75 menjadi Rp 31.925 per gram. Harga dasar perak Antam murni dengan berat 250 gram dipatok sebesar Rp 8.381.250, dengan harga yang termasuk PPN 11% menjadi Rp 9.303.188. Sedangkan perak murni […]

  • Harga Cabai Merah dan Ayam Broiler di Pasar Talang Banjar dan Kasang Turun

    Harga Cabai Merah dan Ayam Broiler di Pasar Talang Banjar dan Kasang Turun

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pergerakan harga kebutuhan pokok di Kota Jambi terpantau relatif stabil. Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, mayoritas harga sembako di Pasar Rakyat Talang Banjar dan Pasar Rakyat Kasang tidak mengalami perubahan signifikan per Jumat (21/2/2026). Di Pasar Talang Banjar, harga beras masih bertahan di kisaran Rp 15.200 hingga Rp 15.400 per […]

  • Harga Sembako Jambi 18 Juni 2026 Stabil, Cabai Rawit Hijau Turun Tajam 22,73 Persen

    Harga Sembako Jambi 18 Juni 2026 Stabil, Cabai Rawit Hijau Turun Tajam 22,73 Persen

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga sembako di Kota Jambi terpantau relatif stabil pada Kamis, 18 Juni 2026. Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, mayoritas komoditas pokok di Pasar Angso Duo tidak mengalami perubahan harga signifikan. Komoditas beras, yang menjadi kebutuhan utama masyarakat, masih bertahan di kisaran Rp15.000 hingga Rp15.400 per kilogram. Sementara beras operasi pasar […]

  • Noviardi Ferzi: Inflasi Lebih Berbahaya dari Kurs Dolar, Ancam Daya Beli dan Ketahanan Ekonomi RI

    Noviardi Ferzi: Inflasi Lebih Berbahaya dari Kurs Dolar, Ancam Daya Beli dan Ketahanan Ekonomi RI

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Noviardi Ferzi menilai inflasi memiliki dampak yang jauh lebih menentukan terhadap ketahanan ekonomi Indonesia dibandingkan fluktuasi kurs dolar Amerika Serikat. Di tengah tekanan global dan penguatan dolar, ekonomi Indonesia justru mencatat pertumbuhan 5,61 persen pada triwulan I 2026. Angka ini menunjukkan bahwa aktivitas domestik masih menjadi penopang utama. Namun, menurut Noviardi, fokus berlebihan […]

  • BGN Ingatkan SPPG, Tak Bersertifikat SLHS Dapur Ditutup Sementara

    BGN Ingatkan SPPG, Tak Bersertifikat SLHS Dapur Ditutup Sementara

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) resmi mewajibkan mitra atau yayasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Wakil Ketua BGN Bidang Investigasi dan Komunikasi Publik, Nanik Sudaryati Deyang mengatakan pihaknya memberikan waktu 1 bulan bagi mitra dan SPPG untuk segera mengurus sertifikasi dan mendaftarkan diri ke Dinas Kesehatan. “Kalau […]

expand_less