Senin, 14 Sep 2026
light_mode
Beranda » Internasional » Ketatnya Regulasi Australia Buat Ragu Pembisnis Indonesia Untuk Investasi

Ketatnya Regulasi Australia Buat Ragu Pembisnis Indonesia Untuk Investasi

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Hubungan perdagangan Indonesia–Australia dinilai masih belum optimal meski memiliki potensi ekonomi yang besar. Anggota Dewan Institut Australia–Indonesia, Rob Law, menyebut bahwa hambatan utama terletak pada regulasi yang ketat serta biaya operasional tinggi di Australia.

Dalam media briefing di The Grace Hotel, Sydney, Senin (18/11/2025), Law menegaskan bahwa sistem hukum Australia sangat detail dan tidak memberikan ruang kompromi. Inilah yang membuat banyak pelaku usaha Indonesia terkejut saat mencoba masuk ke pasar Australia.

Menurut Law, Australia dikenal dengan persyaratan legal dan standar operasional yang sangat rapi dan wajib dipatuhi. Struktur regulasi tersebut berbeda dengan kondisi pasar Indonesia yang lebih fleksibel, sehingga sering menimbulkan kesulitan bagi pebisnis yang tidak terbiasa dengan tingkat disiplin administrasi itu.

“Ada juga tantangan terkait regulasi Australia. Australia adalah negara dengan sistem hukum yang sangat ketat dan memiliki banyak peraturan,” ujar Law.

Selain regulasi, tingginya biaya operasional di Australia juga menjadi hambatan besar. Mulai dari biaya tenaga kerja, standar keselamatan, hingga kepatuhan lingkungan, semuanya menuntut penyesuaian besar.

Hal itu membuat banyak perusahaan Indonesia ragu mengambil langkah ekspansi karena menilai biaya awal tidak sebanding dengan potensi keuntungan jangka pendek.

“Bagi bisnis Indonesia yang ingin masuk ke Australia, mereka menghadapi beberapa hambatan. Secara khusus, tingginya biaya operasional di Australia menjadi tantangan besar bagi bisnis Indonesia,” lanjutnya.

Law menambahkan bahwa proses perizinan dan tata kelola bisnis di Australia memerlukan strategi yang komprehensif. Tanpa persiapan matang, pelaku usaha bisa kewalahan menghadapi berbagai tuntutan administratif.

“Karena itu kita bisa bekerja dengan bisnis Indonesia untuk memastikan mereka memahami tantangan tersebut sebelum masuk ke pasar, dan bahwa mereka menyiapkan strategi yang kuat untuk mengatasinya,” jelasnya.

Pernyataan ini semakin menegaskan perlunya pendampingan, edukasi, dan perencanaan matang bagi perusahaan Indonesia agar bisa memanfaatkan peluang besar yang sebenarnya tersedia di pasar Australia.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • BPS Catat Kemiskinan RI 8,07 Persen, Bank Dunia Hitung 68,3 Persen, Kok Bisa?

    BPS Catat Kemiskinan RI 8,07 Persen, Bank Dunia Hitung 68,3 Persen, Kok Bisa?

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Angka kemiskinan Indonesia terlihat jomplang ketika menggunakan standar yang berbeda. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penduduk miskin Indonesia pada Maret 2026 sebesar 8,07 persen atau sekitar 22,93 juta orang. Sementara Bank Dunia mencatat 68,3 persen penduduk Indonesia pada 2024 berada di bawah garis kemiskinan untuk negara berpendapatan menengah atas atau upper-middle-income countries (UMIC). […]

  • Jangan Tahan Gas di Tanjakan! Begini Cara Aman Berhenti Pakai Mobil Matik Menurut Ahli

    Jangan Tahan Gas di Tanjakan! Begini Cara Aman Berhenti Pakai Mobil Matik Menurut Ahli

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Saat berkendara di jalan menanjak, banyak pengemudi mobil transmisi otomatis atau matik masih memilih menahan gas agar mobil tidak mundur. Namun, kebiasaan ini justru bisa menimbulkan kerusakan serius pada sistem transmisi. Pemilik bengkel Dokter Mobil, Lung Lung, menjelaskan bahwa menahan mobil di tanjakan dengan gas membuat transmisi bekerja ekstra keras. “Kalau mobil matik […]

  • 3.771 Hektare Sawah Tanjabtim Aman dari Kekeringan, 275 Pompa Air Disiagakan

    3.771 Hektare Sawah Tanjabtim Aman dari Kekeringan, 275 Pompa Air Disiagakan

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Jambi, memastikan 3.771 hektare lahan padi di daerah itu masih aman dari ancaman kekeringan di tengah musim kemarau. Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kabupaten Tanjabtim, Sunarno, mengatakan kondisi lahan pertanian hingga kini masih terjaga karena pasokan air dari saluran utama dan pendukung masih mencukupi. […]

  • Kementrans Percepat Sertifikasi Lahan untuk 8.052 Keluarga Transmigran

    Kementrans Percepat Sertifikasi Lahan untuk 8.052 Keluarga Transmigran

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah melalui Kementerian Transmigrasi mempercepat penyelesaian status lahan transmigran yang selama puluhan tahun membuat ribuan keluarga hidup dalam ketidakpastian hukum. Sebanyak 17.655 bidang tanah milik 8.052 kepala keluarga transmigran yang berada di kawasan hutan akan segera dituntaskan status hukumnya agar dapat diterbitkan Sertipikat Hak Milik (SHM). Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, menegaskan […]

  • OJK Ingatkan Himbara Jika Ingin Naikkan Bunga Deposito Valas

    OJK Ingatkan Himbara Jika Ingin Naikkan Bunga Deposito Valas

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan peringatan kepada bank-bank milik negara (Himbara) terkait rencana menaikkan suku bunga deposito valas atau valuta asing. Rencana tersebut kabarnya akan diterapkan pada 5 November 2025, dengan bunga deposito USD (dolar AS) naik menjadi 4%. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, keputusan penetapan bunga deposito dalam […]

  • OJK Ungkap Modus Penipuan Baru Pakai AI: Voice Cloning hingga Deepfake

    OJK Ungkap Modus Penipuan Baru Pakai AI: Voice Cloning hingga Deepfake

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap maraknya penipuan yang memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI). Modus kejahatan ini semakin canggih karena pelaku mulai menggunakan tiruan suara dan wajah untuk menipu korban. Sekretariat Satgas PASTI OJK, Hudiyanto, menjelaskan bahwa pelaku kejahatan kini mengandalkan […]

expand_less