Senin, 11 Mei 2026
light_mode
Beranda » Internasional » Inilah Motif Iran Ngebom Negara Arab, Bukan Israel dan AS

Inilah Motif Iran Ngebom Negara Arab, Bukan Israel dan AS

  • account_circle say say
  • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Serangan besar-besaran Iran ke negara-negara Arab memicu tanda tanya global. Mengapa Teheran justru menghantam kawasan Teluk, bukan langsung fokus ke Israel atau Amerika Serikat sebagai musuh utamanya?

Sejumlah analis menilai langkah ini bukan salah sasaran, melainkan strategi militer dan politik yang disengaja.

1. Target Utama: Pangkalan AS di Negara Arab

Iran sebenarnya membidik aset militer Amerika Serikat yang tersebar di Timur Tengah. Masalahnya, banyak pangkalan AS berada di wilayah negara-negara Arab seperti Uni Emirat Arab dan Arab Saudi.

Akibatnya, serangan ke fasilitas militer tersebut otomatis berdampak ke wilayah dan infrastruktur negara tuan rumah.

Strategi ini membuat negara Arab menjadi “tameng tidak langsung” dalam konflik besar tersebut.

2. Membuka Banyak Front untuk Menekan AS

Iran tidak melawan secara frontal karena kalah secara militer dari AS dan Israel. Sebagai gantinya, Teheran membuka banyak titik konflik sekaligus di kawasan.

Dengan menyerang berbagai negara, Iran ingin:

  • Membebani pertahanan AS di banyak wilayah
  • Meningkatkan biaya perang
  • Memaksa Washington menghentikan konflik lebih cepat

Strategi ini dikenal sebagai “perang tekanan multi-front”.

3. Tekanan Politik ke Sekutu AS

Negara-negara Teluk merupakan sekutu penting Amerika Serikat. Dengan menghantam mereka, Iran berharap muncul tekanan politik internal.

Targetnya jelas:
negara Arab mendesak AS untuk menghentikan perang dan menjauh dari Israel.

4. Pesan Keras ke Negara Arab yang Dekat dengan Israel

Iran juga mengirim sinyal geopolitik. Negara seperti Uni Emirat Arab yang memiliki hubungan dekat atau normalisasi dengan Israel dianggap sebagai target strategis.

Ini menjadi peringatan bahwa kedekatan dengan Israel memiliki konsekuensi keamanan.

5. Efek Psikologis dan Ekonomi Kawasan

Serangan ke infrastruktur energi dan sipil di kawasan Teluk berdampak besar:

  • Mengguncang stabilitas ekonomi
  • Mengganggu pasokan energi global
  • Menimbulkan tekanan internasional

Iran memanfaatkan efek domino ini untuk memperbesar tekanan terhadap lawannya.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jambi Hujan Deras, BMKG Peringatkan Waspada Cuaca Ekstrem Sepekan ke depan

    Jambi Hujan Deras, BMKG Peringatkan Waspada Cuaca Ekstrem Sepekan ke depan

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi meningkatnya curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan. “Kami mengajak masyarakat untuk tetap waspada tetapi tidak perlu panik. Pastikan saluran air berfungsi baik, jaga kebersihan lingkungan, dan pantau pembaruan cuaca melalui InfoBMKG sebelum beraktivitas,” ujar Kepala BMKG […]

  • OJK Play Button

    OJK Jambi: Industri Keuangan Daerah Tumbuh Stabil, Pasar Modal Naik 64 Persen

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Jambi (OJK Jambi) mencatat kinerja Industri Jasa Keuangan di Provinsi Jambi stabil dan tumbuh positif pada Agustus 2025. Kinerja Sektor Jasa Keuangan (SJK) di Jambi didorong oleh meningkatnya aktivitas ekonomi, kepercayaan konsumen yang membaik, serta inovasi di berbagai segmen industri jasa keuangan. Pertumbuhan positif di sektor perbankan ditopang oleh […]

  • Rupiah Menguat Lagi, Kini Sudah Dilevel  Rp16.847 per Dolar AS

    Rupiah Menguat Lagi, Kini Sudah Dilevel Rp16.847 per Dolar AS

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menguat pada perdagangan hari ini, Jumat (23/1/2026). Rupiah dibuka bergerak menguat 49 poin atau 0,29 persen menjadi Rp16.847 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.896 per dolar AS. Penguatan rupiah mendapat tanggapan dari Presiden Direktur PT Doo Financial Futures Ariston Tjendra. Dikutip dari Antara, ia […]

  • Harga BBM April 2026 Berpotensi Naik

    Harga BBM April 2026 Berpotensi Naik

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ancaman kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada April 2026 semakin menguat seiring lonjakan harga minyak global dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Kondisi ini memicu spekulasi bahwa pemerintah dan Pertamina akan melakukan penyesuaian harga, terutama untuk BBM nonsubsidi dalam waktu dekat. Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies […]

  • Mobil Listrik Ditinggal Mudik: Wajib Jaga SOC Baterai agar Tetap Aman

    Mobil Listrik Ditinggal Mudik: Wajib Jaga SOC Baterai agar Tetap Aman

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menjelang musim mudik Lebaran, sebagian pemilik kendaraan memilih meninggalkan mobilnya di rumah dalam jangka waktu cukup lama, mulai dari beberapa hari hingga berminggu-minggu. Hal tersebut juga berlaku bagi pengguna mobil listrik. Namun, berbeda dengan mobil konvensional, kendaraan listrik memiliki komponen utama berupa baterai yang perlu diperhatikan kondisinya ketika mobil tidak digunakan dalam waktu […]

  • Rupiah Melemah Jadi Rp16.620 per Dolar AS

    Rupiah Melemah Jadi Rp16.620 per Dolar AS

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) rontok pada Kamis (23/10/2025). Pelemahan itu tertekan oleh meningkatnya sentimen risk-off di pasar global. Mengutip Antara, rupiah melemah sebesar 35 poin atau 0,21 persen menjadi Rp16.620 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.585 per dolar AS. Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede di Jakarta, Kamis, mengatakan […]

expand_less