Sabtu, 27 Jun 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Rupiah Melemah Jadi Rp16.620 per Dolar AS

Rupiah Melemah Jadi Rp16.620 per Dolar AS

  • account_circle -
  • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) rontok pada Kamis (23/10/2025). Pelemahan itu tertekan oleh meningkatnya sentimen risk-off di pasar global.

Mengutip Antara, rupiah melemah sebesar 35 poin atau 0,21 persen menjadi Rp16.620 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.585 per dolar AS.

Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede di Jakarta, Kamis, mengatakan pelemahan ini akibat sikap hati-hati investor melihat sentimen global menjelang rilis data inflasi AS yang dijadwalkan pada Jumat (24/10). Namun dengan adanya keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate membuat pelemahan nilai tukar (kurs) rupiah cenderung tertahan.

Menurut dia, selama arus portofolio masih belum konsisten berbalik masuk, ruang penguatan akan cenderung bertahap dan sewaktu-waktu diuji ulang oleh sentimen global.
“Dampaknya bagi rupiah dalam jangka pendek adalah stabilisasi dengan volatilitas yang lebih kecil. BI-Rate yang tetap, intervensi valas yang aktif, serta dukungan pasokan dari eksportir cenderung menahan pelemahan rupiah dan membuka peluang penguatan tipis seperti yang kita lihat kemarin,” ucap Josua.

Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Bulan Oktober 2025 yang berlangsung pada Selasa (21/10) dan Rabu ini memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate tetap berada pada level 4,75 persen.

Suku bunga deposit facility diputuskan untuk tetap pada level 3,75 persen. Begitu pula suku bunga lending facility yang diputuskan untuk tetap pada level 5,5 persen.
Josua menyatakan alasan BI menahan suku bunga dapat dilihat dari sisi mikro dan makro.

Untuk sisi makro, inflasi 2025–2026 diprakirakan tetap dalam sasaran 2,5 persen plus-minus 1 persen, sehingga ruang pelonggaran tetap ada, tetapi stabilitas nilai tukar dinilai prioritas di tengah ketidakpastian global.

Meninjau dari sisi mikro, transmisi penurunan suku bunga ke perbankan masih lambat. Kendati BI-Rate sudah turun 150 bps sejak September 2024, suku bunga deposito satu bulan baru turun ke 4,52 persen dan suku bunga kredit agregat 9,05 persen pada September. Hal ini di antaranya disebabkan porsi deposito berimbal hasil khusus pada nasabah besar masih tinggi.

Karena itu, BI memilih menunggu sembari mempercepat transmisi lewat operasi moneter dan kebijakan makroprudensial, alih-alih memangkas suku bunga kebijakan sekarang.
Sebagai penguat transmisi, BI memperkenalkan insentif Likuiditas Makroprudensial berbasis kinerja dan berorientasi ke depan yang efektif 1 Desember 2025.

Skema tersebut memberi ruang insentif likuiditas hingga 5,5 persen dari dana pihak ketiga, yang terdiri dari maksimal 5 persen untuk percepatan penyaluran kredit ke sektor prioritas, serta hingga 0,5 persen untuk kecepatan penyesuaian suku bunga kredit baru mengikuti arah BI-Rate.

“Sektor yang didorong mencakup pertanian-industri-hilirisasi, jasa termasuk ekonomi kreatif, konstruksi-perumahan, serta UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) dan pembiayaan hijau. Kebijakan ini mempercepat turunnya harga kredit tanpa mengorbankan stabilitas rupiah,” ungkap Josua.(*)

 

  • Penulis: -

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bolehkah Penderita Asam Lambung Makan Nanas? Ini Penjelasan Medisnya

    Bolehkah Penderita Asam Lambung Makan Nanas? Ini Penjelasan Medisnya

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nanas kerap dianggap sebagai buah yang harus dihindari oleh penderita asam lambung karena rasanya yang asam. Namun, secara medis, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Penderita GERD tetap diperbolehkan mengonsumsi nanas, selama dalam jumlah terbatas dan tidak dikonsumsi saat perut kosong. Nanas mengandung enzim bromelain yang memiliki sifat antiinflamasi dan dapat membantu proses pencernaan. […]

  • Harga Emas di Pegadaian Turun Hari Ini

    Harga Emas di Pegadaian Turun Hari Ini

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas di Pegadaian mengalami penurunan pada Rabu (25/3/2026). Dua produk andalan Pegadaian, emas batangan UBS dan Galeri24 sama-sama mencatat koreksi harga dibandingkan hari sebelumnya. Berdasarkan data dari laman resmi Sahabat Pegadaian, emas UBS kini berada di level Rp2.852.000 per gram. Sementara Galeri24 dibanderol Rp2.838.000 per gram. Angka ini lebih rendah dibandingkan Selasa […]

  • Danantara Siapkan Rp16 triliun Bangun Hunian di Lahan Hibah Lippo

    Danantara Siapkan Rp16 triliun Bangun Hunian di Lahan Hibah Lippo

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara atau Danantara Indonesia menyiapkan anggaran hingga mencapai Rp16 triliun untuk mendukung pembangunan hunian vertikal pada lahan hibah Lippo Group. Pendiri Yayasan Pelita Harapan James Riady menghibahkan tiga bidang lahan sekitar 30 hektare di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, yang direncanakan untuk pembangunan 140 ribu unit hunian vertikal bagi […]

  • Pagi Ini Rupiah Menguat 63 Poin Jadi Rp16.886 per Dolar AS

    Pagi Ini Rupiah Menguat 63 Poin Jadi Rp16.886 per Dolar AS

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan hari ini mengalami penguatan. Mengutip dari Antara, Selasa (10/3/2026), rupiah sekarang berada di level Rp16.886 per dolar AS. Mata uang Garuda tersebut menguat sebanyak 63 poin atau 0,37 persen dari Rp16.949 per dolar AS pada penutupan perdagangan sebelumnya. Analis pasar uang Ibrahim […]

  • Update Harga Sembako Jambi Hari Ini, Cabai Naik hingga 15 Persen

    Update Harga Sembako Jambi Hari Ini, Cabai Naik hingga 15 Persen

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pergerakan harga bahan pokok di Pasar Angso Duo pada Selasa (7/4/2026) menunjukkan tren yang relatif stabil, meski sejumlah komoditas strategis mengalami kenaikan dan penurunan harga. Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, mayoritas bahan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, dan bawang terpantau tidak mengalami perubahan harga. Harga beras medium seperti Beras […]

  • Tegas! Menkeu Purbaya Tolak Legalkan Thrifting

    Tegas! Menkeu Purbaya Tolak Legalkan Thrifting

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dengan tegas menolak melegalkan usaha penjualan baju bekas atau thrifting, meskipun para pedagang membayar pajak. “Saya gak peduli sama pedagangnya. Pokoknya barang masuk ilegal, saya berhentiin,” ujar Purbaya dikutip Antara, Kamis (20/11/2025). Purbaya menyatakan sikap tegasnya bertujuan untuk mencegah terbukanya pasar bagi barang-barang impor ilegal. Apabila pasar […]

expand_less