Sabtu, 26 Sep 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Rupiah Melemah Jadi Rp16.620 per Dolar AS

Rupiah Melemah Jadi Rp16.620 per Dolar AS

  • account_circle -
  • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) rontok pada Kamis (23/10/2025). Pelemahan itu tertekan oleh meningkatnya sentimen risk-off di pasar global.

Mengutip Antara, rupiah melemah sebesar 35 poin atau 0,21 persen menjadi Rp16.620 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.585 per dolar AS.

Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede di Jakarta, Kamis, mengatakan pelemahan ini akibat sikap hati-hati investor melihat sentimen global menjelang rilis data inflasi AS yang dijadwalkan pada Jumat (24/10). Namun dengan adanya keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate membuat pelemahan nilai tukar (kurs) rupiah cenderung tertahan.

Menurut dia, selama arus portofolio masih belum konsisten berbalik masuk, ruang penguatan akan cenderung bertahap dan sewaktu-waktu diuji ulang oleh sentimen global.
“Dampaknya bagi rupiah dalam jangka pendek adalah stabilisasi dengan volatilitas yang lebih kecil. BI-Rate yang tetap, intervensi valas yang aktif, serta dukungan pasokan dari eksportir cenderung menahan pelemahan rupiah dan membuka peluang penguatan tipis seperti yang kita lihat kemarin,” ucap Josua.

Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Bulan Oktober 2025 yang berlangsung pada Selasa (21/10) dan Rabu ini memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate tetap berada pada level 4,75 persen.

Suku bunga deposit facility diputuskan untuk tetap pada level 3,75 persen. Begitu pula suku bunga lending facility yang diputuskan untuk tetap pada level 5,5 persen.
Josua menyatakan alasan BI menahan suku bunga dapat dilihat dari sisi mikro dan makro.

Untuk sisi makro, inflasi 2025–2026 diprakirakan tetap dalam sasaran 2,5 persen plus-minus 1 persen, sehingga ruang pelonggaran tetap ada, tetapi stabilitas nilai tukar dinilai prioritas di tengah ketidakpastian global.

Meninjau dari sisi mikro, transmisi penurunan suku bunga ke perbankan masih lambat. Kendati BI-Rate sudah turun 150 bps sejak September 2024, suku bunga deposito satu bulan baru turun ke 4,52 persen dan suku bunga kredit agregat 9,05 persen pada September. Hal ini di antaranya disebabkan porsi deposito berimbal hasil khusus pada nasabah besar masih tinggi.

Karena itu, BI memilih menunggu sembari mempercepat transmisi lewat operasi moneter dan kebijakan makroprudensial, alih-alih memangkas suku bunga kebijakan sekarang.
Sebagai penguat transmisi, BI memperkenalkan insentif Likuiditas Makroprudensial berbasis kinerja dan berorientasi ke depan yang efektif 1 Desember 2025.

Skema tersebut memberi ruang insentif likuiditas hingga 5,5 persen dari dana pihak ketiga, yang terdiri dari maksimal 5 persen untuk percepatan penyaluran kredit ke sektor prioritas, serta hingga 0,5 persen untuk kecepatan penyesuaian suku bunga kredit baru mengikuti arah BI-Rate.

“Sektor yang didorong mencakup pertanian-industri-hilirisasi, jasa termasuk ekonomi kreatif, konstruksi-perumahan, serta UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) dan pembiayaan hijau. Kebijakan ini mempercepat turunnya harga kredit tanpa mengorbankan stabilitas rupiah,” ungkap Josua.(*)

 

  • Penulis: -

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bursa Efek Indonesia Intensif Lobi MSCI

    Bursa Efek Indonesia Intensif Lobi MSCI

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bursa Efek Indonesia (BEI) terus mengintensifkan komunikasi dengan MSCI di tengah upaya memperbaiki persepsi terhadap pasar saham domestik. Langkah ini dilakukan seiring mulai meredanya kekhawatiran penurunan status (downgrade) saham Indonesia dalam indeks global. Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan pihaknya aktif menjalin dialog dengan MSCI agar berbagai reformasi pasar modal yang tengah dijalankan […]

  • Harga Batubara Acuan Terbaru, Capai 104,03 Dolar AS per Ton

    Harga Batubara Acuan Terbaru, Capai 104,03 Dolar AS per Ton

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Di tengah rencana pemerintah untuk memangkas target produksi batu bara, harga batubara acuan (HBA) periode kedua Januari 2026 mengalami kenaikan. Kecuali, batubara I (HBA I) yang harganya mengalami penurunan tipis. Mengutip Keputusan Menteri ESDM, harga tertinggi batubara dalam negeri di angka 104,03 dolar AS per ton. Harga tersebut merupakan batubara dengan kandungan 6.322 […]

  • Belum Genap Setahun Menjabat, Harta Direktur Kredit dan Syariah Bank Jambi Yufnizarman Tembus Rp2,49 Miliar

    Belum Genap Setahun Menjabat, Harta Direktur Kredit dan Syariah Bank Jambi Yufnizarman Tembus Rp2,49 Miliar

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) terbaru pejabat di lingkungan PT Bank Pembangunan Daerah Jambi kembali menjadi sorotan. Direktur Kredit dan Syariah, Yufnizarman, melaporkan total kekayaan sebesar Rp2.499.136.053 setelah dikurangi utang per 2025. Dalam laporan periodik yang disampaikan pada 28 Januari 2026 tersebut, status verifikasi dinyatakan lengkap secara administratif. Aset terbesar Yufnizarman tercatat […]

  • Kemarau Melanda, Debit Air Baku di Sungai Penuh Turun 40 Persen, Distribusi Pelanggan Dibatasi

    Kemarau Melanda, Debit Air Baku di Sungai Penuh Turun 40 Persen, Distribusi Pelanggan Dibatasi

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Musim kemarau mulai berdampak terhadap ketersediaan air bersih di Kota Sungai Penuh, Jambi. Debit air baku yang masuk ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) Perumda Tirta Khayangan di Desa Pelayang Raya turun hingga 40 persen dibandingkan kondisi normal. Penurunan debit air tersebut berdampak langsung terhadap distribusi air bersih kepada pelanggan di sejumlah wilayah Kota […]

  • Harga Sembako di Pasar Angso Duo Jambi Stabil, Cabai dan Ayam Broiler Turun

    Harga Sembako di Pasar Angso Duo Jambi Stabil, Cabai dan Ayam Broiler Turun

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Meski harga bahan pokok sempat bergejolak di awal Oktober, kini kondisi pasar di Kota Jambi mulai menenangkan. Warga bisa sedikit lega karena harga sembako di sejumlah pasar tradisional terpantau stabil, bahkan beberapa komoditas utama seperti cabai dan ayam broiler mengalami penurunan. Berdasarkan data terbaru dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, harga kebutuhan […]

  • Daftar Harga Pupuk Subsidi dan Non Subsidi Juni 2026: Urea hingga NPK

    Daftar Harga Pupuk Subsidi dan Non Subsidi Juni 2026: Urea hingga NPK

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah menetapkan daftar harga pupuk subsidi dan non subsidi per Juni 2026 dengan ketentuan baru yang menyesuaikan sektor komoditas serta kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah diperbarui sejak Oktober 2025. Pupuk subsidi saat ini hanya diberikan untuk komoditas padi, jagung, cabai, bawang merah, bawang putih, tebu rakyat, kakao, kopi, serta ubi kayu […]

expand_less