Senin, 12 Okt 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » Harga BBM April 2026 Berpotensi Naik

Harga BBM April 2026 Berpotensi Naik

  • account_circle say say
  • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Ancaman kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada April 2026 semakin menguat seiring lonjakan harga minyak global dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Kondisi ini memicu spekulasi bahwa pemerintah dan Pertamina akan melakukan penyesuaian harga, terutama untuk BBM nonsubsidi dalam waktu dekat.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, memperkirakan harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax dan Pertamina Dex berpotensi naik sekitar Rp1.500 hingga Rp2.000 per liter.

Menurutnya, kenaikan ini mengikuti harga keekonomian yang terdorong oleh lonjakan harga minyak dunia yang kini menembus sekitar US$115 per barel.

“Penyesuaian harga BBM nonsubsidi hampir tidak terhindarkan, namun kenaikan terlalu tinggi perlu dihindari karena berisiko memicu inflasi,” ujarnya.

Selain itu, kenaikan harga yang terlalu besar juga dikhawatirkan akan mendorong masyarakat beralih ke BBM subsidi seperti Pertalite dan solar, yang berpotensi memicu kelangkaan dan penimbunan.

Senada, pengamat pasar keuangan Ibrahim Assuaibi menilai peluang kenaikan BBM, termasuk subsidi, semakin terbuka jika tren pelemahan rupiah terus berlanjut.

Nilai tukar rupiah saat ini mendekati Rp17.000 per dolar AS, yang memperbesar beban impor energi dan tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Kalau harga minyak naik dan rupiah melemah, pemerintah hampir pasti harus menaikkan harga BBM, termasuk subsidi seperti Pertalite,” kata Ibrahim.

Ia memperkirakan harga BBM subsidi bisa mengalami kenaikan terbatas, misalnya dari Rp10.000 menjadi sekitar Rp10.500 per liter. Meski terlihat kecil, dampaknya dinilai signifikan terhadap inflasi dan daya beli masyarakat.

Tekanan terhadap harga energi juga dipicu oleh konflik geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel, yang berdampak pada terganggunya pasokan global, termasuk di jalur strategis Selat Hormuz.

Di sisi lain, pemerintah menghadapi dilema antara menjaga stabilitas harga demi melindungi masyarakat atau menyesuaikan harga untuk menghindari pembengkakan subsidi energi.

Hingga akhir Maret 2026, harga BBM di Indonesia masih belum mengalami perubahan. Pertalite bertahan di Rp10.000 per liter, solar subsidi Rp6.800 per liter, dan Pertamax di kisaran Rp12.300 per liter.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aplikasi MIFX Bantu Trader Respons Cepat Dinamika Harga Emas 2026

    Aplikasi MIFX Bantu Trader Respons Cepat Dinamika Harga Emas 2026

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Memasuki Februari 2026, harga emas global menunjukkan pergerakan dinamis. Harga spot emas tercatat bergerak di kisaran USD 5.000–5.040 per troy ounce, setelah sempat menyentuh level tertinggi sebelum terkoreksi akibat aksi ambil untung (profit taking). Pergerakan emas dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari ketidakpastian geopolitik, pelemahan dolar AS, ekspektasi kebijakan suku bunga The Federal Reserve, […]

  • Ruang Fiskal Menyempit, Bank Indonesia Jadi Tumpuan Dorong Pertumbuhan Ekonomi 2026

    Ruang Fiskal Menyempit, Bank Indonesia Jadi Tumpuan Dorong Pertumbuhan Ekonomi 2026

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menyempitnya ruang fiskal pemerintah akibat pelebaran defisit APBN 2025 membuat peran Bank Indonesia (BI) semakin krusial dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional pada 2026. Dengan keterbatasan stimulus fiskal, kebijakan moneter dinilai menjadi instrumen utama untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi. Pemerintah mencatat defisit APBN 2025 mencapai Rp695,1 triliun atau setara 2,92 persen terhadap produk domestik […]

  • Perak Antam Balik Berkilau, Naik Rp750 per Gram

    Perak Antam Balik Berkilau, Naik Rp750 per Gram

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak produksi Antam kembali menguat. Setelah sebelumnya terkoreksi, logam mulia berwarna silver itu kini mulai bangkit. Pada perdagangan Kamis (2/7/2026), harga perak Antam tercatat naik Rp750 per gram. Mengutip laman resmi Logam Mulia, harga perak Antam hari ini berada di level Rp44.200 per gram. Sebelumnya, harga perak Antam sempat bertahan di level […]

  • Jaksel dan Jaktim Jadi Lokasi Uji Coba LPG 3 Kg Satu Harga

    Jaksel dan Jaktim Jadi Lokasi Uji Coba LPG 3 Kg Satu Harga

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan uji coba kebijakan LPG 3 kilogram (kg) satu harga mulai dilakukan tahun ini. Pada tahap awal, Jakarta Selatan dan Jakarta Timur ditetapkan sebagai wilayah percontohan. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan, kebijakan tersebut merupakan bagian dari aturan LPG tepat sasaran […]

  • Ekspor Mobil Toyota ke Timur Tengah Tertunda Akibat Konflik Iran dan AS

    Ekspor Mobil Toyota ke Timur Tengah Tertunda Akibat Konflik Iran dan AS

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Konflik yang memanas antara Amerika Serikat dan Iran berdampak pada aktivitas ekspor mobil dari Indonesia ke kawasan Timur Tengah. Salah satu yang terdampak adalah pengiriman kendaraan produksi Toyota dari pabrik di Indonesia. Presiden Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Nandi Julyanto, mengatakan proses produksi kendaraan untuk pasar ekspor masih berjalan normal sesuai pesanan […]

  • IHSG Dibuka Melemah 1,38 Persen ke 6.763, Sentimen MSCI dan Rupiah Tekan Pasar

    IHSG Dibuka Melemah 1,38 Persen ke 6.763, Sentimen MSCI dan Rupiah Tekan Pasar

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia dibuka melemah pada perdagangan Rabu pagi, 13 Mei 2026. Indeks turun 94,96 poin atau sekitar 1,38 persen ke level 6.763,94. Analis pasar menilai pelemahan ini dipicu kombinasi sentimen global dan domestik. Head of Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia Suryanata, menyebut keluarnya sejumlah saham Indonesia […]

expand_less