Rabu, 13 Mei 2026
light_mode
Beranda » Kesehatan » Efek Samping Cuci Darah pada Pasien Gagal Ginjal Kronis, dari Hipotensi hingga Infeksi

Efek Samping Cuci Darah pada Pasien Gagal Ginjal Kronis, dari Hipotensi hingga Infeksi

  • account_circle say say
  • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Prosedur cuci darah atau Dialisis menjadi terapi utama bagi pasien Gagal Ginjal Kronis stadium akhir. Meski efektif menggantikan sebagian fungsi ginjal, tindakan ini tidak lepas dari berbagai efek samping yang perlu diwaspadai.

Secara umum, pasien yang menjalani dialisis kerap mengalami kelelahan berkepanjangan. Kondisi ini muncul akibat perubahan keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh selama proses penyaringan darah.

Pada metode Hemodialisis, efek samping yang paling sering terjadi adalah penurunan tekanan darah atau hipotensi. Kondisi ini dapat memicu gejala seperti pusing, mual, muntah, hingga kram otot. Namun, dalam beberapa kasus, tekanan darah justru dapat meningkat, terutama pada pasien dengan riwayat hipertensi.

Selain itu, penumpukan racun dalam darah atau uremia juga dapat menyebabkan mual dan muntah. Efek lain yang kerap muncul adalah anemia akibat menurunnya produksi sel darah merah, serta kulit gatal karena tingginya kadar fosfor dalam tubuh.

Kram otot juga menjadi keluhan umum selama proses hemodialisis. Kondisi ini diduga berkaitan dengan gangguan sirkulasi darah dan ketidakseimbangan mineral seperti kalsium dan fosfat.

Sementara itu, pada metode Dialisis Peritoneal, risiko utama adalah infeksi pada rongga perut atau Peritonitis. Infeksi ini biasanya terjadi akibat penggunaan alat yang tidak steril.

Selain infeksi, pasien juga berisiko mengalami kenaikan berat badan karena cairan dialisis mengandung gula yang dapat diserap tubuh. Risiko lain adalah hernia akibat tekanan cairan dalam rongga perut yang berlangsung lama.

Meski memiliki berbagai efek samping, dialisis tetap menjadi prosedur penting bagi pasien gagal ginjal. Tanpa terapi ini, tubuh tidak mampu membuang racun dan cairan berlebih secara optimal.

Dokter menekankan pentingnya pemantauan rutin selama menjalani cuci darah. Penanganan efek samping dapat dilakukan melalui pengaturan pola makan, pemberian obat, hingga evaluasi metode dialisis yang digunakan. Dalam kondisi tertentu, transplantasi ginjal dapat menjadi pilihan lanjutan apabila dialisis tidak lagi efektif atau menimbulkan komplikasi serius.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Superbank Milik Grab Emtek Resmi Umumkan IPO, Target Himpun Dana Rp 3,06 Triliun

    Superbank Milik Grab Emtek Resmi Umumkan IPO, Target Himpun Dana Rp 3,06 Triliun

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Super Bank Indonesia atau Superbank akhirnya resmi mengumumkan rencana untuk melantai di Bursa Efek Indonesia melalui skema initial public offering (IPO). Bank digital yang berada dalam ekosistem Emtek, Grab, dan SingTel itu berencana melepas 4,4 miliar saham atau sekitar 13% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Informasi tersebut tercantum dalam prospektus ringkas […]

  • Cuaca Jambi Hari Ini, Sejumlah Wilayah Akan Mengalami Hujan Ringan

    Cuaca Jambi Hari Ini, Sejumlah Wilayah Akan Mengalami Hujan Ringan

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksikan sebagian wilayah di provinsi jam bi akan mengalami hujan ringan dengan tingkat kelembapan udara yang sangat tinggi mencapai 95-99 persen. Kondisi ini mengakibatkan sebagaian wilayah akan mengalami hujan terutama di Kota Jambi dan kabupaten KerinciSementara itu berdasarkan pantauan BMKG ada sejumlah wilayah yang akan mengalami hujan […]

  • Timnas Indonesia vs Irak: Optimalkan Kekuatan Garuda, Bangkit!

    Timnas Indonesia vs Irak: Optimalkan Kekuatan Garuda, Bangkit!

    • calendar_month Jumat, 10 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Timnas Indonesia akan menghadapi laga krusial melawan Timnas Irak dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia putaran keempat grup B. Pertandingan penentu ini dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 12 Oktober 2025, pukul 02.30 WIB, di King Abdullah Sports City Stadium, Jeddah. Laga Indonesia vs Irak ini menjadi sangat vital untuk menjaga asa skuad […]

  • Prabowo Minta Maaf ke Pengungsi Aceh: Listrik Belum Pulih, Pemerintah Janji Percepat Bantuan

    Prabowo Minta Maaf ke Pengungsi Aceh: Listrik Belum Pulih, Pemerintah Janji Percepat Bantuan

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Presiden RI Prabowo Subianto meninjau posko pengungsian korban banjir bandang di sekitar Jembatan Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Jumat (12/12/2025). Dalam kunjungan tersebut, Prabowo menyampaikan permohonan maaf kepada warga karena belum semua bantuan dapat tersalurkan secara merata. Prabowo hadir didampingi sejumlah pejabat, di antaranya Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi, Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Kepala […]

  • Banjir Besar Sumatra 2025 Berpotensi Pangkas Pertumbuhan Ekonomi Nasional

    Banjir Besar Sumatra 2025 Berpotensi Pangkas Pertumbuhan Ekonomi Nasional

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) sejak pekan lalu dipastikan memberi tekanan berat terhadap perekonomian nasional pada kuartal IV 2025. Sekitar 50 kabupaten/kota terdampak parah, dengan ribuan rumah rusak dan aktivitas ekonomi lumpuh total. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Selasa (2/12) mencatat […]

  • Mensos Ungkap 54 Juta Warga Miskin Tak Terima PBI BPJS Kesehatan

    Mensos Ungkap 54 Juta Warga Miskin Tak Terima PBI BPJS Kesehatan

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengungkapkan fakta mencengangkan terkait data Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan. Dalam rapat bersama DPR RI, Senin (9/2/2026), pria yang akrab disapa Gus Ipul itu menyebut sebanyak 54 juta warga miskin di Indonesia belum menerima bantuan iuran BPJS Kesehatan, meski masuk kategori masyarakat tidak mampu. Temuan tersebut diperoleh setelah […]

expand_less