Efek Samping Cuci Darah pada Pasien Gagal Ginjal Kronis, dari Hipotensi hingga Infeksi
- account_circle say say
- calendar_month 7 jam yang lalu

Ilustrasi pasien menjalani Hemodialisis di rumah sakit. Prosedur ini penting bagi pasien Gagal Ginjal Kronis, meski memiliki sejumlah efek samping yang perlu diwaspadai. (Foto: Ilustrasi/Alodokter)
JAMBISNIS.COM – Prosedur cuci darah atau Dialisis menjadi terapi utama bagi pasien Gagal Ginjal Kronis stadium akhir. Meski efektif menggantikan sebagian fungsi ginjal, tindakan ini tidak lepas dari berbagai efek samping yang perlu diwaspadai.
Secara umum, pasien yang menjalani dialisis kerap mengalami kelelahan berkepanjangan. Kondisi ini muncul akibat perubahan keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh selama proses penyaringan darah.
Pada metode Hemodialisis, efek samping yang paling sering terjadi adalah penurunan tekanan darah atau hipotensi. Kondisi ini dapat memicu gejala seperti pusing, mual, muntah, hingga kram otot. Namun, dalam beberapa kasus, tekanan darah justru dapat meningkat, terutama pada pasien dengan riwayat hipertensi.
Selain itu, penumpukan racun dalam darah atau uremia juga dapat menyebabkan mual dan muntah. Efek lain yang kerap muncul adalah anemia akibat menurunnya produksi sel darah merah, serta kulit gatal karena tingginya kadar fosfor dalam tubuh.
Kram otot juga menjadi keluhan umum selama proses hemodialisis. Kondisi ini diduga berkaitan dengan gangguan sirkulasi darah dan ketidakseimbangan mineral seperti kalsium dan fosfat.
Sementara itu, pada metode Dialisis Peritoneal, risiko utama adalah infeksi pada rongga perut atau Peritonitis. Infeksi ini biasanya terjadi akibat penggunaan alat yang tidak steril.
Selain infeksi, pasien juga berisiko mengalami kenaikan berat badan karena cairan dialisis mengandung gula yang dapat diserap tubuh. Risiko lain adalah hernia akibat tekanan cairan dalam rongga perut yang berlangsung lama.
Meski memiliki berbagai efek samping, dialisis tetap menjadi prosedur penting bagi pasien gagal ginjal. Tanpa terapi ini, tubuh tidak mampu membuang racun dan cairan berlebih secara optimal.
Dokter menekankan pentingnya pemantauan rutin selama menjalani cuci darah. Penanganan efek samping dapat dilakukan melalui pengaturan pola makan, pemberian obat, hingga evaluasi metode dialisis yang digunakan. Dalam kondisi tertentu, transplantasi ginjal dapat menjadi pilihan lanjutan apabila dialisis tidak lagi efektif atau menimbulkan komplikasi serius.
- Penulis: say say


