Rabu, 13 Mei 2026
light_mode
Beranda » Peluang Usaha » Usaha Bengkel Makin Mudah Sekarang, Bisa Punya Merek Sendiri

Usaha Bengkel Makin Mudah Sekarang, Bisa Punya Merek Sendiri

  • account_circle -
  • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Membangun usaha toko sparepart sekarang semakin mudah. Selain mengumpulkan suplier lokal, membuat merek sendiri dengan barang dari luar negeri pun bisa jadi pilihan.

PT eLangsung International Agency (eIA) menawarkan program Join Import Merek Sendiri untuk membantu pelaku usaha kecil menengah menciptakan brand suku cadang motor atau mobil. Lewat skema ini, pemesanan bisa dimulai dari 100 dus per item dengan tipe campuran, jauh lebih rendah dari minimum order impor konvensional.

CEO PT eIA, Yaboo Huang, mengatakan program ini muncul dari kebutuhan bengkel dan toko sparepart untuk memiliki merek sendiri.

“Selama ini banyak bengkel dan toko suku cadang yang ingin punya produk dengan brand sendiri, tapi terkendala modal, jaringan pabrik dan legalitas impor,” kata Yaboo dalam keterangan resmi, dikutip Kompas.com, Kamis (4/12/2025).

Yaboo menjelaskan, sistem impor kolektif memungkinkan mitra menekan risiko biaya, pengiriman, dan penyimpanan.

“Lewat skema Join Import ini, semua bisa diakses dengan biaya terjangkau dan proses yang transparan,” kata dia. Layanan yang ditawarkan bersifat end-to-end, mulai pencarian pabrik OEM, pendaftaran merek, desain kemasan, pengurusan dokumen impor, hingga penyimpanan di gudang transit dan gudang eIA di Jakarta Barat.

Mitra bisa fokus pada pengembangan merek serta pemasaran produk di pasar lokal. Keunggulan lain adalah mekanisme pembayaran yang lebih aman. Mitra cukup membayar DP rendah dan melunasi setelah barang tiba di gudang eIA.

“Barang sampai dulu di gudang kami, baru pelunasan dilakukan. Kalau pun terjadi kendala, pihak yang bertanggung jawab jelas,” jelas Yaboo.

Menurut Yaboo, sistem ini lebih aman dibanding direct import, di mana pembeli harus menanggung seluruh risiko sendiri tanpa dukungan pihak lokal. Setiap pabrik yang dipilih juga melalui seleksi ketat untuk memastikan kualitas dan kesesuaian produk.

Program Join Import mendapat respons positif dari bengkel dan toko spare part di berbagai daerah. Ke depan, eIA akan memperluas kerja sama dengan pabrik OEM dan aftermarket di Asia, sekaligus menargetkan lebih banyak mitra baru untuk memperkuat ekosistem suku cadang bermerek lokal di Indonesia.(*)

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua
  • Sumber: Kompas

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kenali Perbedaan Sesak Napas Akibat Jantung dan Asam Lambung

    Kenali Perbedaan Sesak Napas Akibat Jantung dan Asam Lambung

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sesak napas sering dianggap sebagai tanda gangguan jantung. Namun, kondisi ini juga bisa disebabkan oleh masalah asam lambung atau Gastroesophageal Reflux Disease. Kedua kondisi tersebut kerap menimbulkan gejala yang mirip, seperti napas terasa berat dan dada tidak nyaman. Padahal, penyebab, tingkat risiko, hingga penanganannya berbeda. Memahami perbedaan sesak napas akibat jantung dan asam […]

  • Harga Rusun Subsidi Dikabarkan Naik Tahun 2026, Makin Mahal

    Harga Rusun Subsidi Dikabarkan Naik Tahun 2026, Makin Mahal

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) bersiap menaikkan harga rumah susun (rusun) subsidi tahun 2026. Saat ini BP Tapera tengah mengkaji kenaikan harga tersebut dengan Direktorat Jenderal (Ditjen) Kawasan Perkotaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menyampaikan hal itu usai penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of […]

  • Harga Minyak Turun ke US,59 Usai Sinyal Pembukaan Selat Hormuz

    Harga Minyak Turun ke US$90,59 Usai Sinyal Pembukaan Selat Hormuz

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga minyak mentah dunia mengalami penurunan pada perdagangan Kamis (16/4), seiring munculnya sinyal de-eskalasi konflik di Timur Tengah yang membuka peluang kelancaran distribusi energi global. Mengacu laporan Reuters, harga minyak mentah Brent tercatat turun 44 sen atau 0,5 persen menjadi US$94,49 per barel. Sementara itu, minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) AS […]

  • Harga Cabai Merah dan Ayam Broiler di Pasar Talang Banjar dan Kasang Turun

    Harga Cabai Merah dan Ayam Broiler di Pasar Talang Banjar dan Kasang Turun

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pergerakan harga kebutuhan pokok di Kota Jambi terpantau relatif stabil. Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, mayoritas harga sembako di Pasar Rakyat Talang Banjar dan Pasar Rakyat Kasang tidak mengalami perubahan signifikan per Jumat (21/2/2026). Di Pasar Talang Banjar, harga beras masih bertahan di kisaran Rp 15.200 hingga Rp 15.400 per […]

  • 71 Sekolah Tutup Usai Ditemukan Asbes Beracun di Bak Pasir Anak-Anak

    71 Sekolah Tutup Usai Ditemukan Asbes Beracun di Bak Pasir Anak-Anak

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sebanyak 71 sekolah di Canberra, Australia, terpaksa ditutup pada Senin (17/11/2025) setelah ditemukannya serat asbes beracun di dalam bak pasir bermain anak-anak. Keputusan ini diambil usai hasil uji laboratorium memastikan pasir hias di area bermain terkontaminasi asbes jenis krisotil. Asbes merupakan mineral berserat yang dulu banyak digunakan sebagai bahan konstruksi karena sifatnya yang […]

  • The Fed Siap Pangkas Suku Bunga Lagi, Tapi Tetap Waspadai Inflasi

    The Fed Siap Pangkas Suku Bunga Lagi, Tapi Tetap Waspadai Inflasi

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed), memberi sinyal siap melanjutkan pemangkasan suku bunga tahun ini. Namun, para pejabat tetap berhati-hati karena tekanan inflasi dinilai masih tinggi dan berpotensi menekan stabilitas ekonomi. Dalam risalah rapat kebijakan Federal Open Market Committee (FOMC) yang digelar pada 16–17 September 2025 menunjukkan bahwa sebagian besar […]

expand_less