Minggu, 27 Sep 2026
light_mode
Beranda » Internasional » Terus Merugi! Pasar Otomotif Domestik China Kurang Diminati

Terus Merugi! Pasar Otomotif Domestik China Kurang Diminati

  • account_circle -
  • calendar_month Senin, 29 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Puluhan produsen kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di China diperkirakan akan menghadapi momen hidup atau mati pada 2026. Ini seiring melemahnya permintaan domestik yang berpotensi memaksa perusahaan-perusahaan yang terus merugi keluar dari pasar otomotif terbesar di dunia.

Menurut para analis, sekitar 50 produsen EV di China daratan yang belum mencatatkan keuntungan kini berada di bawah tekanan untuk memperkecil skala bisnis atau bahkan menghentikan operasional.
Hal ini terjadi di tengah proyeksi penurunan penjualan kendaraan di China pada tahun depan, yang akan menjadi kontraksi pertama sejak 2020, dipicu oleh masalah kelebihan kapasitas industri serta berkurangnya dukungan pemerintah.

“Waktu tidak berpihak pada pemain yang produknya tidak mampu menarik minat pengemudi muda,” ujar Qian Kang, pemilik pabrik papan sirkuit tercetak (printed circuit board/PCB) otomotif di Provinsi Zhejiang bagian timur.

“Kinerja tahun depan akan sangat krusial bagi sebagian besar perakit EV yang masih merugi.”

Pasar otomotif domestik China diperkirakan mengalami penurunan pengiriman kendaraan pada 2026, meskipun produsen menawarkan diskon besar untuk menarik konsumen. Konsensus analis otomotif menyebutkan, berakhirnya subsidi tunai dan insentif pajak menjadi faktor utama tekanan terhadap permintaan.

Pemerintah China dijadwalkan mengumumkan pada Januari apakah subsidi tukar tambah sebesar 20.000 yuan (sekitar US$2.845) akan diperpanjang atau tidak.

Saat ini, pembeli EV masih dibebaskan dari pajak pembelian kendaraan sebesar 10%. Namun, mulai Januari mendatang, pembelian EV akan dikenakan pajak 5%, sebelum kembali ke tarif normal 10% pada 2028.

Deutsche Bank bulan lalu memproyeksikan total pengiriman kendaraan di China akan anjlok 5% pada 2026. Sementara itu, JPMorgan pada Oktober memperkirakan total penjualan mobil di China—baik berbahan bakar bensin maupun listrik—dapat turun 3% hingga 5% tahun depan.

Proyeksi tersebut menegaskan dampak kelebihan kapasitas yang telah memicu perang diskon brutal selama tiga tahun terakhir, sehingga menggerus profitabilitas produsen mobil lokal.

Di sisi lain, seluruh produsen EV China juga telah menggelontorkan miliaran dolar AS untuk riset dan pengembangan (R&D) demi mengejar keunggulan teknologi, yang pada akhirnya menekan prospek laba mereka.

Sejauh ini, hanya segelintir produsen EV China yang berhasil mencatatkan keuntungan, di antaranya BYD, produsen mobil listrik terbesar di dunia, serta Seres yang didukung oleh Huawei Technologies.

“Euforia pendanaan untuk produsen EV dan pemasok komponen utama di China kini sudah menjadi masa lalu,” ujar Yin Ran, investor malaikat yang berbasis di Shanghai.

“Ke depan, ini akan menjadi permainan bertahan hidup. Perusahaan yang sudah untung akan keluar sebagai pemenang, sementara pemain yang merugi berisiko kehabisan dana,” tambahnya.

Ekspansi Global Jadi Jalan Keluar

Untuk meningkatkan profitabilitas, semakin banyak produsen EV China diperkirakan akan mempercepat ekspansi penjualan ke luar negeri, termasuk meluncurkan model khusus yang disesuaikan dengan pasar utama global.

Menurut Nick Lai, Head of Auto Research Asia-Pasifik di JPMorgan, total produksi kendaraan China—termasuk bus, truk, dan mobil penumpang—dapat mencapai 33 juta unit pada 2025, dibandingkan dengan kapasitas terpasang sekitar 50 juta unit.

Rata-rata margin bersih per kendaraan di kalangan produsen mobil China saat ini hanya sekitar 5.000 yuan, yakni selisih antara harga jual dan biaya produksi seperti bahan baku, tenaga kerja, dan logistik.

Namun, margin tersebut berpotensi meningkat hingga empat kali lipat menjadi 20.000 yuan jika ekspor kendaraan ke pasar luar negeri diperluas, di mana harga jual cenderung lebih tinggi.

Stephen Dyer, Co-Leader Greater China dan Head of Asia Automotive Practice di AlixPartners, mengatakan pada Juli lalu bahwa hanya 15 merek EV China, atau sekitar 10% dari total merek, yang diperkirakan akan mencetak keuntungan dalam lima tahun ke depan. Persaingan harga yang ketat dinilai akan terus menekan margin laba.

Perang harga tersebut juga diprediksi akan mempercepat konsolidasi industri EV China, di mana produsen yang menjual kurang dari 1.000 unit per bulan berpotensi segera keluar dari pasar.

Laporan terbaru dari China EV100, organisasi nonpemerintah yang beranggotakan para eksekutif industri EV, menyebutkan bahwa lima hingga enam produsen mobil patungan China-asing dengan penjualan tahunan di bawah 100.000 unit berisiko dilikuidasi dalam beberapa tahun ke depan.

Merek internasional seperti Ford Motor, Mazda Motor, dan Lincoln saat ini menjalankan usaha patungan di China dengan volume penjualan tahunan yang belum mencapai 100.000 unit, berdasarkan data registrasi asuransi kendaraan.

Dalam laporannya, Deutsche Bank memperkirakan volume penjualan kendaraan penumpang China ke luar negeri akan terus mencatatkan pertumbuhan dua digit pada 2026, atau naik sekitar 13% secara tahunan.

Peningkatan ini diperkirakan akan mendorong penjualan grosir hingga 750.000 unit, seiring meningkatnya produksi lokal, perluasan portofolio produk, dan penetrasi ke pasar baru.

Tambahan volume tersebut setara dengan sekitar 3% dari total proyeksi pengiriman kendaraan sepanjang 2026, menurut laporan tersebut.(*)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rupiah Hari Ini Menguat Jadi Rp16.872 per Dolar AS

    Rupiah Hari Ini Menguat Jadi Rp16.872 per Dolar AS

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini, Senin (9/2/2026), perkasa. Rupiah dibuka bergerak menguat 4 poin atau 0,02 persen menjadi Rp16.872 per dolar AS. Sebelumnya mata uang Indonesia ini diposisi Rp16.876 per dolar AS. Analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan penguatan rupiah terjadi di tengah membaiknya sentimen risk on […]

  • Rupiah Dibuka Stagnan Terhadap Dolar AS Pagi Ini

    Rupiah Dibuka Stagnan Terhadap Dolar AS Pagi Ini

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Jumat (5/12/2025) ini bergerak stagnan. Rupiah tetap Rp16.653 per dolar AS, sama persis dengan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp16.653 per dolar AS. Mayoritas mata uang di kawasan Asia menguat terhadap dolar AS pagi ini. Won Korea mencatat penguatan terbesar yakni 0,19%, […]

  • PHK Tembus 79 Ribu Orang Selama 2025, Ini Kata Purbaya

    PHK Tembus 79 Ribu Orang Selama 2025, Ini Kata Purbaya

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara terkait gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang mencapai 79 ribu sepanjang 2025. Menurut Purbaya, tingginya jumlah PHK mengindikasikan adanya perlambatan ekonomi. Yang membuat dari sisi demand juga melemah. “PHK terjadi ketika demand-nya lemah sekali. Itu terjadi 10 bulan awal, 9 bulan pertama tahun lalu kan. Tahun […]

  • Kondisi Lapangan dan Alotnya Negosiasi, Dua Kapal Pertamina Masih Tertahan di Selat Hormuz Play Button

    Kondisi Lapangan dan Alotnya Negosiasi, Dua Kapal Pertamina Masih Tertahan di Selat Hormuz

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pertamina Pride dan Gamsunoro, dua kapal milik Pertamina masih tertahan di Selat Hormuz sejak perang berkecamuk. Untuk diketahui dua kapal Pertamina tersebut membawa sekitar 2 juta barel minyak mentah. Namun, menurut Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono berdasarkan info dari Kementerian ESDM jumlah tersebut masih relatif kecil dibandingkan kebutuhan energi nasional. “Tanpa bermaksud mengecilkan […]

  • Menkeu Purbaya Bongkar Kebocoran Anggaran Daerah, TKD Tak Akan Naik Jika Belanja Masih Bermasalah

    Menkeu Purbaya Bongkar Kebocoran Anggaran Daerah, TKD Tak Akan Naik Jika Belanja Masih Bermasalah

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa kebocoran anggaran daerah masih menjadi hambatan utama bagi pemerintah pusat untuk meningkatkan Transfer ke Daerah (TKD). Hal itu disampaikan dalam Dialog Interaktif “Siasat Fiskal demi Daerah Berdaya” pada Bimbingan Teknis Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD se-Indonesia, Kamis (12/12/2025). Menurut Purbaya, Presiden Prabowo Subianto kecewa dengan praktik […]

  • Toko Baju Tak Bisa Lagi Hanya Menunggu Pembeli Datang

    Toko Baju Tak Bisa Lagi Hanya Menunggu Pembeli Datang

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bisnis toko pakaian kini menghadapi tantangan yang tidak ringan. Banyak toko baju harus tutup karena pelanggan mulai terbiasa membeli pakaian secara online. Tinggal membuka ponsel, memilih model, membandingkan harga, lalu barang diantar sampai rumah. Di sisi lain, membeli pakaian bukan kebutuhan yang dilakukan setiap hari. Bagi sebagian masyarakat, belanja baju justru meningkat menjelang […]

expand_less