Breaking News
light_mode
Beranda » Internasional » Harga Minyak Naik 3%, Badai Musim Dingin Lumpuhkan Produksi AS

Harga Minyak Naik 3%, Badai Musim Dingin Lumpuhkan Produksi AS

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Rab, 28 Jan 2026
  • comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Harga minyak dunia melonjak tajam pada perdagangan Selasa atau Rabu (28/1/2026) waktu Jakarta. Kenaikan ini dipicu oleh gangguan produksi minyak mentah Amerika Serikat (AS) akibat badai musim dingin yang melumpuhkan infrastruktur energi dan menghentikan ekspor minyak mentah dari Pantai Teluk AS.

Mengutip CNBC, harga minyak Brent naik USD 1,98 atau 3,02 persen dan ditutup di level USD 67,57 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat USD 1,76 atau 2,9 persen ke posisi USD 62,39 per barel.

Analis dan pelaku pasar memperkirakan produsen minyak AS kehilangan hingga 2 juta barel per hari, atau sekitar 15 persen dari total produksi nasional, selama akhir pekan akibat cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah utama produksi energi.

Analis Pasar City Index, Fawad Razaqzada, menilai kondisi cuaca dingin telah mendorong kenaikan harga minyak mentah berjangka, dengan risiko jangka pendek masih cenderung ke arah kenaikan.

“Cuaca dingin di AS berpotensi menyebabkan penurunan stok minyak yang cukup signifikan dalam beberapa pekan ke depan, terutama jika kondisi ini berlanjut,” kata Analis Minyak PVM, Tamas Varga.

Selain itu, ekspor minyak mentah dan gas alam cair dari pelabuhan-pelabuhan di Pantai Teluk AS sempat turun ke level nol pada Minggu akibat cuaca ekstrem, sebelum kembali pulih secara bertahap pada awal pekan ini.

Dari kawasan lain, ladang minyak terbesar Kazakhstan, Tengiz, diperkirakan belum dapat kembali ke kapasitas normal setidaknya hingga awal Februari, menyusul kebakaran dan pemadaman listrik. Kondisi ini turut memperketat pasokan global.

Analis UBS, Giovanni Staunovo, menyebut pemulihan produksi di Tengiz berlangsung lebih lambat dari perkiraan, sehingga menopang harga minyak dunia. Pelemahan dolar AS juga memberikan dukungan tambahan terhadap harga minyak.

Di sisi geopolitik, ketegangan di Timur Tengah turut memengaruhi pergerakan harga. Kehadiran kapal induk AS di kawasan tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi eskalasi konflik, yang berisiko mengganggu pasokan energi global.

Sementara itu, OPEC+ diperkirakan akan mempertahankan kebijakan penundaan peningkatan produksi minyak pada pertemuan awal Februari, yang semakin memperkuat sentimen kenaikan harga minyak dalam jangka pendek.

  • Penulis: syaiful amri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BPS: Pengangguran di Jambi Turun Jadi 4,08 Persen per November 2025

    BPS: Pengangguran di Jambi Turun Jadi 4,08 Persen per November 2025

    • calendar_month Kam, 5 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kondisi ketenagakerjaan di Provinsi Jambi menunjukkan perbaikan pada November 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun menjadi 4,08 persen, atau menurun 0,17 persen poin dibandingkan Agustus 2025. Berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) November 2025, jumlah angkatan kerja di Jambi mencapai 1,94 juta orang, meningkat 5,26 ribu […]

  • BI Dorong UMKM Pakai Pembayaran Digital Lewat Literasi Keuangan

    BI Dorong UMKM Pakai Pembayaran Digital Lewat Literasi Keuangan

    • calendar_month Jum, 14 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bank Indonesia (BI) melalui Kantor Perwakilan Provinsi Jawa Tengah menggelar edukasi literasi keuangan “Rupiah Tresno Budoyo” di Gedung Rajawali, Semarang. Kegiatan ini mengusung tema Dua Abad Perang Jawa: Menghidupkan Martabat, Meneguhkan Kemandirian sebagai upaya memperluas inklusi dan literasi keuangan dengan pendekatan budaya. Deputi Kepala Perwakilan BI Jateng, Nita Rachmenia, menjelaskan bahwa kegiatan ini […]

  • Pendiri Binance Keluar Penjara, Kini Jadi Tulang Punggung Ekonomi Digital Asia

    Pendiri Binance Keluar Penjara, Kini Jadi Tulang Punggung Ekonomi Digital Asia

    • calendar_month Sen, 27 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pendiri bursa mata uang kripto terbesar di dunia, Binance, yakni Changpeng Zhao (CZ), kini kembali menjadi sorotan dunia. Setelah sempat mendekam di penjara selama empat bulan karena kasus pencucian uang, CZ kini justru tampil sebagai tokoh penting di industri aset digital Asia Tengah. CZ sebelumnya dijatuhi hukuman karena terbukti melanggar undang-undang anti pencucian […]

  • debt collector

    Awas, Data 18 Ribu Kendaraan Bocor di Dewa Matel

    • calendar_month Sel, 23 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah harus mengambil tindakan terhadap aplikasi yang membuka akses data pribadi ke publik. Belakangan ramai perbicangan aplikasi salah satunya Dewa Matel. Siapa nyana, aplikasi itu memuat lebih dari 18.000 data kendaraan bermotor milik masyarakat Indonesia. Aplikasi tersebut diduga kuat digunakan oleh agen lapangan atau mata elang (matel) untuk melacak kendaraan dengan kredit bermasalah. […]

  • Kolaborasi BPJS dan Gojek, Pastikan Pengemudi Mitra Terlindungi Program JKN

    Kolaborasi BPJS dan Gojek, Pastikan Pengemudi Mitra Terlindungi Program JKN

    • calendar_month Sen, 12 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan bersama PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk memperkuat perlindungan jaminan kesehatan bagi pengemudi mitra Gojek dengan kolaborasi pada Program JKN, melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara BPJS Kesehatan dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. Kerja sama ini ditujukan untuk memastikan pekerja transportasi online memperoleh akses perlindungan kesehatan yang […]

  • Bank Mandiri Bagikan Dividen Interim Rp 9,3 Triliun, Setara Rp 100 per Saham

    Bank Mandiri Bagikan Dividen Interim Rp 9,3 Triliun, Setara Rp 100 per Saham

    • calendar_month Jum, 19 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akan membagikan dividen interim kepada para pemegang saham untuk tahun buku 2025 dengan total nilai mencapai Rp 9,3 triliun atau setara Rp 100 per saham. Keputusan tersebut disampaikan dalam laporan keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Jumat (19/12/2025). Laporan itu ditandatangani oleh Corporate Secretary Bank Mandiri, […]

expand_less