Selasa, 23 Jun 2026
light_mode
Beranda » Internasional » Perang Amerika Serikat–Iran Picu Krisis Energi Global

Perang Amerika Serikat–Iran Picu Krisis Energi Global

  • account_circle say say
  • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran memicu guncangan serius di sektor energi global. Lonjakan harga minyak dunia akibat ketegangan geopolitik ini meningkatkan risiko perlambatan ekonomi hingga potensi resesi global.

Ketegangan yang berpusat di Selat Hormuz menjadi faktor utama. Jalur strategis ini diketahui mengalirkan sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia. Gangguan distribusi di wilayah tersebut langsung berdampak pada lonjakan harga energi global.

Sejumlah negara mulai merasakan efek domino. Ribuan penerbangan di Eropa dilaporkan dibatalkan akibat tekanan biaya bahan bakar. Sementara itu, Filipina menetapkan status darurat energi, dan Pakistan mengambil langkah ekstrem dengan meliburkan sekolah guna menghemat konsumsi energi.

Harga minyak mentah acuan global melonjak hingga kisaran USD 106 per barel, meningkat sekitar 50 persen dibandingkan sebelum konflik pecah. Kenaikan ini mendorong inflasi global karena biaya distribusi barang ikut terdorong naik.

Ekonom dari Oxford Economics, Ryan Sweet, menilai lonjakan harga energi berpotensi menekan daya beli masyarakat secara luas.

“Minyak memicu inflasi dan menurunkan daya beli. Dampaknya akan memperlambat pertumbuhan ekonomi global,” ujarnya.

Namun, para ekonom masih terbelah dalam memproyeksikan dampak jangka panjang. Sebagian menilai ekonomi global masih cukup tangguh, sementara lainnya memperingatkan risiko resesi akan meningkat jika konflik berlangsung lama.

Organisation for Economic Co-operation and Development memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global tetap berada di kisaran 2,9 persen pada 2026, dengan asumsi konflik mereda dalam waktu dekat.

Sementara itu, International Monetary Fund memperkirakan pertumbuhan global mencapai 3,1 persen, meski tetap mengakui adanya tekanan dari ketidakpastian geopolitik dan gangguan rantai pasok energi.

Namun pandangan berbeda disampaikan ekonom Paul Krugman. Ia menilai risiko resesi global jauh lebih besar jika penutupan Selat Hormuz berlangsung dalam waktu lama.

“Jika gangguan ini berlangsung beberapa bulan, kemungkinan resesi global menjadi sangat nyata,” ujarnya.

Dalam skenario terburuk, Oxford Economics memperkirakan harga minyak bisa melonjak hingga USD 190 per barel. Kondisi tersebut berpotensi mendorong inflasi global hingga 7,7 persen mendekati level krisis energi sebelumnya.

Jika itu terjadi, dunia berisiko masuk ke fase kontraksi ekonomi global, ditandai dengan pertumbuhan negatif atau di bawah 2 persen.

Selain itu, dampak tidak akan merata. Negara berkembang dan negara yang bergantung pada impor energi diperkirakan akan mengalami tekanan paling besar.

Hingga kini, arah ekonomi global masih sangat bergantung pada durasi konflik dan stabilitas pasokan energi. Meski sejumlah indikator menunjukkan ketahanan ekonomi, ketidakpastian tetap tinggi.

“Semakin lama konflik berlangsung, semakin besar biaya yang harus ditanggung ekonomi global,” kata Sweet.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • AHY Pastikan APBN Ikut Tanggung Utang Kereta Cepat Jakarta–Bandung

    AHY Pastikan APBN Ikut Tanggung Utang Kereta Cepat Jakarta–Bandung

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memastikan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan dilibatkan dalam proses restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh. Pernyataan tersebut disampaikan AHY usai menghadiri rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/11/2025). “Kami […]

  • BSI Luncurkan BYOND by BSI Versi 1.2.0, Investasi Emas Kini Semudah Top-Up e-Wallet

    BSI Luncurkan BYOND by BSI Versi 1.2.0, Investasi Emas Kini Semudah Top-Up e-Wallet

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bank Syariah Indonesia (BSI) resmi merilis BYOND by BSI versi 1.2.0, sebagai bagian dari komitmen mendukung transformasi digital dan memperluas akses investasi syariah di Indonesia. Melalui pembaruan terbaru ini, BSI menghadirkan fitur unggulan Bank Emas, yang memungkinkan masyarakat berinvestasi emas secara digital dengan cara yang aman, syariah, dan semudah top-up e-wallet. Fitur Bank […]

  • Ledakan Bom di Moskow Tewaskan 1 Polisi dan Pelaku, Dua Petugas Luka

    Ledakan Bom di Moskow Tewaskan 1 Polisi dan Pelaku, Dua Petugas Luka

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sebuah ledakan bom mengguncang pusat Kota Moskow, Rusia, pada Selasa (24/2/2026) dini hari waktu setempat. Insiden tersebut menewaskan seorang petugas polisi dan pelaku, serta melukai dua petugas lainnya. Peristiwa terjadi sekitar pukul 00.05 waktu setempat di Lapangan Savelovsky, dekat Stasiun Savelovsky. Seorang pria tak dikenal dilaporkan mendekati kendaraan patroli sebelum alat peledak yang […]

  • Harga Emas Naik Akibat Produksi Freeport Terganggu, Jadi Pendorong Inflasi Oktober 2025

    Harga Emas Naik Akibat Produksi Freeport Terganggu, Jadi Pendorong Inflasi Oktober 2025

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Indonesia pada Oktober 2025 mencapai 2,86% secara tahunan (year on year). Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya harga emas perhiasan, yang menjadi penyumbang utama inflasi bulan tersebut. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, kenaikan harga emas terjadi karena gangguan produksi di tambang PT Freeport Indonesia (PTFI). Insiden […]

  • KONI Jambi Siapkan Bank Data Atlet untuk Pantau Prestasi Menuju PON 2028

    KONI Jambi Siapkan Bank Data Atlet untuk Pantau Prestasi Menuju PON 2028

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jambi mulai menyiapkan bank data atlet sebagai langkah memperkuat sistem pembinaan olahraga daerah menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Program tersebut disampaikan Ketua Umum KONI Provinsi Jambi, AKBP Mat Sanusi saat kegiatan sosialisasi aplikasi data, tata kelola […]

  • Harga Emas Pegadaian Hari Ini Kompak Turun!

    Harga Emas Pegadaian Hari Ini Kompak Turun!

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas yang dijual pegadaian kompak melemah pada perdagangan Selasa (21/4/2026) ini. Pelemahan harga tersebut baik untuk buatan UBS, Antam dan Galeri24. Berdasarkan data dari laman Sahabat Pegadaian, harga emas buatan UBS dipatok Rp2.918.000 per gram. Angka ini turun jika dibanding sebelumnya di angka Rp2.924.000 per gram. Demikian juga harga emas buatan Antam […]

expand_less