Jumat, 6 Nov 2026
light_mode
Beranda » Internasional » Perang Amerika Serikat–Iran Picu Krisis Energi Global

Perang Amerika Serikat–Iran Picu Krisis Energi Global

  • account_circle say say
  • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran memicu guncangan serius di sektor energi global. Lonjakan harga minyak dunia akibat ketegangan geopolitik ini meningkatkan risiko perlambatan ekonomi hingga potensi resesi global.

Ketegangan yang berpusat di Selat Hormuz menjadi faktor utama. Jalur strategis ini diketahui mengalirkan sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia. Gangguan distribusi di wilayah tersebut langsung berdampak pada lonjakan harga energi global.

Sejumlah negara mulai merasakan efek domino. Ribuan penerbangan di Eropa dilaporkan dibatalkan akibat tekanan biaya bahan bakar. Sementara itu, Filipina menetapkan status darurat energi, dan Pakistan mengambil langkah ekstrem dengan meliburkan sekolah guna menghemat konsumsi energi.

Harga minyak mentah acuan global melonjak hingga kisaran USD 106 per barel, meningkat sekitar 50 persen dibandingkan sebelum konflik pecah. Kenaikan ini mendorong inflasi global karena biaya distribusi barang ikut terdorong naik.

Ekonom dari Oxford Economics, Ryan Sweet, menilai lonjakan harga energi berpotensi menekan daya beli masyarakat secara luas.

“Minyak memicu inflasi dan menurunkan daya beli. Dampaknya akan memperlambat pertumbuhan ekonomi global,” ujarnya.

Namun, para ekonom masih terbelah dalam memproyeksikan dampak jangka panjang. Sebagian menilai ekonomi global masih cukup tangguh, sementara lainnya memperingatkan risiko resesi akan meningkat jika konflik berlangsung lama.

Organisation for Economic Co-operation and Development memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global tetap berada di kisaran 2,9 persen pada 2026, dengan asumsi konflik mereda dalam waktu dekat.

Sementara itu, International Monetary Fund memperkirakan pertumbuhan global mencapai 3,1 persen, meski tetap mengakui adanya tekanan dari ketidakpastian geopolitik dan gangguan rantai pasok energi.

Namun pandangan berbeda disampaikan ekonom Paul Krugman. Ia menilai risiko resesi global jauh lebih besar jika penutupan Selat Hormuz berlangsung dalam waktu lama.

“Jika gangguan ini berlangsung beberapa bulan, kemungkinan resesi global menjadi sangat nyata,” ujarnya.

Dalam skenario terburuk, Oxford Economics memperkirakan harga minyak bisa melonjak hingga USD 190 per barel. Kondisi tersebut berpotensi mendorong inflasi global hingga 7,7 persen mendekati level krisis energi sebelumnya.

Jika itu terjadi, dunia berisiko masuk ke fase kontraksi ekonomi global, ditandai dengan pertumbuhan negatif atau di bawah 2 persen.

Selain itu, dampak tidak akan merata. Negara berkembang dan negara yang bergantung pada impor energi diperkirakan akan mengalami tekanan paling besar.

Hingga kini, arah ekonomi global masih sangat bergantung pada durasi konflik dan stabilitas pasokan energi. Meski sejumlah indikator menunjukkan ketahanan ekonomi, ketidakpastian tetap tinggi.

“Semakin lama konflik berlangsung, semakin besar biaya yang harus ditanggung ekonomi global,” kata Sweet.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rupiah Tersungkur, Ini Kurs BCA hingga BNI Hari Ini

    Rupiah Tersungkur, Ini Kurs BCA hingga BNI Hari Ini

    • calendar_month Jumat, 25 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rupiah kembali tersungkur pada perdagangan Jumat (25/9/2026). Mata uang Indonesia semakin mendekati level psikologis Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Mengutip Antara, Rupiah dibuka di level Rp17.933 per dolar AS. Posisi tersebut melemah 17 poin atau 0,09 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada diposisi Rp17.916 per dolar AS. Pelemahan rupiah terjadi bersamaan […]

  • Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp24 Ribu per Gram

    Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp24 Ribu per Gram

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas produksi Antam anjlok pada perdagangan Rabu (20/5/2026). Berdasarkan data yang diperoleh Jambisnis.com dari laman Logam Mulia, emas Antam anjlok Rp24.000 dari semula Rp2.789.000, kini menjadi Rp2.765.000 per gram. Tak hanya harga jual, harga beli kembali atau buyback emas Antam juga ikut mengalami pelemahan. Pada perdagangan hari ini, harga buyback tercatat berada […]

  • Erick Thohir Sebut Berdiskusi Bersama IOC masih Terbuka

    Erick Thohir Sebut Berdiskusi Bersama IOC masih Terbuka

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Media Turki Anadolu Agency menyoroti pernyataan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Indonesia, Erick Thohir, yang menegaskan bahwa Indonesia memahami sepenuhnya konsekuensi dari keputusan melarang atlet Israel berpartisipasi dalam Kejuaraan Dunia Senam 2025 di Jakarta. Erick menekankan, langkah tersebut diambil bukan tanpa pertimbangan, melainkan demi menjaga keamanan, ketertiban umum, serta kepentingan nasional. “Kami memegang […]

  • Iran Ancam Serang Reaktor Nuklir Dimona Israel, Konflik Timur Tengah Kian Memanas

    Iran Ancam Serang Reaktor Nuklir Dimona Israel, Konflik Timur Tengah Kian Memanas

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ketegangan di kawasan Timur Tengah semakin meningkat setelah Iran mengancam akan menargetkan fasilitas nuklir milik Israel sebagai serangan balasan. Kantor berita semi-resmi Iran melaporkan seorang pejabat militer menyatakan bahwa Teheran mempertimbangkan menyerang reaktor nuklir di Dimona, yang selama ini diyakini sebagai pusat pengembangan program senjata nuklir Israel. Fasilitas tersebut berada di Shimon Peres […]

  • PADA Gandeng Grup WIFI, Dorong Pendapatan Berulang Lewat Internet Rakyat

    PADA Gandeng Grup WIFI, Dorong Pendapatan Berulang Lewat Internet Rakyat

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Personel Alih Daya Tbk. (PADA) menjalin kemitraan strategis dengan PT Telemedia Komunikasi Pratama, anak usaha PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) atau Surge, untuk memperluas distribusi layanan Internet Rakyat (IRA). Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan berulang (recurring income) perseroan. PADA, yang bergerak di bidang jasa teknikal dan pemeliharaan peralatan telekomunikasi, call […]

  • Jadwal dan Harga Tiket Pesawat Jambi-Kerinci Juli 2026, Mulai Rp699.960 Tanpa Transit

    Jadwal dan Harga Tiket Pesawat Jambi-Kerinci Juli 2026, Mulai Rp699.960 Tanpa Transit

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Perjalanan dari Kota Jambi menuju Kabupaten Kerinci kini dapat ditempuh dengan waktu yang jauh lebih singkat melalui jalur udara. Dibandingkan perjalanan darat yang memakan waktu sekitar 10 hingga 12 jam, penerbangan langsung hanya membutuhkan waktu sekitar satu jam. Moda transportasi udara menjadi pilihan bagi masyarakat yang memiliki kepentingan bisnis, perjalanan dinas, wisata, maupun […]

expand_less