Kamis, 14 Mei 2026
light_mode
Beranda » Internasional » Perang Amerika Serikat–Iran Picu Krisis Energi Global

Perang Amerika Serikat–Iran Picu Krisis Energi Global

  • account_circle say say
  • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran memicu guncangan serius di sektor energi global. Lonjakan harga minyak dunia akibat ketegangan geopolitik ini meningkatkan risiko perlambatan ekonomi hingga potensi resesi global.

Ketegangan yang berpusat di Selat Hormuz menjadi faktor utama. Jalur strategis ini diketahui mengalirkan sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia. Gangguan distribusi di wilayah tersebut langsung berdampak pada lonjakan harga energi global.

Sejumlah negara mulai merasakan efek domino. Ribuan penerbangan di Eropa dilaporkan dibatalkan akibat tekanan biaya bahan bakar. Sementara itu, Filipina menetapkan status darurat energi, dan Pakistan mengambil langkah ekstrem dengan meliburkan sekolah guna menghemat konsumsi energi.

Harga minyak mentah acuan global melonjak hingga kisaran USD 106 per barel, meningkat sekitar 50 persen dibandingkan sebelum konflik pecah. Kenaikan ini mendorong inflasi global karena biaya distribusi barang ikut terdorong naik.

Ekonom dari Oxford Economics, Ryan Sweet, menilai lonjakan harga energi berpotensi menekan daya beli masyarakat secara luas.

“Minyak memicu inflasi dan menurunkan daya beli. Dampaknya akan memperlambat pertumbuhan ekonomi global,” ujarnya.

Namun, para ekonom masih terbelah dalam memproyeksikan dampak jangka panjang. Sebagian menilai ekonomi global masih cukup tangguh, sementara lainnya memperingatkan risiko resesi akan meningkat jika konflik berlangsung lama.

Organisation for Economic Co-operation and Development memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global tetap berada di kisaran 2,9 persen pada 2026, dengan asumsi konflik mereda dalam waktu dekat.

Sementara itu, International Monetary Fund memperkirakan pertumbuhan global mencapai 3,1 persen, meski tetap mengakui adanya tekanan dari ketidakpastian geopolitik dan gangguan rantai pasok energi.

Namun pandangan berbeda disampaikan ekonom Paul Krugman. Ia menilai risiko resesi global jauh lebih besar jika penutupan Selat Hormuz berlangsung dalam waktu lama.

“Jika gangguan ini berlangsung beberapa bulan, kemungkinan resesi global menjadi sangat nyata,” ujarnya.

Dalam skenario terburuk, Oxford Economics memperkirakan harga minyak bisa melonjak hingga USD 190 per barel. Kondisi tersebut berpotensi mendorong inflasi global hingga 7,7 persen mendekati level krisis energi sebelumnya.

Jika itu terjadi, dunia berisiko masuk ke fase kontraksi ekonomi global, ditandai dengan pertumbuhan negatif atau di bawah 2 persen.

Selain itu, dampak tidak akan merata. Negara berkembang dan negara yang bergantung pada impor energi diperkirakan akan mengalami tekanan paling besar.

Hingga kini, arah ekonomi global masih sangat bergantung pada durasi konflik dan stabilitas pasokan energi. Meski sejumlah indikator menunjukkan ketahanan ekonomi, ketidakpastian tetap tinggi.

“Semakin lama konflik berlangsung, semakin besar biaya yang harus ditanggung ekonomi global,” kata Sweet.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Geopolitik Global 2026 Tekan Rupiah dan APBN, Ekonom Ingatkan Risiko Iran dan Manuver AS

    Geopolitik Global 2026 Tekan Rupiah dan APBN, Ekonom Ingatkan Risiko Iran dan Manuver AS

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Perekonomian global pada 2026 diperkirakan menghadapi tekanan serius akibat meningkatnya eskalasi geopolitik internasional. Ketegangan politik di Iran serta manuver agresif Amerika Serikat di berbagai kawasan dinilai berpotensi menekan nilai tukar Rupiah dan memperberat beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia. Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro menyampaikan bahwa meski […]

  • Eks Direktur Jak TV dan Ketua Tim Buzzer Dituntut 8 Tahun Penjara

    Eks Direktur Jak TV dan Ketua Tim Buzzer Dituntut 8 Tahun Penjara

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Mantan Direktur Pemberitaan Jak TV, Tian Bahtiar, dan Ketua Tim Buzzer Adhiya Muzakki dituntut delapan tahun penjara dalam kasus dugaan perintangan penegakan hukum pada sejumlah perkara korupsi. Tuntutan tersebut dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (18/2/2026). Selain Tian dan Adhiya, […]

  • Korban Tewas Tabrakan KA Argo Bromo–KRL di Bekasi Timur Jadi 14 Orang

    Korban Tewas Tabrakan KA Argo Bromo–KRL di Bekasi Timur Jadi 14 Orang

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Jumlah korban tewas dalam kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur bertambah menjadi 14 orang hingga Selasa pagi, 28 April 2026. Selain itu, sebanyak 84 orang dilaporkan mengalami luka-luka dan telah mendapatkan perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan di wilayah Bekasi dan sekitarnya. Direktur Utama PT Kereta […]

  • KPK Tetapkan Eks Menag Yaqut dan Stafsus Gus Alex Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji 2023-2024

    KPK Tetapkan Eks Menag Yaqut dan Stafsus Gus Alex Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji 2023-2024

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas dan mantan staf khususnya, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait penentuan kuota dan penyelenggaraan ibadah haji Kementerian Agama tahun 2023-2024. “Confirm, KPK telah menetapkan dua orang sebagai tersangka. Yang pertama YCQ selaku eks Menag, […]

  • Menhan Sjafrie Soroti Banjir Sumatera-Aceh: Hutan Lindung Tak Terjaga, Butuh Tentara Kuat

    Menhan Sjafrie Soroti Banjir Sumatera-Aceh: Hutan Lindung Tak Terjaga, Butuh Tentara Kuat

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menilai bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menjadi peringatan atas kondisi hutan lindung di Indonesia yang tidak terjaga. Menurut dia, pengelolaan kawasan hutan bahkan banyak dilakukan secara ilegal sehingga memperparah risiko bencana. “Hutan lindung di Indonesia harus dijaga. Banyak tambang dan […]

  • OJK Play Button

    OJK Jambi: Industri Keuangan Daerah Tumbuh Stabil, Pasar Modal Naik 64 Persen

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Jambi (OJK Jambi) mencatat kinerja Industri Jasa Keuangan di Provinsi Jambi stabil dan tumbuh positif pada Agustus 2025. Kinerja Sektor Jasa Keuangan (SJK) di Jambi didorong oleh meningkatnya aktivitas ekonomi, kepercayaan konsumen yang membaik, serta inovasi di berbagai segmen industri jasa keuangan. Pertumbuhan positif di sektor perbankan ditopang oleh […]

expand_less