Minggu, 27 Sep 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » Timur Tengah Memanas, Harga Minyak Dunia Tembus US$100 per Barel

Timur Tengah Memanas, Harga Minyak Dunia Tembus US$100 per Barel

  • account_circle -
  • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Harga minyak mentah dunia terus menunjukkan lonjakan tajam di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Pasar energi global kini dibayangi kekhawatiran terganggunya pasokan minyak akibat memanasnya hubungan antara Amerika Serikat dan Iran.

Kegagalan diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran menjadi salah satu sentimen utama yang mendorong kenaikan harga minyak dunia. Selain itu, ancaman terhadap jalur distribusi energi global membuat pelaku pasar semakin waspada terhadap potensi krisis pasokan.

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) melonjak 4,83 persen dalam sehari dan menembus level psikologis US$100,03 per barel.

Sementara itu, minyak mentah Brent juga ikut terkerek naik. Harga Brent tercatat melonjak 4,19 persen menjadi US$105,53 per barel.

Lonjakan harga minyak terjadi karena investor khawatir konflik geopolitik dapat mengganggu distribusi energi dari kawasan Timur Tengah yang selama ini menjadi salah satu pusat produksi minyak terbesar dunia.

Presiden Komisaris HFX International Berjangka, Sutopo Widodo mengatakan penguatan harga minyak dipicu oleh penolakan Presiden AS Donald Trump terhadap proposal nuklir Iran yang dinilai “tidak dapat diterima”.

Kondisi tersebut memudarkan harapan tercapainya deeskalasi konflik dalam waktu dekat.

“Ketegangan ini diperparah oleh laporan serangan drone terhadap kapal kargo di Teluk Persia serta intersepsi serangan udara di wilayah Kuwait dan UEA yang memperkuat kekhawatiran bahwa konflik sepuluh minggu ini akan meluas menjadi perang regional yang lebih terbuka,” ujar Sutopo dikutip dari Kontan, Senin (11/5/2026).

Menurut Sutopo, faktor paling menentukan pergerakan harga minyak dalam jangka pendek adalah kondisi operasional Selat Hormuz yang hingga kini masih terganggu untuk sebagian besar lalu lintas komoditas global.

Padahal, sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair dunia melewati jalur tersebut.

Ia menilai kebuntuan militer yang menghambat pembukaan kembali Selat Hormuz telah menciptakan premi risiko perang (war premium) yang signifikan pada harga minyak.

Selain itu, pasar juga menantikan hasil pertemuan Presiden Trump dan Presiden China Xi Jinping di Beijing pekan ini. Pelaku pasar berharap China dapat memainkan peran diplomatik untuk mendorong Iran melunakkan sikap terkait isu fasilitas nuklirnya.

“Hasil dari agenda pertemuan tersebut menjadi variabel kunci karena pasar berharap adanya pengaruh diplomatik China untuk membujuk Teheran agar melunakkan sikapnya terkait fasilitas nuklir,” kata Sutopo.

Ke depan, Sutopo memperkirakan harga minyak masih cenderung tinggi (bullish) dengan volatilitas tinggi.

Minyak WTI diproyeksikan bertahan di atas US$ 100 per barel apabila gangguan distribusi di Selat Hormuz terus berlanjut.

Bahkan, International Energy Agency (IEA) menyebut kondisi saat ini sebagai salah satu guncangan pasokan terbesar dalam sejarah pasar energi global.

Menurut Sutopo, peningkatan produksi dari Arab Saudi maupun negara anggota OPEC+ lainnya belum mampu secara cepat menggantikan potensi kehilangan pasokan akibat gangguan logistik di kawasan tersebut.

“Jika negosiasi di Beijing gagal menghasilkan kesepakatan konkret, harga minyak berpotensi bergerak ke kisaran US$ 110 hingga US$ 120 per barel pada kuartal ini,” ujar Sutopo.

Sutopo menambahkan, investor juga perlu mencermati sejumlah indikator dalam beberapa pekan ke depan, seperti rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) dan laporan mingguan persediaan minyak mentah dari Energy Information Administration (EIA).

Selain itu, perkembangan keamanan jalur pelayaran di wilayah Qatar dan Uni Emirat Arab juga akan menjadi indikator penting bagi stabilitas pasokan energi global.

Menurutnya, setiap pernyataan resmi dari Gedung Putih maupun Teheran terkait syarat pembukaan kembali Selat Hormuz berpotensi menjadi katalis utama bagi arah pergerakan harga minyak dunia.(*)

 

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rupiah Rebound! Kurs Menguat ke Level  Rp18.070

    Rupiah Rebound! Kurs Menguat ke Level Rp18.070

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Tekanan terhadap nilai tukar rupiah akhirnya mereda. Pada pembukaan perdagangan Rabu (15/7/2026), mata uang Indonesia bergerak menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Penguatan terjadi seiring pelemahan indeks dolar AS. Mengutip Antara, kurs rupiah menguat 21 poin atau 0,12 persen menjadi Rp18.070 per dolar AS. Posisi tersebut lebih tinggi dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang […]

  • Agrinas Impor Mahindra Scorpio Pikup, Diklaim Tangguh “Minum” Bio Solar Kualitas Rendah

    Agrinas Impor Mahindra Scorpio Pikup, Diklaim Tangguh “Minum” Bio Solar Kualitas Rendah

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Agrinas Pangan Nusantara memastikan pikap impor asal India yang akan digunakan untuk operasional Koperasi Merah Putih dirancang tangguh menghadapi berbagai kondisi bahan bakar di Indonesia, termasuk Bio Solar dengan kualitas yang kurang baik. Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, mengatakan spesifikasi mesin menjadi salah satu pertimbangan utama […]

  • Harga Emas Pegadaian Hari Ini Stabil, Antam Masih Tinggi

    Harga Emas Pegadaian Hari Ini Stabil, Antam Masih Tinggi

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas batangan yang dipasarkan di Pegadaian terpantau masih stabil pada perdagangan Senin (18/5/2026). Tiga produk logam mulia yang tersedia, yakni Galeri24, UBS, dan Antam, belum mengalami perubahan harga dibandingkan perdagangan sebelumnya. Berdasarkan daftar harga resmi Pegadaian yang diperoleh Jambisnis.com, emas Galeri24 masih dibanderol Rp2.764.000 per gram. Sementara itu, emas UBS dipatok Rp2.793.000 […]

  • OJK Play Button

    OJK Jambi: Industri Keuangan Daerah Tumbuh Stabil, Pasar Modal Naik 64 Persen

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Jambi (OJK Jambi) mencatat kinerja Industri Jasa Keuangan di Provinsi Jambi stabil dan tumbuh positif pada Agustus 2025. Kinerja Sektor Jasa Keuangan (SJK) di Jambi didorong oleh meningkatnya aktivitas ekonomi, kepercayaan konsumen yang membaik, serta inovasi di berbagai segmen industri jasa keuangan. Pertumbuhan positif di sektor perbankan ditopang oleh […]

  • OJK Dorong Percepatan Digitalisasi Dokumen Pertanahan untuk Perkuat Penyaluran Kredit Perbankan

    OJK Dorong Percepatan Digitalisasi Dokumen Pertanahan untuk Perkuat Penyaluran Kredit Perbankan

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan pentingnya percepatan digitalisasi dokumen pertanahan sebagai langkah strategis untuk mempercepat proses penyaluran kredit perbankan sekaligus memperkuat keamanan agunan. Dalam sebuah forum diskusi nasional bertema “Penguatan Sinergi Digitalisasi Dokumen Pertanahan dalam Mendukung Penyaluran Kredit Perbankan yang Aman, Efisien, dan Terintegrasi”, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menekankan […]

  • Harga Minyak Dunia Tembus US4

    Harga Minyak Dunia Tembus US$104

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga minyak dunia kembali memanas. Pada perdagangan Jumat, 22 Mei 2026, harga minyak melonjak lebih dari 2 persen seiring meredupnya harapan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Minyak mentah Brent naik US$2,38 atau 2,3 persen ke level US$104,96 per barel. Sementara minyak West Texas Intermediate (WTI) menguat US$1,73 atau 1,8 persen menjadi US$98,08 […]

expand_less