Sabtu, 27 Jun 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » Timur Tengah Memanas, Harga Minyak Dunia Tembus US$100 per Barel

Timur Tengah Memanas, Harga Minyak Dunia Tembus US$100 per Barel

  • account_circle -
  • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Harga minyak mentah dunia terus menunjukkan lonjakan tajam di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Pasar energi global kini dibayangi kekhawatiran terganggunya pasokan minyak akibat memanasnya hubungan antara Amerika Serikat dan Iran.

Kegagalan diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran menjadi salah satu sentimen utama yang mendorong kenaikan harga minyak dunia. Selain itu, ancaman terhadap jalur distribusi energi global membuat pelaku pasar semakin waspada terhadap potensi krisis pasokan.

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) melonjak 4,83 persen dalam sehari dan menembus level psikologis US$100,03 per barel.

Sementara itu, minyak mentah Brent juga ikut terkerek naik. Harga Brent tercatat melonjak 4,19 persen menjadi US$105,53 per barel.

Lonjakan harga minyak terjadi karena investor khawatir konflik geopolitik dapat mengganggu distribusi energi dari kawasan Timur Tengah yang selama ini menjadi salah satu pusat produksi minyak terbesar dunia.

Presiden Komisaris HFX International Berjangka, Sutopo Widodo mengatakan penguatan harga minyak dipicu oleh penolakan Presiden AS Donald Trump terhadap proposal nuklir Iran yang dinilai “tidak dapat diterima”.

Kondisi tersebut memudarkan harapan tercapainya deeskalasi konflik dalam waktu dekat.

“Ketegangan ini diperparah oleh laporan serangan drone terhadap kapal kargo di Teluk Persia serta intersepsi serangan udara di wilayah Kuwait dan UEA yang memperkuat kekhawatiran bahwa konflik sepuluh minggu ini akan meluas menjadi perang regional yang lebih terbuka,” ujar Sutopo dikutip dari Kontan, Senin (11/5/2026).

Menurut Sutopo, faktor paling menentukan pergerakan harga minyak dalam jangka pendek adalah kondisi operasional Selat Hormuz yang hingga kini masih terganggu untuk sebagian besar lalu lintas komoditas global.

Padahal, sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair dunia melewati jalur tersebut.

Ia menilai kebuntuan militer yang menghambat pembukaan kembali Selat Hormuz telah menciptakan premi risiko perang (war premium) yang signifikan pada harga minyak.

Selain itu, pasar juga menantikan hasil pertemuan Presiden Trump dan Presiden China Xi Jinping di Beijing pekan ini. Pelaku pasar berharap China dapat memainkan peran diplomatik untuk mendorong Iran melunakkan sikap terkait isu fasilitas nuklirnya.

“Hasil dari agenda pertemuan tersebut menjadi variabel kunci karena pasar berharap adanya pengaruh diplomatik China untuk membujuk Teheran agar melunakkan sikapnya terkait fasilitas nuklir,” kata Sutopo.

Ke depan, Sutopo memperkirakan harga minyak masih cenderung tinggi (bullish) dengan volatilitas tinggi.

Minyak WTI diproyeksikan bertahan di atas US$ 100 per barel apabila gangguan distribusi di Selat Hormuz terus berlanjut.

Bahkan, International Energy Agency (IEA) menyebut kondisi saat ini sebagai salah satu guncangan pasokan terbesar dalam sejarah pasar energi global.

Menurut Sutopo, peningkatan produksi dari Arab Saudi maupun negara anggota OPEC+ lainnya belum mampu secara cepat menggantikan potensi kehilangan pasokan akibat gangguan logistik di kawasan tersebut.

“Jika negosiasi di Beijing gagal menghasilkan kesepakatan konkret, harga minyak berpotensi bergerak ke kisaran US$ 110 hingga US$ 120 per barel pada kuartal ini,” ujar Sutopo.

Sutopo menambahkan, investor juga perlu mencermati sejumlah indikator dalam beberapa pekan ke depan, seperti rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) dan laporan mingguan persediaan minyak mentah dari Energy Information Administration (EIA).

Selain itu, perkembangan keamanan jalur pelayaran di wilayah Qatar dan Uni Emirat Arab juga akan menjadi indikator penting bagi stabilitas pasokan energi global.

Menurutnya, setiap pernyataan resmi dari Gedung Putih maupun Teheran terkait syarat pembukaan kembali Selat Hormuz berpotensi menjadi katalis utama bagi arah pergerakan harga minyak dunia.(*)

 

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Agustiar Sabran Terpilih Aklamasi Jadi Ketua Umum Percasi 2026–2030, Gantikan Utut Adianto

    Agustiar Sabran Terpilih Aklamasi Jadi Ketua Umum Percasi 2026–2030, Gantikan Utut Adianto

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Musyawarah Nasional (Munas) XXX Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) menetapkan Agustiar Sabran sebagai Ketua Umum PB Percasi periode 2026–2030. Penetapan tersebut dilakukan secara aklamasi dalam rapat paripurna yang digelar di Jakarta, Sabtu (11/4/2026), sekaligus mengakhiri kepemimpinan Grand Master (GM) Utut Adianto yang menjabat sejak 2018. Munas yang berlangsung pada 10–12 April 2026 ini […]

  • Kenaikan Upah Minimum 2026 Tidak Jelas, DPR Sebut Pemerintah Lalai Siapkan Regulasi

    Kenaikan Upah Minimum 2026 Tidak Jelas, DPR Sebut Pemerintah Lalai Siapkan Regulasi

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Anggota Komisi IX DPR Edy Wuryanto menyoroti keterlambatan pemerintah dalam menyiapkan dasar hukum kenaikan Upah Minimum (UM) tahun 2026. Ia menilai kelalaian tersebut berdampak langsung pada pekerja dan dunia usaha. Menurut Edy, hingga memasuki tenggat penetapan UM sesuai amanat PP 36/2021, Kementerian Ketenagakerjaan belum menentukan bentuk regulasi yang akan digunakan. “Jika regulasinya saja […]

  • IHSG Dibuka Menguat ke 7.702

    IHSG Dibuka Menguat ke 7.702

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Kamis (16/4/2026), didorong oleh sentimen positif dari pasar global. Berdasarkan data perdagangan pagi, IHSG naik sebesar 1,04 persen atau sekitar 79 poin ke level 7.702. Penguatan ini terjadi seiring dominasi saham yang bergerak di zona hijau. Tercatat, sebanyak 393 saham menguat, 135 saham melemah, […]

  • Ruang Fiskal Prabowo Tertekan, Shortfall Pajak 2025 Berisiko Lebarkan Defisit APBN

    Ruang Fiskal Prabowo Tertekan, Shortfall Pajak 2025 Berisiko Lebarkan Defisit APBN

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ruang gerak fiskal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kian tertekan seiring dengan pelebaran shortfall penerimaan pajak 2025. Realisasi penerimaan pajak yang jauh di bawah target memunculkan risiko pelebaran defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), di tengah kebutuhan belanja negara yang tetap tinggi. Berdasarkan informasi yang dihimpun Bisnis, realisasi penerimaan pajak sepanjang 2025 diperkirakan […]

  • Koperasi Desa Merah Putih Akan Kelola Tambang Timah Rakyat, Solusi Pemerintah Atasi Tambang Ilegal di Babel

    Koperasi Desa Merah Putih Akan Kelola Tambang Timah Rakyat, Solusi Pemerintah Atasi Tambang Ilegal di Babel

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah membuka peluang bagi pengelolaan tambang timah rakyat melalui Koperasi Desa (KopDes) Merah Putih, sebagai langkah strategis menata ulang dan menertibkan tambang ilegal di Bangka Belitung (Babel). Skema ini diharapkan menjadi solusi adil bagi penambang rakyat sekaligus memperkuat perekonomian desa. Menteri Koperasi dan UKM Ferry Juliantono menegaskan bahwa langkah ini selaras dengan semangat […]

  • Awal Pekan Bikin Kaget, Harga Perak Antam Tembus Rp51.400 per Gram

    Awal Pekan Bikin Kaget, Harga Perak Antam Tembus Rp51.400 per Gram

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak murni produksi Antam kembali menunjukkan lonjakan signifikan pada perdagangan Senin (25/5/2026). Di awal pekan, harga perak Antam berhasil menembus kisaran Rp51.000 per gram setelah mengalami kenaikan cukup tajam. Berdasarkan data yang diperoleh Jambisnis.com dari laman Logam Mulia, harga perak Antam hari ini naik Rp1.850 per gram. Kenaikan tersebut membuat harga perak […]

expand_less