Sabtu, 26 Sep 2026
light_mode
Beranda » Nasional » IHSG Dibuka Melemah, Imbas Sentimen Royalti Energi dan Geopolitik

IHSG Dibuka Melemah, Imbas Sentimen Royalti Energi dan Geopolitik

  • account_circle -
  • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pembukaan perdagangan Senin (!!/5/2026) dibuka melemah 9,46 poin atau sekitar 0,14 persen ke level 6.959,94.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Hari Rachmansyah menilai laju pergerakan IHSG selama tiga hari perdagangan ke depan akan banyak dipengaruhi oleh dinamika geopolitik global dan kebijakan tarif royalti komoditas.

Sebagai informasi, perdagangan pekan ini berlangsung lebih singkat karena adanya libur nasional dan cuti bersama Kenaikan Yesus Kristus pada 14-15 Mei 2026.

“Baru-baru ini Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan keyakinannya bahwa perang Ukraina akan segera berakhir. Pernyataan ini disampaikan hanya beberapa jam setelah ia berpidato menegaskan tekad kemenangan Rusia dalam perayaan Hari Kemenangan di Moskow yang berlangsung lebih sederhana dibanding tahun-tahun sebelumnya,” kata Hari dikutip dari Antara.

Kemudian, kekhawatiran terkait potensi wabah hantavirus sejauh ini belum terlalu mengganggu pasar. Data dari platform prediksi Kalshi menunjukkan probabilitas wabah hantavirus menjadi ancaman serius tahun ini hanya sebesar 21 persen.

Angka tersebut mengindikasikan pelaku pasar belum menganggap isu itu sebagai risiko signifikan.
Di sisi lain, perhatian pasar global kini tertuju pada pertemuan puncak antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping, dengan isu perang Iran diperkirakan mendominasi agenda pembahasan.

“Kondisi ini berpotensi mempersempit ruang negosiasi untuk isu-isu krusial lainnya seperti tarif perdagangan dan pasokan rare earth, sehingga ketidakpastian pada dua isu tersebut kemungkinan masih akan bertahan dalam waktu dekat,” jelas Hari.

Sementara itu, dari sisi domestik, terdapat sejumlah agenda dan perkembangan kebijakan yang perlu dicermati pelaku pasar dalam waktu dekat.

“Rebalancing MSCI Indonesia yang dijadwalkan pada 12 Mei 2026 kemungkinan tidak menghadirkan pendatang baru, namun tetap berpotensi memicu pergeseran bobot saham yang dapat mempengaruhi arah pergerakan pasar secara keseluruhan,” ujarnya.

Dari sisi kebijakan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menggelar sidang dengar pendapat pada 8 Mei 2026 terkait usulan perubahan tarif royalti untuk komoditas tembaga, timah, nikel, emas dan perak.

Menurut Hari, kebijakan tersebut bukan lagi sekadar wacana karena ditargetkan mulai berlaku pada Juni 2026.

Ia menjelaskan, dari seluruh komoditas yang terdampak, emas mencatatkan kenaikan tarif paling signifikan secara persentase di batas bawah hingga mencapai 100 persen.

Kondisi itu dinilai memberikan tekanan langsung di tengah harga emas global yang masih berada di level tinggi.

Sementara, timah dinilai menjadi komoditas yang paling terpukul secara keseluruhan karena kenaikan tarif terjadi pada kedua ujung rentang royalti sekaligus.

“Yang perlu menjadi perhatian lebih lanjut, tekanan terhadap sektor minerba tidak berhenti pada kenaikan royalti semata. Wacana penerapan bea ekspor dan windfall tax yang tengah dikaji Kementerian Keuangan turut menambah lapisan ketidakpastian, khususnya bagi subsektor nikel dan batu bara, sehingga volatilitas sektor minerba secara keseluruhan berpotensi bertahan dalam jangka pendek,” katanya.

Mempertimbangkan keseluruhan lanskap sentimen yang terbentuk sepanjang pekan ini, Hari menilai pergerakan IHSG pada periode 11-13 Mei 2026 berpotensi bergerak mixed dengan kecenderungan terbatas.

Agenda rebalancing MSCI pada 12 Mei dinilai berpotensi memicu rotasi portofolio yang menciptakan volatilitas jangka pendek pada saham-saham berkapitalisasi besar.

Di saat yang sama, bayang-bayang kebijakan kenaikan royalti mineral yang ditargetkan berlaku mulai Juni 2026, disertai wacana bea ekspor dan windfall tax diperkirakan akan terus menekan saham-saham sektor pertambangan dan energi secara struktural.

Dengan investor asing yang masih mencatatkan net sell dan belum menunjukkan sinyal pembalikan arah yang meyakinkan, penguatan indeks dinilai akan sangat bergantung pada kekuatan aliran dana domestik serta kemampuan saham-saham big caps di luar sektor minerba dalam mengimbangi tekanan pasar.

Hari memandang kondisi tersebut menjadikan selektivitas sektor sebagai kunci utama navigasi portofolio pada pekan ini.

“Dalam kondisi ini investor disarankan untuk tetap selektif dengan pendekatan trading-oriented, memanfaatkan momentum pada sektor-sektor yang kuat, namun tetap disiplin dalam manajemen risiko, mengingat volatilitas pasar yang masih relatif tinggi serta potensi perubahan sentimen yang cepat,” sarannya.(*)

 

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pupuk Urea Indonesia Jadi Rebutan Dunia, Produksi Capai 9,4 Juta Ton per Tahun

    Pupuk Urea Indonesia Jadi Rebutan Dunia, Produksi Capai 9,4 Juta Ton per Tahun

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indonesia kian memainkan peran strategis di pasar pupuk global. Di tengah krisis pasokan dan lonjakan harga dunia, pupuk urea produksi dalam negeri menjadi incaran sejumlah negara. Kondisi geopolitik global, termasuk terganggunya jalur distribusi internasional, mendorong kenaikan harga urea secara signifikan. Pada awal April 2026, harga urea tercatat mencapai sekitar 690 dolar AS hingga […]

  • Mulai Pekan Ini! Jadwal Lengkap FIFA ASEAN Cup 2026, Lawan Indonesia Siapa Saja?

    Mulai Pekan Ini! Jadwal Lengkap FIFA ASEAN Cup 2026, Lawan Indonesia Siapa Saja?

    • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Panggung sepak bola Asia Tenggara memasuki babak baru. FIFA ASEAN Cup 2026 mulai bergulir pekan ini, dengan Timnas Indonesia langsung mendapat ujian pada laga perdana. Garuda dijadwalkan menghadapi Singapura di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (25/9/2026). Pertandingan tersebut menjadi laga pembuka Indonesia dalam turnamen yang untuk pertama kalinya digelar FIFA […]

  • Profil Low Tuck Kwong, Taipan Batu Bara yang Borong Lukisan SBY Rp6,5 Miliar

    Profil Low Tuck Kwong, Taipan Batu Bara yang Borong Lukisan SBY Rp6,5 Miliar

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nama Low Tuck Kwong kembali menjadi perhatian publik setelah pengusaha tambang tersebut memenangkan lelang lukisan karya Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) senilai Rp6,5 miliar. Lelang berlangsung dalam rangka perayaan Tahun Baru Imlek 2026 di Djakarta Theater, Jakarta, Rabu (18/2/2026). Lukisan berjudul Kuat Laksana Kuda Api itu awalnya dibuka dengan harga Rp200 […]

  • Harga Cabai Rawit Hijau di Pasar Angso Duo Tembus Rp55.000 per Kilogram

    Harga Cabai Rawit Hijau di Pasar Angso Duo Tembus Rp55.000 per Kilogram

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Angso Duo, Kota Jambi, relatif stabil pada Kamis (6/8/2026). Namun, ada satu komoditas yang bergerak naik cukup mencolok, yakni cabai rawit hijau yang mencapai Rp55.000 per kilogram. Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, harga cabai rawit hijau naik 27,27 persen dibandingkan periode sebelumnya. Kenaikan tersebut […]

  • Petani Sawit Bisa Semringah, Dua Periode Harga Sawit Terus Naik

    Petani Sawit Bisa Semringah, Dua Periode Harga Sawit Terus Naik

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Dua pekan berturut-turut harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit Provinsi Jambi terus mengalami kenaikan. Terbaru harga TBS periode 23-29 Januari 2026 untuk umur tanam 10-20 tahun kenaikannya mencapai Rp 41,59 per kilogram TBS. Harga sawit terbaru untuk Provinsi Jambi ini sudah dirilis Dinas Perkebunan sebagai hasil rapat pada Rabu (22/1/2026). Pada periode […]

  • Prabowo Ingatkan Danantara Setor Rp800 Triliun ke Negara Tiap Tahun

    Prabowo Ingatkan Danantara Setor Rp800 Triliun ke Negara Tiap Tahun

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Presiden Prabowo Subianto mengingatkan pimpinan Danantara Indonesia agar meningkatkan kinerja pengelolaan aset negara. Ia menegaskan lembaga pengelola investasi tersebut harus mampu memberikan pengembalian aset atau return on asset (RoA) yang lebih besar kepada negara. Menurut Prabowo, tingkat RoA Danantara saat ini masih berada di kisaran 5 persen, sementara standar perusahaan yang sehat seharusnya […]

expand_less