Senin, 11 Mei 2026
light_mode
Beranda » Nasional » IHSG Dibuka Melemah, Imbas Sentimen Royalti Energi dan Geopolitik

IHSG Dibuka Melemah, Imbas Sentimen Royalti Energi dan Geopolitik

  • account_circle -
  • calendar_month 1 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pembukaan perdagangan Senin (!!/5/2026) dibuka melemah 9,46 poin atau sekitar 0,14 persen ke level 6.959,94.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Hari Rachmansyah menilai laju pergerakan IHSG selama tiga hari perdagangan ke depan akan banyak dipengaruhi oleh dinamika geopolitik global dan kebijakan tarif royalti komoditas.

Sebagai informasi, perdagangan pekan ini berlangsung lebih singkat karena adanya libur nasional dan cuti bersama Kenaikan Yesus Kristus pada 14-15 Mei 2026.

“Baru-baru ini Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan keyakinannya bahwa perang Ukraina akan segera berakhir. Pernyataan ini disampaikan hanya beberapa jam setelah ia berpidato menegaskan tekad kemenangan Rusia dalam perayaan Hari Kemenangan di Moskow yang berlangsung lebih sederhana dibanding tahun-tahun sebelumnya,” kata Hari dikutip dari Antara.

Kemudian, kekhawatiran terkait potensi wabah hantavirus sejauh ini belum terlalu mengganggu pasar. Data dari platform prediksi Kalshi menunjukkan probabilitas wabah hantavirus menjadi ancaman serius tahun ini hanya sebesar 21 persen.

Angka tersebut mengindikasikan pelaku pasar belum menganggap isu itu sebagai risiko signifikan.
Di sisi lain, perhatian pasar global kini tertuju pada pertemuan puncak antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping, dengan isu perang Iran diperkirakan mendominasi agenda pembahasan.

“Kondisi ini berpotensi mempersempit ruang negosiasi untuk isu-isu krusial lainnya seperti tarif perdagangan dan pasokan rare earth, sehingga ketidakpastian pada dua isu tersebut kemungkinan masih akan bertahan dalam waktu dekat,” jelas Hari.

Sementara itu, dari sisi domestik, terdapat sejumlah agenda dan perkembangan kebijakan yang perlu dicermati pelaku pasar dalam waktu dekat.

“Rebalancing MSCI Indonesia yang dijadwalkan pada 12 Mei 2026 kemungkinan tidak menghadirkan pendatang baru, namun tetap berpotensi memicu pergeseran bobot saham yang dapat mempengaruhi arah pergerakan pasar secara keseluruhan,” ujarnya.

Dari sisi kebijakan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menggelar sidang dengar pendapat pada 8 Mei 2026 terkait usulan perubahan tarif royalti untuk komoditas tembaga, timah, nikel, emas dan perak.

Menurut Hari, kebijakan tersebut bukan lagi sekadar wacana karena ditargetkan mulai berlaku pada Juni 2026.

Ia menjelaskan, dari seluruh komoditas yang terdampak, emas mencatatkan kenaikan tarif paling signifikan secara persentase di batas bawah hingga mencapai 100 persen.

Kondisi itu dinilai memberikan tekanan langsung di tengah harga emas global yang masih berada di level tinggi.

Sementara, timah dinilai menjadi komoditas yang paling terpukul secara keseluruhan karena kenaikan tarif terjadi pada kedua ujung rentang royalti sekaligus.

“Yang perlu menjadi perhatian lebih lanjut, tekanan terhadap sektor minerba tidak berhenti pada kenaikan royalti semata. Wacana penerapan bea ekspor dan windfall tax yang tengah dikaji Kementerian Keuangan turut menambah lapisan ketidakpastian, khususnya bagi subsektor nikel dan batu bara, sehingga volatilitas sektor minerba secara keseluruhan berpotensi bertahan dalam jangka pendek,” katanya.

Mempertimbangkan keseluruhan lanskap sentimen yang terbentuk sepanjang pekan ini, Hari menilai pergerakan IHSG pada periode 11-13 Mei 2026 berpotensi bergerak mixed dengan kecenderungan terbatas.

Agenda rebalancing MSCI pada 12 Mei dinilai berpotensi memicu rotasi portofolio yang menciptakan volatilitas jangka pendek pada saham-saham berkapitalisasi besar.

Di saat yang sama, bayang-bayang kebijakan kenaikan royalti mineral yang ditargetkan berlaku mulai Juni 2026, disertai wacana bea ekspor dan windfall tax diperkirakan akan terus menekan saham-saham sektor pertambangan dan energi secara struktural.

Dengan investor asing yang masih mencatatkan net sell dan belum menunjukkan sinyal pembalikan arah yang meyakinkan, penguatan indeks dinilai akan sangat bergantung pada kekuatan aliran dana domestik serta kemampuan saham-saham big caps di luar sektor minerba dalam mengimbangi tekanan pasar.

Hari memandang kondisi tersebut menjadikan selektivitas sektor sebagai kunci utama navigasi portofolio pada pekan ini.

“Dalam kondisi ini investor disarankan untuk tetap selektif dengan pendekatan trading-oriented, memanfaatkan momentum pada sektor-sektor yang kuat, namun tetap disiplin dalam manajemen risiko, mengingat volatilitas pasar yang masih relatif tinggi serta potensi perubahan sentimen yang cepat,” sarannya.(*)

 

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • ADB Setujui Pinjaman untuk Proyek Jalan di Indonesia, Segini Nilainya

    ADB Setujui Pinjaman untuk Proyek Jalan di Indonesia, Segini Nilainya

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Asian Development Bank (ADB) mengumumkan telah menyetujui pinjaman sebesar 300 juta dolar AS (1 dolar AS = Rp16.632) untuk Indonesia. Pinjaman tersebut untuk membangun jalan tahan bencana dengan panjang sekitar 72 kilometer di sepanjang pesisir selatan Pulau Jawa. Dengan demikian bisa meningkatkan konektivitas dan mendorong pembangunan ekonomi di wilayah selatan pulau tersebut. “Pinjaman […]

  • Manchester United Incar Pierre Kalulu, Siapkan Opsi Baru Lini Belakang

    Manchester United Incar Pierre Kalulu, Siapkan Opsi Baru Lini Belakang

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Manchester United dikabarkan tengah menyusun rencana untuk memperkuat lini pertahanan mereka pada bursa transfer musim panas 2026. Salah satu nama yang masuk radar klub berjuluk Setan Merah itu adalah bek tengah Juventus, Pierre Kalulu. Kebutuhan Manchester United akan pemain bertahan baru tak lepas dari situasi skuad saat ini. Klub disebut berencana merekrut setidaknya […]

  • Mobil Jarang Dipakai Tetap Ganti Oli Mesin, Begini Penjelasannya

    Mobil Jarang Dipakai Tetap Ganti Oli Mesin, Begini Penjelasannya

    • calendar_month Selasa, 14 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Salah satu ritual wajib yang harus dilakukan pemilik mobil adalah rutin mengganti oli atau pelumas mesin. Langkah ini merupakan bentuk perawatan dasar untuk menjaga performa kendaraan. Lantas, bagaimana dengan mobil yang jarang digunakan? Apakah tetap perlu rutin mengganti oli, meski jarak tempuh dan waktu penggunaan belum terpenuhi? Menjawab pertanyaan yang kerap menjadi perdebatan […]

  • Gegara Harga Minyak Melonjak, Ekspor Kendaraan Listrik dari China Melesat

    Gegara Harga Minyak Melonjak, Ekspor Kendaraan Listrik dari China Melesat

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ekspor kendaraan energi baru (NEV) dari Tiongkok melonjak tajam. Berdasarkan data China Passenger Car Association (CPCA), pengiriman NEV ke luar negeri mencapai 349.000 unit pada Maret 2026, naik 139,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Disitat dari Carnewschina, kenaikan ini dipicu gangguan pasokan minyak di Selat Hormuz, yang mendorong harga bahan bakar […]

  • Inilah Motif Iran Ngebom Negara Arab, Bukan Israel dan AS

    Inilah Motif Iran Ngebom Negara Arab, Bukan Israel dan AS

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Serangan besar-besaran Iran ke negara-negara Arab memicu tanda tanya global. Mengapa Teheran justru menghantam kawasan Teluk, bukan langsung fokus ke Israel atau Amerika Serikat sebagai musuh utamanya? Sejumlah analis menilai langkah ini bukan salah sasaran, melainkan strategi militer dan politik yang disengaja. 1. Target Utama: Pangkalan AS di Negara Arab Iran sebenarnya membidik aset […]

  • Tancap Gas, Rupiah Melesat ke Level Rp16.744 per Dolar AS

    Tancap Gas, Rupiah Melesat ke Level Rp16.744 per Dolar AS

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah bergerak menguat pada perdagangan Kamis (26/2/2026). Penguatan ini seiring pelemahan dolar AS dan sentimen risk-on global yang mendorong penguatan mayoritas mata uang Asia. Dikutip dari Antara, rupiah melesat 56 poin atau 0,33 persen ke level Rp16.744 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.800 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar terlihat […]

expand_less