Sabtu, 27 Jun 2026
light_mode
Beranda » Internasional » China Pastikan Keamanan KTT APEC 2026 di Shenzhen, Tegaskan Taiwan Harus Patuhi Prinsip Satu China

China Pastikan Keamanan KTT APEC 2026 di Shenzhen, Tegaskan Taiwan Harus Patuhi Prinsip Satu China

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS,COM – Pemerintah China memastikan bahwa Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC 2026 yang akan digelar di Shenzhen, China Selatan, akan berjalan aman dan lancar. Namun, Beijing menegaskan bahwa partisipasi Taiwan tetap harus mengikuti prinsip “Satu China”.

Dalam pernyataan resmi kepada Reuters, Kementerian Luar Negeri China menyatakan pihaknya akan memenuhi semua kewajiban sebagai tuan rumah sesuai dengan aturan dan praktik umum APEC.

“China akan menjalankan tanggung jawab sebagai tuan rumah sesuai dengan aturan dan kebiasaan APEC. Tidak akan ada masalah terkait kelancaran partisipasi seluruh pihak,” tulis pernyataan tersebut pada Selasa (4/11/2025).

Namun, Beijing menegaskan bahwa kunci keikutsertaan Taiwan yang bergabung di APEC dengan nama Chinese Taipei bergantung pada kepatuhan terhadap prinsip Satu China, bukan pada isu keamanan.

Sebelumnya, pejabat Kementerian Luar Negeri Taiwan, Jonathan Sun, menyampaikan kekhawatiran mengenai keamanan dan perlakuan setara bagi delegasi Taiwan selama KTT. Ia berharap Beijing memberikan jaminan keselamatan dan partisipasi yang adil bagi seluruh ekonomi peserta.

“Kami berharap semua pihak dapat mendesak China menepati janjinya, memastikan keselamatan dan partisipasi setara bagi seluruh ekonomi, termasuk Taiwan,” ujar Sun di Taipei, Senin (4/11).

Hubungan Beijing–Taipei terus memburuk sejak Presiden Taiwan Lai Ching-te menjabat awal tahun ini. China kerap mengirim kapal perang dan pesawat tempur ke sekitar wilayah Taiwan serta menolak berkomunikasi langsung dengan pemerintahan Lai yang disebut sebagai “separatis”.

Sebelumnya, Beijing juga menyoroti pertemuan antara perwakilan Taiwan Lin Hsin-i dan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi di sela KTT APEC di Korea Selatan pekan lalu. Jepang, seperti mayoritas anggota APEC, tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Taiwan.

China terakhir kali menjadi tuan rumah KTT APEC pada tahun 2014, ketika hubungan dengan Taiwan masih relatif hangat di bawah pemerintahan Ma Ying-jeou. Namun pada 2001, Taiwan pernah memboikot pertemuan APEC di China karena perdebatan mengenai siapa yang diizinkan menjadi perwakilan resmi.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • 10 Makanan Khas Jambi Paling Legendaris yang Wajib Kamu Coba!

    10 Makanan Khas Jambi Paling Legendaris yang Wajib Kamu Coba!

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kalau dengar kata Jambi, mungkin yang langsung terbayang adalah Sungai Batanghari atau Gunung Kerinci. Tapi tunggu dulu provinsi di timur Pulau Sumatera ini ternyata juga punya segudang kuliner unik yang siap memanjakan lidah. Dari durian yang difermentasi sampai dodol berbahan kentang, semuanya punya cita rasa dan cerita tersendiri. Yuk, kita jelajahi 10 makanan […]

  • Malaysia Naikkan Mandat Biodiesel ke B15, Permintaan Sawit Bertambah 300.000 Ton per Tahun

    Malaysia Naikkan Mandat Biodiesel ke B15, Permintaan Sawit Bertambah 300.000 Ton per Tahun

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Permintaan biodiesel berbasis minyak sawit di Malaysia diproyeksikan meningkat lebih dari 300.000 ton per tahun seiring rencana pemerintah menaikkan mandat campuran biodiesel. Mengutip laporan Reuters, Kamis (16/4), pemerintah Malaysia berencana meningkatkan mandat biodiesel dari B10 menjadi B15, meskipun jadwal implementasinya belum ditetapkan. Sebagai tahap awal, pemerintah akan menerapkan campuran B12 dengan memanfaatkan fasilitas […]

  • Merosot, Harga Perak Antam Kini Rp 24.800 per Gram

    Merosot, Harga Perak Antam Kini Rp 24.800 per Gram

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak murni milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) merosot pada perdagangan hari ini, Jumat, (14/11/2025). Harga perak Antam turun Rp 1.489 ke level Rp 24.800 per gram. Adanya penurunan harga tersebut membuat harga dasar perak Antam murni dengan berat 250 gram menjadi Rp 8.706.250, dengan harga yang termasuk PPN 11% dipatok Rp […]

  • Rencana Pajak E-Commerce 0,5 Persen Tuai Protes, UMKM Merasa Terbebani

    Rencana Pajak E-Commerce 0,5 Persen Tuai Protes, UMKM Merasa Terbebani

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rencana pemerintah untuk memungut pajak dari pedagang online melalui marketplace menuai beragam respons dari pelaku usaha. Sebagian besar menilai kebijakan tersebut berpotensi menambah beban, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemungutan pajak terhadap transaksi daring direncanakan mulai diterapkan pada kuartal II 2026. Kebijakan ini […]

  • Tambah Koleksi! Harga Emas Pegadaian Tak Bergerak, Ini Rinciannya

    Tambah Koleksi! Harga Emas Pegadaian Tak Bergerak, Ini Rinciannya

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pergerakan harga emas di Pegadaian terpantau stagnan pada perdagangan Jumat (19/6/2026). Tiga produk logam mulia yang dijual, yakni Emas UBS, Emas Antam, dan Emas Galeri24, kompak tidak bergerak. Harganya sama seperti sehari sebelumnya. Mengutip dari laman Sahabat Pegadaian, harga emas UBS bertahan di angka Rp2.717.000 per gram. Sementara itu, emas Antam masih di […]

  • DJP Akan Audit Coretax Usai Serah Terima dengan Vendor Korea Selatan pada 2026

    DJP Akan Audit Coretax Usai Serah Terima dengan Vendor Korea Selatan pada 2026

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan menyiapkan proses audit menyeluruh terhadap sistem perpajakan Coretax menjelang serah terima dari vendor asal Korea Selatan, LG CNS Qualysoft Consortium, yang dijadwalkan pada 2026. Saat ini, sistem tersebut tengah memasuki masa latency atau masa penjaminan. Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto menjelaskan bahwa masa latency merupakan periode jeda […]

expand_less