Jumat, 7 Agu 2026
light_mode
Beranda » Properti » Backlog Perumahan RI Turun Jadi 9,6 Juta Unit pada 2025

Backlog Perumahan RI Turun Jadi 9,6 Juta Unit pada 2025

  • account_circle say say
  • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) mengungkapkan angka backlog atau kekurangan kepemilikan rumah di Indonesia mengalami penurunan pada 2025. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2025, backlog perumahan tercatat sekitar 9.637.157 unit. Angka ini turun dibandingkan hasil Susenas 2023 yang mencapai sekitar 9,9 juta unit.

Kepala Divisi Riset Ekonomi SMF, Martin D Siyaranamual, menjelaskan bahwa angka backlog terbaru terdiri dari dua kelompok utama. Sekitar 5,5 juta rumah tangga tinggal di rumah yang bukan milik sendiri tetapi layak huni, sementara 4,1 juta rumah tangga lainnya tinggal di rumah yang bukan milik sendiri dan kondisinya tidak layak huni.

Menurut Martin, penurunan angka backlog tersebut belum sepenuhnya menunjukkan bahwa persoalan kebutuhan rumah di Indonesia telah teratasi.

“Apakah ini menandakan program perumahan pemerintah berjalan dan berhasil? Ya dan tidak. Karena belum dilihat secara detail keberhasilan dari program-program perumahan yang ada di Indonesia,” ujar Martin dalam konferensi pers kinerja tahunan SMF di Jakarta, awal Maret 2026.

Meski demikian, ia menilai berbagai program dan stimulus pemerintah memiliki kontribusi dalam menekan backlog perumahan.

Beberapa program tersebut antara lain Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi, Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), KUR Perumahan, rumah subsidi, hingga insentif PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) 100 persen. Kuota FLPP sendiri meningkat signifikan, dari 220.000 unit menjadi 350.000 unit rumah pada 2025.

Martin menegaskan bahwa penurunan backlog tidak hanya dipengaruhi program pemerintah, tetapi juga faktor lain seperti perubahan tingkat kelahiran dan permintaan masyarakat terhadap rumah.

“Namun yang jelas, penurunan ini tentu tidak lepas dari peran program pemerintah,” kata dia.

Selain backlog kepemilikan rumah, Indonesia juga masih menghadapi backlog dari sisi kelayakan hunian. Pada tahun lalu, jumlah rumah tangga yang tinggal di rumah tidak layak huni mencapai sekitar 23,4 juta unit, turun dari sebelumnya sekitar 25 juta unit.

Rinciannya, sekitar 19 juta rumah tangga memiliki rumah sendiri namun kondisinya tidak layak, sedangkan 4,1 juta rumah tangga tinggal di rumah yang bukan milik sendiri dan tidak layak huni.

Dalam mendukung pembiayaan sektor perumahan, SMF berperan menyediakan pendanaan jangka panjang bagi lembaga pembiayaan agar pasar pembiayaan perumahan tetap stabil.

Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo, mengatakan perusahaan juga berperan dalam penyaluran FLPP sejak 2018 dengan porsi pembiayaan 25 persen, sementara sisanya berasal dari pemerintah melalui Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera).

Menurut Ananta, untuk mendukung program tersebut SMF juga menerbitkan surat utang sebagai skema blended finance guna memperkuat pembiayaan perumahan nasional.

“Kami telah menerbitkan surat utang yang menjadi leverage dari dana pemerintah hingga 18 kali, dengan nilai mencapai Rp17,49 triliun,” ujarnya.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Emas Antam Ambruk Rp35 Ribu! Buyback Ikut Terseret, Saatnya Borong atau Tunggu?

    Emas Antam Ambruk Rp35 Ribu! Buyback Ikut Terseret, Saatnya Borong atau Tunggu?

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas produksi Antam kembali terpukul pada perdagangan Jumat (24/7/2026). Setelah beberapa hari mencatatkan penguatan, logam mulia yang banyak diminati masyarakat itu berbalik arah dengan penurunan yang cukup tajam. Mengutip laman Logam Mulia, harga emas Antam hari ini merosot Rp35.000 per gram. Dengan koreksi tersebut, harga emas kini berada di level Rp2.605.000 per […]

  • Rumah Bergaya Industrial Lebih Murah Ketimbang Minimalis, Benarkah?

    Rumah Bergaya Industrial Lebih Murah Ketimbang Minimalis, Benarkah?

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Perdebatan mengenai biaya pembangunan rumah bergaya industrial dibandingkan dengan minimalis kerap muncul di tengah masyarakat. Namun, benarkah jika rumah bergaya industrial lebih mahal ketimbang minimalis? Ketua Umum Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Georgius Budi Yulianto atau akrab disapa Boegar menegaskan, pertanyaan tersebut pada dasarnya tidak dapat dijawab secara absolut. “Biaya konstruksi sangat dipengaruhi oleh […]

  • Hubungan Inggris–China, Starmer Tetap Dorong Kerja Sama Ekonomi

    Hubungan Inggris–China, Starmer Tetap Dorong Kerja Sama Ekonomi

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan Inggris agar berhati-hati dalam mempererat hubungan bisnis dengan China. Peringatan itu muncul di tengah kunjungan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer ke Beijing, yang justru memuji manfaat ekonomi dari upaya “reset” hubungan Inggris–China. Menanggapi pertanyaan wartawan di Washington terkait langkah Inggris mendekat ke Beijing, Trump menyebut langkah […]

  • Mendag Budi Santoso Bantah MBG Jadi Penyebab Harga Ayam Naik, Rata-rata Nasional Rp40.259 per Kg

    Mendag Budi Santoso Bantah MBG Jadi Penyebab Harga Ayam Naik, Rata-rata Nasional Rp40.259 per Kg

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso membantah program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi penyebab utama kenaikan harga daging ayam di sejumlah daerah. Menurut dia, kenaikan harga komoditas pada dasarnya dipengaruhi oleh mekanisme permintaan dan pasokan. Saat permintaan meningkat dan disertai kepastian pasar, produksi akan menyesuaikan secara linear sehingga harga cenderung stabil. “Justru sekarang ketika […]

  • Prabowo Panggil Dirut Garuda ke Istana, Minta Maskapai Ikuti Teknologi Global

    Prabowo Panggil Dirut Garuda ke Istana, Minta Maskapai Ikuti Teknologi Global

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNSI.COM – Presiden Prabowo Subianto memanggil Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Glenny Kairuppan, ke Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/2/2026). Dalam pertemuan tersebut, Prabowo menekankan pentingnya Garuda Indonesia mengikuti perkembangan teknologi penerbangan global. Glenny hadir bersama Chief Technology Officer (CTO) Danantara, Sigit Puji Santosa. Ia menyampaikan bahwa pembahasan bersama Presiden lebih banyak menyoroti kemajuan […]

  • Kompensasi Energi Dibayar 70 Persen Tiap Bulan Mulai 2026, Bantu PLN dan Pertamina Tanpa Bebani APBN

    Kompensasi Energi Dibayar 70 Persen Tiap Bulan Mulai 2026, Bantu PLN dan Pertamina Tanpa Bebani APBN

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNSI.COM – 70 persen setiap bulan mulai tahun 2026. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut langkah ini akan memperbaiki arus kas PT PLN (Persero) dan PT Pertamina (Persero) tanpa menambah beban terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Purbaya menjelaskan, mekanisme baru ini akan dilakukan setiap bulan hingga September. Sisa pembayaran sebesar 30 persen akan […]

expand_less