Selasa, 22 Sep 2026
light_mode
Beranda » Regional » Pinjaman Usaha untuk Ekspansi atau Menutup Kerugian? Ini Cara Membedakannya

Pinjaman Usaha untuk Ekspansi atau Menutup Kerugian? Ini Cara Membedakannya

  • account_circle say say
  • calendar_month 25 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Pinjaman usaha tidak selalu menjadi sinyal bahwa bisnis sedang mengalami tekanan keuangan. Bagi pelaku usaha, pembiayaan dapat menjadi instrumen untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperluas distribusi, hingga membuka cabang baru. Namun, penggunaan kredit perlu dibedakan antara pembiayaan untuk ekspansi dan pinjaman yang hanya digunakan untuk menutup defisit operasional.

Bank Indonesia mencatat kredit korporasi di Provinsi Jambi tumbuh 14,55% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada triwulan II/2026, meningkat dibandingkan pertumbuhan 8,06% pada triwulan sebelumnya.

Pertumbuhan kredit tersebut menunjukkan aktivitas pembiayaan dunia usaha masih berlangsung. Meski demikian, peningkatan akses terhadap kredit tidak secara otomatis menunjukkan bahwa seluruh bisnis berada dalam kondisi keuangan yang sehat. Bagi pengusaha, persoalan utama terletak pada penggunaan dana dan kemampuan menghasilkan arus kas setelah pinjaman diperoleh.

Pinjaman dapat dikategorikan sebagai pembiayaan produktif apabila dana yang diperoleh digunakan untuk menciptakan kapasitas atau pendapatan baru. Misalnya, pelaku usaha menggunakan kredit untuk membeli mesin produksi, kendaraan distribusi, menambah kapasitas gudang atau membuka outlet baru. Dalam skenario tersebut terdapat hubungan antara tambahan modal dengan potensi pertumbuhan bisnis.

Sebagai contoh, perusahaan membeli mesin baru yang memungkinkan kapasitas produksi meningkat. Tambahan produksi kemudian diikuti dengan peningkatan penjualan dan arus kas. Dengan demikian, cicilan pinjaman diharapkan dapat dibayar dari tambahan cash flow yang dihasilkan oleh ekspansi.

Namun, proyeksi tersebut tetap perlu diuji dengan asumsi yang realistis. Pengusaha perlu memperhitungkan biaya tambahan tenaga kerja, bahan baku, distribusi, pemasaran serta biaya operasional lainnya.

Kondisinya berbeda apabila pinjaman digunakan berulang kali untuk menutup kekurangan kas akibat kegiatan operasional. Misalnya, bisnis mengalami defisit Rp20 juta setiap bulan untuk membayar biaya rutin. Kekurangan tersebut kemudian ditutup dengan pinjaman baru. Jika pola tersebut berlangsung terus-menerus, tambahan utang tidak menyelesaikan persoalan fundamental bisnis.

Masalah dapat berasal dari struktur biaya yang terlalu tinggi, margin yang rendah, harga jual yang tidak sesuai, penjualan yang belum mencukupi atau model bisnis yang belum menghasilkan arus kas positif.

Dalam kondisi tersebut, perusahaan justru perlu mengevaluasi operasional sebelum menambah kewajiban baru. Salah satu kesalahan dalam mengambil kredit adalah menjadikan omzet sebagai indikator utama kemampuan membayar cicilan.

Perusahaan dapat mencatat penjualan tinggi tetapi tetap mengalami tekanan likuiditas apabila sebagian besar transaksi belum dibayar pelanggan, sementara kewajiban kepada pemasok, karyawan dan bank harus dibayarkan secara rutin.

Karena itu, pengusaha perlu membuat proyeksi cash flow sebelum mengajukan pinjaman. Sedikitnya terdapat tiga angka yang perlu dihitung, yakni jumlah pinjaman yang dibutuhkan, total kewajiban pembayaran dan tambahan arus kas yang diharapkan dari penggunaan dana tersebut.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan kredit UMKM pada 2026 tumbuh sekitar 7%–9% yoy. OJK juga menerbitkan POJK Nomor 19 Tahun 2025 mengenai kemudahan akses pembiayaan kepada UMKM. Regulasi tersebut diarahkan untuk memperluas akses pembiayaan UMKM dengan prinsip mudah, tepat, cepat, murah dan inklusif, dengan tetap memperhatikan tata kelola dan manajemen risiko. Artinya, akses terhadap pembiayaan semakin terbuka, tetapi keputusan mengambil kredit tetap perlu didasarkan pada kemampuan bisnis.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • BPJS Gandeng Jamdatun, Perkuat Penanganan Hukum Penyelenggaraan JKN

    BPJS Gandeng Jamdatun, Perkuat Penanganan Hukum Penyelenggaraan JKN

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM — BPJS Kesehatan menjalin kerja sama dengan Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) Kejaksaan Agung Republik Indonesia sebagai langkah strategis memperkuat penanganan masalah hukum di bidang perdata dan tata usaha negara. Kolaborasi ini diarahkan untuk memastikan penyelenggaraan Program JKN berjalan dalam koridor hukum yang tertib, akuntabel, dan berintegritas, Senin (12/1). […]

  • Ternyata Ini Penyebab Jalan Aspal di Indonesia Cepat Rusak Tiap Musim Hujan

    Ternyata Ini Penyebab Jalan Aspal di Indonesia Cepat Rusak Tiap Musim Hujan

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Setiap memasuki musim hujan, kondisi jalan di berbagai daerah di Indonesia kerap berubah drastis. Jalan yang semula mulus tiba-tiba dipenuhi lubang, retak, hingga bergelombang. Bahkan, jalan yang baru beberapa hari sebelumnya masih sangat mulus, tiba-tiba jadi kubangan air. Tak sedikit pengendara yang akhirnya harus ekstra hati-hati agar tidak mengalami kecelakaan. Lalu, mengapa jalan […]

  • Harga Emas Antam Lebih Murah Hari Ini, Cek Rinciannya Disini

    Harga Emas Antam Lebih Murah Hari Ini, Cek Rinciannya Disini

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas Antam hari ini terpukul telak. Kini harga satu gram emas Antam dibanderol Rp2.831.000. Berdasarkan data terbaru dari laman logammulia.com, Senin (6/4/2026), harga emas Antam mengalami penurunan signifikan sebesar Rp26.000 menjadi Rp2.831.000 per gram. Lebih murah dibandingkan perdagangan sebelumnya yang dipatok Rp2.857.000 per gram. Sementara itu, harga buyback emas Antam hari ini […]

  • Jelang Ramadan, Harga Cabai Tembus Rp100.000 per Kg di Sejumlah Daerah

    Jelang Ramadan, Harga Cabai Tembus Rp100.000 per Kg di Sejumlah Daerah

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengungkapkan penyebab kenaikan harga cabai di sejumlah daerah yang bahkan menembus Rp100.000 per kilogram menjelang Ramadan. Menurut dia, lonjakan harga lebih dipicu oleh terganggunya distribusi akibat faktor cuaca, terutama hujan yang terjadi terus-menerus di sejumlah sentra produksi. “Jadi kami sudah koordinasi dengan asosiasi petani, karena hujannya terus-terusan. Sebenarnya […]

  • China Raup Rp 156 Triliun dari Micro Drama, Terbesar di Dunia

    China Raup Rp 156 Triliun dari Micro Drama, Terbesar di Dunia

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pendapatan industri micro drama China terus melonjak tajam. Berdasarkan laporan The Micro-Drama Economy 2025 dari Media Partners Asia (MPA), industri ini diproyeksi menghasilkan USD 9,4 miliar atau sekitar Rp 156,06 triliun (kurs Rp 16.566,73 per USD) pada tahun 2025, meningkat dari USD 5,1 miliar pada 2023 dan USD 6,9 miliar pada 2024. MPA […]

  • Stagnan! UBS dan Galeri24 Sentuh Rp 2,9 Juta

    Stagnan! UBS dan Galeri24 Sentuh Rp 2,9 Juta

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas produk Galeri24 dan UBS di Pegadaian tidak mengalami perubahan. Harga masih yang sama pada hari sebelumnya. Seperti tertera di laman resmi Sahabat Pegadaian, Jumat (6/2/2026), harga emas buatan UBS di posisi Rp 2.988.000 per gram. Sedangkan harga emas buatan Galeri24 di posisi Rp 2.974.000 per gram. Angka itu merupakan harga yang […]

expand_less