Jumat, 6 Nov 2026
light_mode
Beranda » Regional » Pinjaman Usaha untuk Ekspansi atau Menutup Kerugian? Ini Cara Membedakannya

Pinjaman Usaha untuk Ekspansi atau Menutup Kerugian? Ini Cara Membedakannya

  • account_circle say say
  • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Pinjaman usaha tidak selalu menjadi sinyal bahwa bisnis sedang mengalami tekanan keuangan. Bagi pelaku usaha, pembiayaan dapat menjadi instrumen untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperluas distribusi, hingga membuka cabang baru. Namun, penggunaan kredit perlu dibedakan antara pembiayaan untuk ekspansi dan pinjaman yang hanya digunakan untuk menutup defisit operasional.

Bank Indonesia mencatat kredit korporasi di Provinsi Jambi tumbuh 14,55% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada triwulan II/2026, meningkat dibandingkan pertumbuhan 8,06% pada triwulan sebelumnya.

Pertumbuhan kredit tersebut menunjukkan aktivitas pembiayaan dunia usaha masih berlangsung. Meski demikian, peningkatan akses terhadap kredit tidak secara otomatis menunjukkan bahwa seluruh bisnis berada dalam kondisi keuangan yang sehat. Bagi pengusaha, persoalan utama terletak pada penggunaan dana dan kemampuan menghasilkan arus kas setelah pinjaman diperoleh.

Pinjaman dapat dikategorikan sebagai pembiayaan produktif apabila dana yang diperoleh digunakan untuk menciptakan kapasitas atau pendapatan baru. Misalnya, pelaku usaha menggunakan kredit untuk membeli mesin produksi, kendaraan distribusi, menambah kapasitas gudang atau membuka outlet baru. Dalam skenario tersebut terdapat hubungan antara tambahan modal dengan potensi pertumbuhan bisnis.

Sebagai contoh, perusahaan membeli mesin baru yang memungkinkan kapasitas produksi meningkat. Tambahan produksi kemudian diikuti dengan peningkatan penjualan dan arus kas. Dengan demikian, cicilan pinjaman diharapkan dapat dibayar dari tambahan cash flow yang dihasilkan oleh ekspansi.

Namun, proyeksi tersebut tetap perlu diuji dengan asumsi yang realistis. Pengusaha perlu memperhitungkan biaya tambahan tenaga kerja, bahan baku, distribusi, pemasaran serta biaya operasional lainnya.

Kondisinya berbeda apabila pinjaman digunakan berulang kali untuk menutup kekurangan kas akibat kegiatan operasional. Misalnya, bisnis mengalami defisit Rp20 juta setiap bulan untuk membayar biaya rutin. Kekurangan tersebut kemudian ditutup dengan pinjaman baru. Jika pola tersebut berlangsung terus-menerus, tambahan utang tidak menyelesaikan persoalan fundamental bisnis.

Masalah dapat berasal dari struktur biaya yang terlalu tinggi, margin yang rendah, harga jual yang tidak sesuai, penjualan yang belum mencukupi atau model bisnis yang belum menghasilkan arus kas positif.

Dalam kondisi tersebut, perusahaan justru perlu mengevaluasi operasional sebelum menambah kewajiban baru. Salah satu kesalahan dalam mengambil kredit adalah menjadikan omzet sebagai indikator utama kemampuan membayar cicilan.

Perusahaan dapat mencatat penjualan tinggi tetapi tetap mengalami tekanan likuiditas apabila sebagian besar transaksi belum dibayar pelanggan, sementara kewajiban kepada pemasok, karyawan dan bank harus dibayarkan secara rutin.

Karena itu, pengusaha perlu membuat proyeksi cash flow sebelum mengajukan pinjaman. Sedikitnya terdapat tiga angka yang perlu dihitung, yakni jumlah pinjaman yang dibutuhkan, total kewajiban pembayaran dan tambahan arus kas yang diharapkan dari penggunaan dana tersebut.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan kredit UMKM pada 2026 tumbuh sekitar 7%–9% yoy. OJK juga menerbitkan POJK Nomor 19 Tahun 2025 mengenai kemudahan akses pembiayaan kepada UMKM. Regulasi tersebut diarahkan untuk memperluas akses pembiayaan UMKM dengan prinsip mudah, tepat, cepat, murah dan inklusif, dengan tetap memperhatikan tata kelola dan manajemen risiko. Artinya, akses terhadap pembiayaan semakin terbuka, tetapi keputusan mengambil kredit tetap perlu didasarkan pada kemampuan bisnis.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Batu Bara Acuan Periode Kedua Oktober Naik

    Harga Batu Bara Acuan Periode Kedua Oktober Naik

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga batu bara acuan (HBA) periode kedua Oktober 2025 mengalami kenaikan. Tren kenaikan ini berlaku untuk semua kelompok HBA. Mengutip data terbaru yang dirilis Kementerian ESDM, Kamis (16/10), kenaikana tertinggi ada pada kategori batu bara dengan kandungan kalori 6.322 GAR. Untuk HBA kategori ini harga pada periode pertama Oktober 2025 106,94 dolar AS […]

  • Update Harga Emas Antam Hari Ini: Ambruk Rp25 Ribu! Selengkapnya Lihat Daftar

    Update Harga Emas Antam Hari Ini: Ambruk Rp25 Ribu! Selengkapnya Lihat Daftar

    • calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kilauan emas Antam kembali redup. Setelah sempat menguat tipis pada perdagangan sehari sebelumnya, harga logam mulia produksi Antam kembali merosot tajam pada perdagangan Kamis (24/9/2026). Mengutip laman Logam Mulia, harga emas Antam hari ini anjlok Rp25.000 per gram. Dengan penurunan tersebut, harga emas Antam ukuran 1 gram kini berada di level Rp2.605.000 per […]

  • Harga Minyak Dunia Tembus US3, Ultimatum Trump ke Iran Picu Ketegangan Selat Hormuz

    Harga Minyak Dunia Tembus US$113, Ultimatum Trump ke Iran Picu Ketegangan Selat Hormuz

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga minyak dunia kembali melonjak tajam pada Selasa (7/4/2026) di tengah memanasnya tensi geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Kenaikan ini dipicu ultimatum keras Presiden AS, Donald Trump, terkait pembukaan Selat Hormuz yang menjadi jalur vital distribusi energi global. Mengutip laporan pasar, minyak mentah Brent naik 0,5 persen ke level US$110,34 per barel. […]

  • Menkeu Purbaya Pasang Alat Scan Kontainer Berbasis AI, Penyelundup Makin Terpojok

    Menkeu Purbaya Pasang Alat Scan Kontainer Berbasis AI, Penyelundup Makin Terpojok

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meresmikan penggunaan alat pemindai peti kemas (container scanner) terbaru buatan BRIN yang bekerja sama dengan Ditjen Bea dan Cukai. Alat canggih berbasis teknologi Artificial Intelligence (AI) dan Radiation Portal Monitor tersebut resmi dipasang di Terminal 3 dan Terminal Mustika Alam Lestari, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (12/12/2025). […]

  • 8 Tempat Wisata Populer di Balikpapan yang Wajib Kamu Kunjungi

    8 Tempat Wisata Populer di Balikpapan yang Wajib Kamu Kunjungi

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Balikpapan menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kalimantan Timur yang menawarkan beragam pilihan tempat menarik, mulai dari pantai, hutan mangrove, hingga ruang terbuka hijau. Kota pesisir ini dinilai cocok untuk liburan karena menghadirkan kombinasi wisata alam dan rekreasi keluarga yang mudah diakses. Berikut delapan tempat wisata populer di Balikpapan yang direkomendasikan untuk […]

  • PSSI Gelar Voting Offline PSSI Awards 2026

    PSSI Gelar Voting Offline PSSI Awards 2026

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PSSI menghadirkan pengambilan suara luring atau voting offline PSSI Awards 2026 di sejumlah titik Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta guna memperluas partisipasi publik dalam ajang apresiasi sepak bola nasional. Booth PSSI Awards akan hadir di Stasiun MRT Blok M dan Stasiun MRT Bundaran HI. Pemungutan suara luring di MRT Blok M dijadwalkan berlangsung […]

expand_less