Ekspor Jambi Tembus US$1,2 Miliar hingga Juli 2026, Tapi Batu Bara dan Karet Tertekan
- account_circle say say
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Ekspor bahan bakar mineral, yang antara lain mencakup batu bara, gas alam dan kondensat, turun 9,55 persen secara kumulatif. Nilainya menyusut dari US$597,55 juta menjadi US$540,46 juta.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Nilai ekspor Provinsi Jambi sepanjang Januari-Juli 2026 mencapai US$1,20 miliar. Angka tersebut turun 2,22 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai US$1,23 miliar. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi mencatat nilai ekspor pada Juli 2026 sebesar US$181,87 juta. Angka ini turun 4,67 persen dibandingkan Juni yang mencapai US$190,78 juta.
Struktur ekspor Jambi masih ditopang sektor industri pengolahan dengan kontribusi 50,74 persen. Sektor pertambangan menyumbang 44,90 persen, sedangkan pertanian 4,36 persen. Ekspor bahan bakar mineral, yang antara lain mencakup batu bara, gas alam dan kondensat, turun 9,55 persen secara kumulatif. Nilainya menyusut dari US$597,55 juta menjadi US$540,46 juta.
Karet dan barang dari karet juga turun cukup dalam, yakni 17,98 persen. Nilainya berkurang dari US$217,29 juta menjadi US$178,23 juta. Di sisi lain, lemak dan minyak hewan atau nabati justru tumbuh 28,92 persen menjadi US$176,95 juta.
Perubahan struktur tersebut menunjukkan ketergantungan ekspor Jambi terhadap komoditas primer mulai menghadapi tekanan. Pertumbuhan ekspor produk berbasis minyak nabati memberikan alternatif, tetapi belum sepenuhnya menutup penurunan komoditas energi dan karet.
Singapura menjadi tujuan ekspor terbesar Jambi. Nilainya mencapai US$524,02 juta atau 43,53 persen dari total ekspor kumulatif Januari-Juli. Jepang berada di posisi berikutnya dengan US$167,82 juta, disusul Malaysia US$127,52 juta, Amerika Serikat US$58,97 juta dan India US$56,61 juta.
Dari sisi jalur perdagangan, persoalan lain terlihat. Hanya 42,42 persen komoditas asal Jambi diekspor melalui pelabuhan di Jambi. Sebanyak 57,58 persen justru melalui pelabuhan di luar Jambi.
Data tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi pengembangan infrastruktur logistik Jambi. Pelabuhan dan konektivitas menjadi bagian penting jika daerah ingin meningkatkan nilai tambah perdagangan dari sumber daya yang dimilikinya.
Secara nasional, Kementerian Perdagangan mencatat ekspor Indonesia Januari-Juli 2026 mencapai US$167,03 miliar. Ekspor nonmigas tumbuh 5,21 persen.
Jambi menghadapi situasi berbeda. Nilai ekspornya masih besar, tetapi mengalami kontraksi secara kumulatif. Diversifikasi komoditas dan peningkatan nilai tambah menjadi tantangan berikutnya.
Sumber: BPS Provinsi Jambi
- Penulis: say say
